Olimpiade Tokyo 2020, Tim surfing Indonesia Jalani Vaksinasi Covid-19

Olimpiade Tokyo 2020, Tim surfing Indonesia Jalani Vaksinasi Covid-19

Tim surfing Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2020 menjalani vaksinasi Covid-19, Minggu (4/7/2021). 

Vaksinasi yang berlangsung di GOR Praja Raksaka, Kepaon, Denpasar itu diikuti I Ketut Agus Aditya Putra, dan Tipi Jabrik Noventin. 

I Ketut Agus Aditya Putra merupakan atlet surfing Indonesia yang masuk the highest alternated di Olimpiade Tokyo. 

Sedangkan Tipi Jabrik Noventin adalah Sekretaris Jenderal Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) sekaligus pelatih squad surfing Merah-Putih. 

Tipi Jabrik menjelaskan, vaksinasi Covid-19 ini hanya diikuti dua orang yang tergabung dalam tim surfing. 

Sementara Rio Waida yang dipastikan mengantongi tiket Olimpiade Tokyo 2020 disebut telah terlebih dahulu menjalani vaksinasi. 

"Untuk hari ini kita didukung dari Pangdam IX/Udayana, salah satu atlet kita yaitu I Ketut Agus Aditya Putra dan saya sendiri coachnya Tipi Jabrik. Kalau Rio Waida sudah vaksin," katanya kepada wartawan di GOR Praja Raksaka, Kepaon, Denpasar, Minggu (4/7/2021). 

Disinggung persiapan, Tipi Jabrik mengakui, pihaknya sudah menjalani latihan pasca tiba di Bali, Kamis 17 Juni 2021. 

Ia bersyukur, ombak di Bali saat ini tidak terlalu tinggi. 

Kondisi itu disebut memiliki kesamaan karakter dengan ombak di Tokyo.

"Jadi kita bisa terbantulah dengan latihan-latihan kondisi saat ini sebelum berangkat, karena ombaknya lagi kecil juga di Bali. Biasanya di tokyo itu (ombak) antara satu sampai tiga feet, kecil sekali," ungkapnya. 

Tak hanya latihan ombak kecil, asuhannya juga mengantisipasi ombak tinggi.

Ia tidak memungkiri, taifun dapat memicu ombak tinggi di Tokyo. 

"Rio itu sudah biasa dengan ombak-ombak sejenis taifun. Taifun kalau di Indonesia sejenis angin barat, ombaknya sama seperti itu. Jadi kalau kita musim hujan, kalau ombaknya lagi besar, kita tetap latihan, sama saja," sebutnya.

"Kemarin Pelatnas dari bulan Maret 2021, dan kebetulan kita sudah latihan ombak-ombak musim hujan yang anginnya keras, sama seperti taifun," imbuhnya. 

Berbagai latihan yang dilakoni, membuat PSOI yakin, Rio Waida mampu mempersembahkan medali emas untuk Indonesia. 

"Karena kemampuan Rio itu di atas rata-rata peselancar dari seluruh dunia. Tapi kebetulan top 20 yang bertanding di Tokyo, memang mereka yang terbaik di dunia," bebernya.

"Dan kalau kita bilang mereka terbaik di dunia, Rio juga termasuk di dalamnya. Jadi kita bisa bilang Rio punya kesempatan," sambungnya. 

Tipi lebih lanjut mengatakan, tim surfing Indonesia rencananya bertolak ke Tokyo, Sabtu 17 Juli 2021. 

Technical meeting akan dilaksanakan Sabtu 24 Juli 2021, dan Minggu 25 Juli 2021 diselenggarakan pertandingan cabang selancar ombak di Tsurigasaki Surfing Beach. 

"Jadi dari tanggal 24 sampai 25 Juli 2021 itu momen kritis, bakalan ada negara-negara mengumumkan apakah ada atlet yang cedera atau tidak. Kalau Ketut Agus tidak kita bawa, dan masih di Indonesia, dan Ketut mendapatkan posisinya, akan sulit buat kita membawa Ketut di menit-menit terakhir," pungkasnya.




Okantara
Penulis : Okantara

Sudah melang melintang di dunia media dari lulus kuliah. IB Okantara adalah salah satu founder dari Kabardewata.

Tuangkan Komentar Anda
Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>
CAPTCHA Image
Reload Image