Kabardewata.com

Cerita Bersambung

The Lost Child (Part III)

Kategori Cerita Bersambung, September 25, 2015, Dilihat sebanyak 142 kali, Post oleh Rusadi Nata


Dalam sekejap api mulai merambat di atas peti mati. Si wanita tertawa nyaring, ia kelihatan puas dengan tindakan yang sudah ia lakukan. Suara gerakan di dalam peti mati terdengar makin kencang, tapi sepertinya sia-sia, peti itu tertutup rapat dan mulai terbakar bagian atasnya. Mark kelihatan meronta-ronta tetapi ia tetap tidak bisa meloloskan diri.

Ane tau dalam kondisi seperti ini apa yang harus ane lakukan. Dengan cepat ane mengaktifkan golden sphere, bentuknya berupa lingkaran cahaya keemasan yang mampu menghancurkan beberapa penghalang di dalam memori. Sifatnya hanya sementara. Ane diajarkan tehnik ini dari petinggi organisasi yang sudah fasih dalam transfer memori. 

Golden sphere bekerja dengan baik dan berhasil menyingkirkan tangan-tangan yang menghalangi ane, dengan cepat ane mendekati peti mati, mencoba menahan panas, ane buka salah satu segel pengunci yang ada di samping peti. Si wanita kelihatan agak menjauh dari ane, dia sepertinya takut dengan keberadaan Golden sphere yang mengelilingi ane. Setelah segel terbuka, tutup peti mati tersentak ke atas, seorang anak perempuan terlihat sedang menangis.

Tanpa berpikir panjang ane menggendong anak itu dan berlari menuju ke tempat Mark yang masih terperangkap. Sebelum tiba di dekat Mark, kelihatan tangan yang menahan tubuh Mark juga menghilang.

“ ayo kita keluar dari sini “ kata ane sambil berlari keluar kelas, tetap sambil menggendong si anak perempuan. Mark berlari mengikuti ane dari belakang. 

Sosok-sosok hitam yang berada di depan kelas kelihatan berlompatan kesana kemari menghindari langkah ane. Sebentar lagi Golden sphere akan menghilang, ane berharap proses ini bisa segera berakhir dengan baik. Untuk sementara memang ane bisa merasa aman. Begitu juga dengan Mark yang berlari di dekat ane.

Tepat ketika keluar dari bangunan sekolah, Golden sphere menghilang. Ane menurunkan si anak perempuan dari pelukan ane.

“ Karla! “ Mark kelihatan senang bertemu dengan anak itu
“ Mark?” tanya si anak perempuan
“ ayo kita pulang Karla “ ajak Mark
“ baiklah “ Karla kelihatan setuju dengan ajakan Mark.

Ane agak heran, seharusnya kalau proses berjalan dengan lancar, maka kondisi di sekitar ane akan berubah menjadi lebih baik. Tetapi pemandangan suram dari bangunan sekolah masih ada. Dan ane juga bisa melihat beberapa sosok hitam diam-diam masih mengamati kami dari dalam bangunan sekolah. Pasti masih ada yang belum beres.

“ kita harus pulang sekarang “ kata Mark ke ane

Ane sendiri bingung harus melangkah kemana, karena selain bangunan sekolah, nggak ada bangunan lain yang kelihatan jelas. 

“ Karla ayo ikut ke rumah, pasti Papa dan Mama akan senang “ Mark menggandeng tangan adiknya.

Dari kejauhan ane bisa mendengar suara musik, semacam musik marching band. Dan memang benar beberapa saat kemudian kelihatan sebarisan orang dengan peralatan musik berjalan secara teratur ke arah kami. Dandanan mereka terlihat aneh. Dan bisa dibilang menyeramkan. Wajah-wajah pucat dengan beberapa goresan hitam disertai aksesoris berupa rantai di tubuh mereka.

Karla kelihatan berlindung di balik tubuh Mark.

“ mereka datang “ kata Karla
“ siapa mereka ? “ tanya Mark
“ orang-orang jahat “ jawab anak perempuan itu

Beberapa meter dari tempat kami berdiri, sekumpulan orang aneh itu berhenti. Mereka juga menghentikan permainan musik yang mereka mainkan. Salah satu dari mereka yang memegang semacam tongkat komando berjalan mendekat.

“ hei anak kecil, mari ikut kami “ ajaknya , yang ia maksud pasti Karla
“ Tidak, dia ikut bersama kami “ kata ane dengan tegas.
“ hmm…pengacau, kau datang dari tempat lain, begitu juga dengan anak laki-laki itu, kalian boleh pergi dengan selamat “ si pimpinan rombongan berkata demikian ke ane.
“ tidak , kalianlah yang pengacau, kalian menghambat proses ini “ ane berbalik menyalahkan mereka.
“ benarkah begitu, kau orang luar, mulai saat ini tidak bisa ikut campur lagi “ katanya dengan nada yakin.

Hanya dalam hitungan detik setelah kata-katanya, ane bisa merasakan badan ane terasa ringan. Seluruh tubuh ane kelihatan agak transparan, keberadaan ane di lingkungan ini mulai menipis. Pasti karena terjadi konflik antara memori yang membeku dengan keinginan Mark menyelesaikan proses ini.

Mark dan Karla kelihatan heran dengan kondisi ane, sekaligus mereka juga tampak takut karena harus berhadapan dengan serombongan orang aneh yang berdiri tidak jauh dari mereka.

“ Mark! Sekarang semua tergantung padamu “ kata ane ke Mark “ yakinlah kau bisa menolong Karla “
“ hahahah! Sia-sia serahkan saja anak itu dan kau boleh kembali dengan selamat “ kata si pimpinan rombongan, ia lalu bergerak maju bersama dengan orang-orang di belakangnya, mendekati Mark. Karla yang ada di belakang Mark terlihat semakin ketakutan. Ane mencoba menghalangi gerakan rombongan aneh ini, tetapi mereka lewat begitu saja menembus badan ane. 

“ Fokus Mark! Yakinlah bahwa kau bisa menolong Karla “ ane berusaha membangkitkan keyakinan positif dalam diri Mark. Sesuatu yang selama ini tidak ia miliki. Ia terlalu tenggelam di dalam kesedihannya dan merasa tidak berdaya dengan kematian Karla. Kali ini ia memiliki kesempatan untuk melakukan perubahan. Bukan membangkitkan Karla dari kematian tetapi membiarkannya pergi dengan tenang dari memori buruk yang selama ini tersimpan.

Tubuh Mark tampak bergetar kencang, ia ketakutan. Ia juga kelihatannya tidak berani melarikan diri karena terlalu takut. Hanya beberapa langkah lagi orang-orang aneh itu bisa mengancam keselamatan Mark dan Karla. Dan memang benar akhirnya mereka berkerumun di sekeliling Mark dan Karla, beberapa orang mencoba menarik tubuh Mark , sementara yang lainnya berusaha membawa Karla secara paksa. 

“ Ayolah Mark! Kita sudah sejauh ini! Kemunculanmu di dalam sekolah tadi sudah menandakan adanya keinginan untuk menolong Karla! “ ane terus mencoba membangun memori positif dalam diri Mark.

“ Minggir kalian mahluk jelek! “ Mark berteriak melayangkan tinjunya ke salah satu orang aneh. Tidak disangka orang tersebut terpental ke udara setinggi beberapa meter sebelum kemudian jatuh menghempas daratan. Mark kelihatan bingung dengan kekuatannya. Begitu juga orang-orang aneh di sekitarnya, mereka sepertinya bertanya-tanya mengenai apa yang telah terjadi.


Sumber: hancurkan666

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image