Kabardewata.com

Cerita Bersambung

Lembayung Senja di Bukit Cinta Bagian 2,Tamat

Kategori Cerita Bersambung, November 26, 2015, Dilihat sebanyak 447 kali, Post oleh Ayu Pratiwi


Kini liburan telah tiba, aku berkunjung ke rumah nenek di Sukabumi karena ku dengar beliau sakit. Kali ini aku hanya sendiri kesana karena entah kenapa Raka tak ingin pergi, biasanya dialah yang selalu menemani liburanku kemana pun aku pergi.

Setibanya di Sukabumi aku menerima SMS dari Raka “ Key.. gua sayang sama lo, maaf gua terlalu takut buat ngungkapin ini semua. Maaf gua ga bisa nemenin lo jaga diri lo baik-baik.” Aku kaget setengah mati membaca pesan dari Raka. “Apa dia kayak gini gara-gara gak bisa nemenin aku kesini ya ?” batin ku dalam hati.

Aku hanya mengabaikan pesan itu karena aku fikir dia hanya bercanda atau sekedar kesepian karena aku tidak dirumah. Tapi tetap saja aku merasa tidak tenang, aku memutuskan untuk kembali pulang. Setiba aku di rumah betapa kaget aku mendengar Raka berada di rumah sakit. Segera aku pergi dan menemuinya namun semua terlambat Raka telah pergi dan meninggalkan ku. Aku menangis sejadi-jadinya, Raka mengalami gagal ginjal dan selama bertahun-tahun aku tak pernah mengetahuinya meski dia sangat dekat denganku. “dia sangat mencintai kamu Key, dia ga pengen kamu sedih dan dia juga menitipkan surat ini untuk mu tapi dia ingin kamu membacanya di Bukit Cinta” ucap ibunnya menyerahkan sebuah surat padaku sembari mengusap air matanya.

Aku bergegas pergi ke bukit cinta dan membaca surat terakhir dari Raka.

Dear Keysha..

Hai cantik, jangan sedih gitu lo jelek kalo lagi nangis hapus air mata lo gua ga suka liatnya
Oiya.. lo masih hutang terima kasih dan maaf sama gua, uda capek-capek nyari boneka panda sama bunga mawar kesukaan lo tapi lo malah jalan sama cowok lain. Dan sebenernya gua ga kebetulan ada disana gua emang ngikutin lo karna gua pengen tau lo jadian apa nggak sama Rian. Maaf Key karena gua terlalu pengecut buat ungkapin semua yang gua rasa sama lo. Tapi setidaknya harapan gua uda terwujud gua uda bisa bawa lo kesini dan menyaksikan indahnya lembayung senja di bukit cinta ini. Lo tau gak dimata gua lo begitu istimewa gua ga tau kenapa tapi yang jelas cuma sama lo gua bisa ngerasaain hal yang beda tapi kayak yang gua bilang sama lo gua ga mau lo hancur karena kepergian gua key. Tapi asal lo tau ada kalanya hal yang dititipkan senja barangkali segaris senyum yang ingin dituliskan dari berjuta rangkaian kata yang tak mampu tertopang.

Gua pergi dulu ya jaga diri lo baik-baik, dari sini gua bakal selalu jagain lo love you Keysha.

Raka


Jadi Raka yang ngirim kado itu, dia yang selalu merhatiin gua. Rakaaa..

Rakaaaaaaaa !! 

Kenapa lo tega ninggalin gua, kenapa lo ga pernah bilang tentang apa yang lo rasa. Rakaaaa !! gua juga sayang lo ! 

Aku berteriak sekencang-kencangnya aku menangis sejadi-jadinya ini lebih sakit dari ditinggal kak Rian dengan wanita lain. Kini hanya penyesalan yang tersisa Raka telah pergi jauh meninggalkanku tanpa pernah mendengar jawaban jika aku juga mencintainya.

Pagi mulai menjelang aku kembali datang ke tempat ini. Angin berhembus mesra seakan membelai tubuhku terasa seperti Raka ada disampingku dan merangkulku seperti tempo dulu. Aku begitu bodoh tidak pernah menyadari ketika cinta berada begitu dekat disampingku, mungkin benar kata Raka aku terlalu sibuk memperhatikan orang yang aku kagumi. Aku telah mengabaikan cinta yang tulus dan setelah semua pergi aku baru menyesalinya. Selamat jalan Raka cintamu kan abadi dihatiku.

 

Tamat


Sumber: ayu pratiwi

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image