Kabardewata.com

Sosial Budaya

Apa Itu Dasa Aksara? Begini Susunannya

Kategori Sosial Budaya, January 25, 2016, Dilihat sebanyak 1141 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Mendengar kata Dasa Aksara sering dikaitkan dengan ilmu kebatinan Bali yakni Leak, dimana ilmu ini disebut-sebut muncul sebagai kekuatan dari penggabungan dari sepuluh aksara suci ini.

Tahukah anda apa sesungguhnya Dasa Akasara itu?, secara umum sesungguhnya dasa aksara merupakan sepuluh akasara suci Dewata Nawa Sanga yang menempati setiap penjuru mata angin. Adapun kesepuluh aksara tersebut yakni, SA (timur), BA (selatan), TA (Barat), A (utara), I (tengah), NA (tenggara), MA (barat daya), SI (barat laut), WA (timur laut) dan YA (tengah).

Kemudian dari Panca Akasara atau Panca Brahma diringkes (disatukan) dengan susunannya sebagai berikut: YA masuk ke aksara I, menjadi aksara MA, ucapannya: A U MA, inilah yang disebut Tri aksara. Di dalam badan yang sesungguhnya adalah Brahma, Wisnu, Iswara, dibantu oleh angsa (jiwa).Lontar Saraswati Puja disebutkan Dasa Aksara diringkes (disatuka, red) menjadi: WA masuk ke aksara A, I masuk ke aksara TA, MA masuk ke aksara BA, NA masuk ke aksara SA, Menjadi Pancabrahma, ucapannya, SA BA TA A I. Kemudian ringkas lagi: SA masuk ke akûara BA, menjadi akûara A, TA masuk ke akûara I, menjadi aksara U.

Tri Akasara ini merupakan perwujudan dari Dewa Tri Murti yang diwujudkan dalam bentuk Ardhacandra, Windu dan Nada yang memunculkan aksara OM yang terdiri atas A,U dan M.

Dari Ang, Ung, Mang muncul UNG menjadi AH perwujudan amerta. ANG menjadi ONG Kara Ngadeg perwujudan api. MANG masuk ke surya menjadi Windu. AH perwujudan ONG Kara sumungsang.

Perwujudan ONG Kara terdiri dari dua yakni ONG Kara Ngadeg dan ONG Kara Sumungsang. ONG Kara Ngadeg adalah perwujudan api pembakar seluruh kekotoran. Sedangkan ONG Kara Nungsang adalah perwujudan amerta.

Selain kedua ONG Kara tersebut ada juga lima jenis ONG Kara yang biasa dikenal di Bali yakni, ONG Kara Gni, ONG Kara Sabdha, ONG Kara Mrta, ONG Kara Pasah dan ONG Kara Adu Muka.

Demikianlah penjelasan susunan Dasa aksara hingga kemudian menjadi ONG Kara yang merupakan puncak kekuatan. ONG Kara selalu diucapkan dalam setiap doa dan mantra Hindu yang tujuannya adalah konsentrasi pemujaan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.


Sumber: suluh bali

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image