Kabardewata.com

Entrepreneur

5 Hal yang Wajib Diketahui Agar Startup Anda Cepat Populer

Kategori Entrepreneur, October 22, 2015, Dilihat sebanyak 132 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Jakarta - Di dalam dunia pemasaran, dikenal istilah 4P yaitu product(produk), placement (penempatan), price (harga), dan promotion (promosi). Perusahaan manapun, termasuk Startup, nampaknya sudah cukup sering berkutat dengan 3P yang pertama. Namun, sekarang ini waktunya untuk berfokus pada P yang keempat, yaitu promosi. 

Bentuk terbaik untuk promosi awal bagi StartUp mana pun adalah nilai jual. Mendapat wartawan berpengalaman di portal atau media publikasi yang kredibel untuk mengulas tentang bisnis Anda dapat memvalidasi perusahaan Anda dan membantu menarik orang-orang pertama, yaitu pelanggan yang sulit dipahami. 

Cukup dengan mengirim sejumlah e-mail ke beberapa wartawan berprofil tinggi dan menunggu rentetan permintaan wawancara. Kedengarannya memang mudah, bukan? Nampaknya memang begitu. Tapi sebetulnya tidak sesederhana itu. 

Untuk mengetahui apa yang benar-benar wartawan cari, Josh Catone, mantan editor diMashable, dan Jerrid Grimm, CEO Pressboard menyurvei lebih dari 12 orang wartawan, penulis dan editor di beberapa portal publikasi teknologi terkemuka di Amerika Utara. Inilah yang mereka temukan, seperti dikutip dari Enterpreneur, Kamis (22/10/2015).

1. Unik

Hal pertama ini mungkin tampak jelas. Namun, para wartawan yang diwawancarai, yang menerima ratusan permintaan liputan setiap minggu, hanya meliput sekitar 1 sampai 2 persen dari ratusan permintaan tersebut. Intinya, seberapa unik perusahaan atau produk Anda untuk diliput?

Untuk memastikannya, mulailah dengan hal yang membuat perusahaan atau produk Anda berbeda dari orang lain. Chelsea Stark, penulis tema video game di Mashable, mengatakan, "Dalam bidangku, aku melihat sangat banyak produk turunan, sehingga sangat bagus jika seseorang memimpin dengan hal lain yang berbeda."

Cara yang dapat dicoba, tanyakan pada diri sendiri. Jika perusahaan ini bukan milik Anda dan klien Anda, maukah Anda mengetahui kisahnya? Jika dalam pertanyaan ini Anda sudah ragu, Anda perlu mencari kisah yang lebih menarik untuk diceritakan.

2. Menekankan kisah personal daripada data dan angka

Owen Thomas, pimpinan redaksi ReadWrite, mengatakan bahwa hal nomor satu yang dicari olehnya dalam kualitas nilai jual yang akan diliput adalah "kisah personal". 

Kisah personal cenderung lebih menarik daripada fakta dan angka saja. Kisah membantu kita berhubungan satu sama lain dan mengembangkan empati untuk hal-hal yang sebelumnya tidak kita mengerti. Menceritakan sebuah kisah personal membentuk hubungan emosional dengan wartawan, dan dengan pembaca tentunya.

3. Sampaikan intinya dengan cepat

Baris subjek e-mail Anda barangkali satu-satunya hal yang akan dilihat wartawan sibuk, sehingga Anda tidak boleh gagal di sini. Menyimpulkan seluruh liputan kisah Anda ke dalam sejumlah kata tidaklah mudah.

"Mengapa berita ini penting, dan dapatkah Anda menjelaskannya kepada saya dalam satu paragraf saja? Jika lebih panjang dari beberapa kalimat untuk sampai ke intinya, Anda telah kehilangan minat saya," kata Natt Garun, editor di The Next Web. Jadi, jelaskan secepat mungkin kisah Anda dan alasannya mengapa hal itu penting.

4. Anda dapat merespons dengan cepat

"Anda harus selalu ada dalam jangkauan, baik itu melalui telepon, atau e-mail misalnya. Jika nilai jual perusahaan Anda dianggap baik, Anda akan kembali mendapatkan balasan. Tapi, karena berita cenderung mudah basi, Anda harus siap menangani tindak lanjut berikutnya," ujar Knowlton Thomas, managing editor di Techvibes.

Sangat tidak mungkin bahwa seorang wartawan akan "menjemput" kisah nilai jual perusahaan Anda dan menuliskannya dengan mengacu seutuhnya pada email atau siaran pers awal Anda. Jadi, pastikan Anda bisa dihubungi dan mempunyai waktu untuk berbicara dengan wartawan, menawarkan informasi tambahan tentang produk, jasa, perusahaan atau apa pun yang bisa Anda "jual" menjadi kisah menarik.

5. Ingat, wartawan juga manusia

Banyak wartawan menekankan bagaimana menghabiskan waktu dalam membangun sebuah hubungan yang berjalan jauh ke depan. Tujuannya, untuk meningkatkan kesempatan mereka meliput kisah Anda.

Karena itu, membuat nilai jual Anda seunik mungkin adalah suatu keharusan. Kenali publikasi, wartawan dan bidangnya, tapi hindarilah komentar dangkal.

Garun dari The Next Web menyimpulkan dengan baik apa yang para wartawan cari. Ia mengatakan, "Nilai jual yang menonjol sama seperti judul yang Anda baca di berita utama (headline). Keduanya menonjol karena berbeda atau unik."


Sumber: liputan6

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image