Kabardewata.com

Sosial Budaya

Kain Tenun Songket Bali

Kategori Sosial Budaya, March 13, 2014, Dilihat sebanyak 1835 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Kain Tenun songket Bali bukan hanya buah keterampilan turun-temurun bagi masyarakat Bali, melainkan juga bentuk identitas kultural dan artefak ritual. Di luar lingkup tradisi masyarakat daerah tujuan wisata, kain songket Bali pun tidak sebatas cendera mata atau sekedar oleh-oleh khas Bali semata, tetapi terus berkembang sebagai komoditas ke dunia fashion yang berbasiskan budaya.

Seperti halnya masyarakat pengrajin kain tenun songket Bali yang terkenal yaitu di Desa Sidemen di Kabupaten Karangasem sebagai salah satu pusat produksi kain tenun songket di Bali. Menenun kain menjadi aktivitas sehari-hari di hampir semua rumah di desa Sidemen ini melakukan kegiatan rutinnya sebagai penenun. Hampir semua orang di desa ini bisa menenun, belajar dari orang tua mereka secara turun temurun.

Di kelilingi oleh kehijauan alam dan sungai Telaga Waja yang alami mendominasi pemandangan di Sidemen. Keindahan sawah berundak membuat para touris lokal dan mancanegara kerapkali melakukan pelesiran menuju Sidemen, sekitar dua jam perjalanan dari Denpasar.

Di Sidemen terdapat dua jenis utama kain tenun yang selama ini di pasarkan di Bali dan luar Bali. Kain tenun Ikat, biasa disebut Endek, dipakai sehari-hari. Sementara kain tenun songket Bali digunakan untuk beragam upacara penting dalam siklus kehidupan masyarakat Bali, antara lain upacara potong gigi, perkawinan, hari raya, kremasi, dan upacara keagamaan serta dalam acara adat. Proses menghasilkan sehelai kain tenun ikat akan dimulai dengan memintal benang. Kemudian benang dibentangkan di alat perentang, dan helaiannya diikat dengan tali rafia sesuai pola ragam hias dan warna yang diinginkan.

Setelah pengikatan berpola tersebut, benang dicelup atau diwarnai. Benang yang sudah diwarnai kemudian di-gintir atau dipilah, lalu baru ditenun menjadi kain. Pada tenun songket Bali, kain ditenun dengan menyisipkan benang perak, emas, tembaga, atau benang warna di atas lungsin yang mendasari. Penempatan tambahan benang ini membentuk corak yang diinginkan dan adakalanya dipadu pula dengan teknik ikat.

Secara umum, Songket Bali bisa dibedakan dari jenis benang penyusun motifnya.

1. Songket Bali Benang Emas
Sesuai dengan namanya, Songket Bali benang emas ini praktis hanya menggunakan benang emas saja dalam designnya. Dan tentu saja, karena benangnya yang mahal, harga Songket Bali benang emas biasanya sangat mahal. Terutama bila songket ini didesign dengan motif yang sangat rapat dan padat. Semakin rapat tingkat kepadatan motifnya, tentu semakin banyak benang emas yang dibutuhkan dan semakin rumit cara pembuatannya yang mengakibatkan harga jenis songket Bali ini menjadi sangat tinggi.

2. Songket Bali Benang Perak
Songket Bali benang perak memiliki bahan baku benang perak. Walaupun keberadaannya sudah diakui sejak dulu kala, namun saya pikir pada saat ini songket Bali benang perak memiliki tingkat popularitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan songket Bali benang emas. Tentu saja ini adalah pendapat pribadi saya.  Ini terlihat dari lebih banyaknya jenis songket Bali ini yang beredar di pasaran. Dimana-mana orang menggunakan benang perak.

3. Songket Bali Benang Katun
Kelebihan Songket Bali benang katun,sudah pasti adalah memiliki warna warni yang sangat indah yang tidak dimiliki oleh jenis songket Bali benang emas maupun perak. Designnya pun kelihatan jauh lebih menawan dan lebih kreatif. Selain itu, jika digunakan juga tidak seberat dan sekaku kain songket yang menggunakan benang emas atau perak. Sehingga lebih disukai untuk acara yang tingkat keresmiannya lebih rendah.

4. Songket Bali Campuran
Songket Bali benang campuran. Songket Bali jenis inilah yang sedang sangat nge-trend pada saat ini dan sangat disukai. Songket Bali benang campuran menggunakan kombinasi jenis benang. Benang Katun – Emas, atau benang Katun- Perak, atau benang Emas- Perak. Kombinasi ini tentu memberikan alternative dan dukungan bagi pengembangan motif-motif dan design  baru yang dikeluarkan oleh para designer kain songket traditional. Kombinasi tidak saja menghasilkan songket Bali berkwalitas baik dalam harga yang lebih terjangkau, namun sekaligus juga memberikan inovasi dan trend yang lebih disukai oleh generasi yang lebih muda.


Bagi kalangan yang ingin menggunakan kain tenun sebagai produk fashion, bukan demi kepentingan upacara, persoalan klasik menyangkut kain ini adalah ketebalan dan kekakuannya. Akibatnya, pada waktu lalu, kain songket tidak mudah digunakan dalam beragam model busana.

Dulu penenun memakai benang rangkap dua. Kain setelah jadi menjadi tebal dan kaku. Sekarang kita perkenalkan tenunan dengan benang satu. Pengerjaannya makan waktu dua kali lipat lebih lama. Harga juga jauh lebih mahal, tetapi hasilnya, kain yang halus dan lembut.

Kain Tenun songket Bali merupakan salah satu kebudayaan masyrakat Bali pada khususnya dan Indonesia pada umumnya yang harus kita lestarikan agar tidak hilang termakan zaman.


Sumber: Kabardewata.com

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image