Kabardewata.com

Sosial Budaya

Pasek Suardika Konsisten Tolak Reklamasi Teluk Benoa

Kategori Sosial Budaya, March 30, 2016, Dilihat sebanyak 135 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Penolakan terhadap Peraturan Presiden (Perpres) nomor 51 tahun 2014, yang mengatur soal Rencana Tata Ruang kawasan Perkotaan Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan (Sarbagita) kian masif. Sebagian besar Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lingkungan dan para aktivis di Bali, menolak dan menuntut segera dilakukannya pembatalan terhadap Perpres yang dianggap menjadi pintu masuk investor untuk melakukan reklamasi di teluk benoa.

Salah seorang anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bali, Gede Pasek Suardika pun ikut merapatkan barisan untuk menolak hal itu.

Ketika ditemui wartawan di Sekretariat DPD RI Provinsi Bali, mantan politisi Partai Demokrat ini mengaku akan konsisten mengawal tuntutan dan aspirasi masyarakat. Bahkan dengan tegas Pasek Suardika menyatakan, dirinya siap berjuang sendiri, bila nantinya para pihak yang kontra berubah haluan, dan pemerintahan di Provinsi Bali yang akan berganti kepemimpinan pada tahun 2018 mendatang mendukung rencana reklamasi teluk benoa.

"Saya ambil posisi menolak reklamasi teluk benoa setelah kita pelajari semuanya. Jadi apapun bahasanya, revitalisasi apa, nyatanya kan, ketika ijin resmi diganti lagi reklamasi. Jadi itu. Jadi walaupun 2018 nanti ada orang jualan, malah saya senang. Kalau bisa nanti 2018, posisi standing, posisinya biar jelas aja. Yang mau maju itu, siapa yang akan, siapa yang pro, siapa yang kontra, dijelaskan saja, jangan bicara umum saja," tegasnya.

Gede Pasek Suardika menambahkan, beberapa hal yang menjadi titik keberatan diri terhadap rencana reklamasi teluk benoa, seperti 'tumpangan gelap' dari oknum tertentu yang mampu memanipulasi rencana revitalisasi teluk benoa, dari 2 menjadi 8 hektare dan pada realisasi ijin yang keluar menjadi 700 hektare. Menurutnya, tumpangan gelap tersebut yang memiliki potensi merusak alam.
 


Sumber: Redaksi

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image