Kabardewata.com

Pariwisata

Model Body Painting Bius Pengunjung SVF Ke 9

Kategori Pariwisata, August 24, 2014, Dilihat sebanyak 208 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Bila setiap helatan SVF selalu ada body painting, ini adalah program yang setidaknya menjadi lekatan acara seni di festival yang  selalu dinanti-nanti banyak pengunjung. Body painting tahun ini bersamaan dengan angka tahun Sembilan perjalanan SVF akan menyiapkan Sembilan model yang siap sebagai kanvas hidup. Masih seperti biasa di area SVF pengunjung akan menyaksikan acara ini secara interaktif.

Dolar Astawa, sebagai koordinator art camp dan body painting,  mengatakan seniman yang terlibat sudah mempersiapkan konsep-konsepnya untuk dituangkan pada kanvas tubuh ini. Beragam bentuk karya yang diterjemahkan ke atas tubuh para model sudah dipastikan menjadi daya tarik SVF. 

Lebih lanjut Kata  Dolar Body painting akan diawali dengan melukis model di main venue, selanjutnya setelah acara melukis usai, para model akan memamerkan karya seniman dengan berjalan dihadapan public dan terakhir menuju panggung.

Sepintas  melukis di atas tubuh memang terlihat mudah, namun bila diperhatikan ini sepertinya memerlukan keahlian khusus. Dan yang menjadi daya tarik adalah dimana public dapat berinteraksi secara visual untuk mengikuti setiap perjalanan kuas yang menyentuh tubuh. Daya pikat inilah kiranya yang ditetapkan oleh panitia SVF bahwa acara seni public ini selalu dihadirkan dalam mengisi waktu pergantian sore menjelang petang.

Sementara di tempat paling ujung venue bagian selatan, terlihat tenda terbuka yang merupakan tempat art camp. Himpunan pelukis Sanur yang menggagas art camp ini tidak lain adalah untuk menjadikan SVF sebagai tempat kumpulnya seniman, bertukar gagasan kreatif, menciptakan karya bersama, workshop sampai pemutaran film. Art camp yang diberi tajuk kampong seni ini adalah bagian utama seni public yang digelar sampai penutupan SVF.

Menurut Dolar Astawa, art camp sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung, spontanitas dengan semangat kebersamaan diharapkan dapat menstimulasi dan menghasilkan karya kreatif. Untuk itu kata Dolar, baik music, sastra, maupun koreografi gerak bagi yang ingin bertukar gagasan sekaligus berekspresi di art camp sangat diharapkan.


Sumber: Kabardewata.com

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image