Kabardewata.com

Sosial Budaya

Sejarah Kerajaan Bedahulu / Bedulu, Bali (Bagian 1)

Kategori Sosial Budaya, July 30, 2015, Dilihat sebanyak 5565 kali, Post oleh Rusadi Nata


Kerajaan Bedahulu atau Bedulu adalah kerajaan kuno di pulau Bali pada abad ke-8 sampai abad ke-14, yang memiliki pusat kerajaan di sekitar Pejeng (baca: pèjèng) atau Bedulu, Kabupaten Gianyar, Bali. Diperkirakan kerajaan ini diperintah oleh raja-raja keturunan Dinasti Warmadewa. Penguasa terakhir kerajaan Bedulu (Dalem Bedahulu) menentang ekspansi Kerajaan Majapahit pada tahun 1343, yang dipimpin oleh Gajah Mada, namun berakhir dengan kekalahan Bedulu. Perlawanan Bedulu kemudian benar- benar padam setelah pemberontakan keturunan terakhirnya (Dalem Makambika) berhasil dikalahkan tahun 1347. Sejarah Berdirinya Kerajaan Bedahulu Pada abad ke-4 di Campa, Muangthai bertahta Raja Bhadawarman. Beliau diganti oleh anaknya bernama Manorathawarman, selanjutnya Rudrawarman. Anak Rudrawarman bernama Mulawarman merantau, mendirikan kerajaan Kutai. Mulawarman diganti Aswawarman. Anaknya bernama Purnawarman mendirikan kerajaan Taruma Negara. Anak Purnawarman bernama Mauli Warmadewa mendirikan kerajaan Sriwijaya. Anak Mauli Warmadewa bernama Sri Kesari Warmadewa pergi ke Bali, pertama-tamamendirikan Pura Merajan Salonding dan Dalem Puri di Besakih.


Raja-raja Bedahulu:

  1. Sri Wira Dalem Kesari Warmadewa - (882-913)
  2. Sri Ugrasena - (915-939)
  3. Agni
  4. Tabanendra Warmadewa
  5. Candrabhaya Singa Warmadewa - (960-975)
  6. Janasadhu Warmadewa
  7. Sri Wijayamahadewi
  8. Dharmodayana Warmadewa (Udayana) - (988-1011)
  9. Gunapriya Darmapatni (bersama Udayana) - (989-1001)
  10. Sri Ajnadewi
  11. Sri Marakata - (1022-1025)
  12. Anak Wungsu - (1049-1077)
  13. Sri Maharaja Sri Walaprabu - (1079-1088)
  14. Sri Maharaja Sri Sakalendukirana - (1088-1098)
  15. Sri Suradhipa - (1115-1119)
  16. Sri Jayasakti - (1133-1150)
  17. Ragajaya
  18. Sri Maharaja Aji Jayapangus - (1178-1181)
  19.  Arjayadengjayaketana
  20. Aji Ekajayalancana
  21. Bhatara Guru Sri Adikuntiketana
  22. Parameswara
  23. Adidewalancana
  24. Mahaguru Dharmottungga Warmadewa
  25. Walajayakertaningrat (Sri Masula Masuli atau Dalem Buncing?)
  26. Sri Astasura Ratna Bumi Banten (Dalem Bedahulu) - (1332-1343)
  27. Dalem Tokawa (1343-1345)
  28. Dalem Makambika (1345-1347)
  29. Dalem Madura


Sri Kesari Warmadewa diganti Cabdrabhaya Singha Warmadewa, diganti Wijaya Mahadewi, diganti Udayana menurunkan dua putra :

  1. Airlangga
  2. Anak Wungsu

Airlangga pergi ke Jawa kemudian menurunkan :

  1. Sridewi Kili Endang Suc
  2. Sri Jayabaya
  3. Sri Jayasabha
  4. Sira Arya Buru

Sri Jayabhaya bertahta di Kediri, menurunkan :

  1. Sri Aji Dangdang Gendis
  2. Sri Siwa Wandira
  3. Sri Jaya Kesuma

Sri Jayasabha bertahta di Jenggala, berputra : Sira Aryeng Kediri

Sri Aji Dangdang Gendis menurunkan : Sri Aji Jaya Katong, menjadi leluhur warga Arya Gajah Para, Arya Getas, AryaKanuruhan, dll.

Sri Siwa Wandira menurunkan Sri Jaya Waringin, menjadi leluhur wargaArya Kubon Tubuh, Arya Parembu, dll. 

Sri Jaya Kesuma menurunkan Sri Wira Kusuma, kemudian masuk Islam bergelar Raden Patah 

Sira Aryeng Kediri menurunkan Sira Aryeng Kepakisan selanjutnya menurunkan Pangeran Nyuh Aya dan Pangeran Asak. Kedua beliau menjadi leluhur warga Arya Kepakisan, Arya Dauh Bale Agung, Kiyainginte, dll.

Setelah pemerintahan raja Sri Mahaguru tahun 1324-1328 M. Maka pemerintahan dipegang oleh Bhatara Sri Astasura Ratna Bhumi Banten yang disebut dalam prasasti Patapan Langgahan tahun 1337 M. Selain itu ada pula sebuah patung yang disimpan di Pura Tegeh Koripan termasuk Desa Kintamani. Pada bagian belakang patung itu ada tulisan yang sangat rusak keadaannya.
 

Pemerintahan Sri Astasura Ratna Bumi Banten

Dikisahkan pada tahun 1337 raja Bhatara Sri Astasura Ratna Bhumi Banten / Sri GajahWaktera / Sri Topolung mulai berkuasa di Pulau Bali, beliau sangat bijaksana serta adil dalam mengendalikan pemerintahan dan taat dalam melaksanakan upacara keagamaan., beliau terkenal sebagai seorang pemberani serta sangat sakti. dalam pemerintahannya beliau mengadakan pergantian sejumlah pejabat pemerintahan antara lain :

  • Kesenepatian Kuturan yang dijabat Ki Dalang Camok diganti oleh Ki Mabasa Sinom- Kesenepatian Danda yang dijabat Ki Kuda Langkat
  • Langkat diganti oleh Ki Bima Sakti
  • Dibentuk kesenepatian baru yaitu Kesenepatian manyiringin di pegang oleh Ki Lembu Lateng.
  • Perutusan Siwa rajamanggala yang dulu tinggal di Dewastana kini digeser ke Kunjarasana.
  • Perutusan Pendeta Siwa Sewaratna yang dulu tinggal di Trinayana kini dipindahkan ke Dharmahanyar.
  • Dang Upadyaya Pujayanta yang dijabat Pendeta di Biharanasi diganti oleh Pendeta Dang Upadyaya Dharma.
  • Dibentuk pejabat Makarun di Hyang Karamus yang dipagang oleh Ki Panji Sukaningrat.
  • Dibentuk 2 buah perutusan yaitu di Burwan yang dipegang oleh Sira Mahaguru dan di Buhara Bahung yang dipegang oleh Dang Upadyaya Kangka.

Beliau mengangkat seorang Mangkubumi yang gagah perkasa bernama Ki Pasunggrigis, yang tinggal di desa Tengkulak dekat istana Bedahulu di mana raja Astasura bersemayam. 

Sebagai pembantunya diangkat Ki Kebo Iwa alias Kebo Taruna yang tinggal di Desa Belahbatuh. Para menterinya di sebutkan antara lain :

  1. Krian Pasung Grigis jabatan Mangkubumi di Tengkulak 
  2. Ki Kebo Iwa jabatan Patih di Blahbatuh
  3. Ki Girikmana jabatan Menteri di Desa Loring Giri Ularan (Buleleng)
  4. Ki Tambiak jabatan Menteri di desa Jimbaran
  5. Ki Tunjung Tutur jabatan Menteri di desa Tenganan
  6. Ki Buahan jabatan Menteri di desa Batur 
  7. Ki Tunjung Biru jabatan Pertanda di desa Tianyar 
  8. Ki Kopang jabatan Pertanda di desa Seraya
  9. Ki Walungsari jabatan Pertanda di desa Taro.
  10. Ki Gudug Basur jabatan Tumenggung
  11. Ki Kalambang jabatan Demung
  12. Ki Kalagemet jabatan Tumenggung di Desa Tangkas
  13. Ki Buahan di Batur
  14. Ki Walung Singkal di Desa TaroDemikianlah para Menteri Bhatara Sri Astasura 

Bersambung.....

Selanjutnya (bagian 2)...

 

 

sumber: sarubaligh.blogspot


Sumber: Kabardewata.com

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image