Kabardewata.com

Cerita Bersambung

Lembayung Senja di Bukit Cinta Bagian 1

Kategori Cerita Bersambung, November 25, 2015, Dilihat sebanyak 357 kali, Post oleh Ayu Pratiwi


“Tok..tokk..tokk Sya Kesyaa” panggil mama sembari membangunkan ku dari mimpi indahku. Aku bergegas keluar dan mendapati mama membawa sebuah boneka panda dan rangkaian mawar merah yang cantik. Dari siapa ma ? “mana mama tau, dari pacar mu kali “ goda mama padaku. Aku segera mengambil kiriman itu, terdapat sebuah kertas kecil bertuliskan “Happy Birth Day Kesya” by : secret admirer. Secret admirer ? hahaha masih ada yang kayak gini ya ? 

Aku bergegas mandi dan menuju sekolah dengan motor kesayanganku dan meninggalkan kiriman itu di atas meja riasku. Sesampai di sekolah belum sempat aku memarkir motor ada sosok yang tak asing bagiku datang mendekat. “Kak Rian!” bisik ku dalam hati. “Haii kesya.. denger-denger hari ini ultah ya ? traktirannya mana ?” candanya padaku. Wow.. jantung ini langsung berdegup kencang gak tau mau jawab apa, secara gitu kak Rian sosok yang uda hampir setahun aku suka pagi-pagi uda ada di depan mataku dengan senyum ramahnya.

“Ehh kak Rian, tumben pagi-pagi uda nongol” sahutku seadanya sembari menyamarkan degup jantungku yang nyaris copot. “Iya kan special buat yang hari ini ultah” sahutnya lagi.

Aku dan kak Rian memang sudah dekat sejak lama, bisa dibilang cuma sekedar kakak adik gitu tapi aku suka sama dia lebih dari sekedar kakak. Ya kodrat jadi cewek mau jujur gengsi ga jujur ya tersiksa gini. Dia baik dan perhatian sama aku tapi entah apa dia ngerasa atau enggak , secara gitu banyak banget saingan yang bertebaran membuat aku pupus harapan mendapatkannya. Bel pun berbunyi memudarkan hayalanku tentang senior ku itu dan bergegas menuju ke ruang kelas.

***
 Hari yang lumayan menyenangkan tanpa tugas, guru killer gak ngajar dan pagi-pagi uda ketemu kak Rian batin ku senang sembari merebahkan badan di kasur. Tiba-tiba ada pesan masuk di ponselku 

“hai dik kesya, nanti malem aku tunggu di taman kota jam 4 ada sesuatu yang penting jangan sampe lupa ya, by: Rian” wah perfect day banget nih fikir ku. Aku langsung pergi ke rumah Raka yang kebetulan bersebelahan dengan ku. Raka adalah temanku sejak kecil ya bisa dibilang best friend gitu bahkan uda kayak saudara sendiri, orang tua kami juga saling mengenal dan tahu tentang persahabatan kami.

Rakaaa... lo tau gak Kak Rian ntar sore ngajak gua keluar dan ……. Berdua! cuma berdua, gua sama dia duhh seneng banget gua Ka. “trus lo kesini ngapain ? Cuma mau bilang itu doang ? ganggu tidur gua aja” celetuk Raka.

“Lo emang ga bisa liat temen seneng ya, ah males gua mau pulang aja dandan yang cantik mau ketemu pangeran gua” kataku sembari meninggalkan Raka.

Raka hanya menengok tanpa menyahut membiarkan aku pergi. Jam berlalu begitu cepat, aku pun bergegas menuju taman kota tempat dimana aku dan kak Rian akan bertemu. Dari jauh aku melihat Kak raka bersama seorang gadis cantik , segera aku menghampirinya untuk memastikan siapa gadis itu.

 “hai kak Rian, uda dari tadi ya ?” sapaku canggung. 
“enggak kok baru aja kok key, oiya kenalin ini Rara pacar kakak” 
“ohh ini namanya Kesya cantik kayak namanya, Rian uda cerita banyak tentang kamu dik” ucap Rara dengan ramah mencoba akrab denganku.

Sungguh kejadian yang tak terduga jadi ini surprise Kak Rian untuk ku ? ternyata dia ingin mengenalkan pacarnya dihari bahagiaku, dia benar-benar menganggapku adik tak lebih dari itu. Rasanya hatiku tak bisa terima semua ini, mata ku hampir tak bisa lagi menahan pedih ingin sekali aku berteriak dan menangis sekencang-kencangnya. Aku merasa begitu canggung disana aku tak tau harus berkata apa. Syukurnya Raka datang sehingga aku punya alasan untuk pergi. Aku segera naik ke atas motor dan pergi meninggalkan Kak Rian, diatas motor tanpa dikomando air mataku langsung menetes rasanya kali ini sudah tak sanggup lagi untuk ditahan.

“Sampe kapan lo mau terus nangis ? kan uda gua bilang lo jangan terlalu ngarep, gini kan jadinya” Raka mencoba menenangkanku.

Aku hanya terdiam tak bisa berkata apa-apa lagi, tanpa sadar aku memeluk Raka dan bersandar di punggungnya. Entah mengapa aku merasa begitu nyaman, terasa lega aku bisa melepaskan tangis ku bersamanya. Aku merasakan hal yang berbeda tak seperti rasa kagum ku pada Kak Rian, aku merasakan hal yang lebih dari itu.

“Ayoo turun” Raka menghentikan motornya disebuah tempat yang terasa asing bagiku. “Ini dimana ka?” mencoba mengenali tempat dimana aku kini berada. “uda lo ikut aja, gua kalo lagi sedih pasti kesini ampuh kok” 

Raka membawa ku ke sebuah bukit yang indah dengan hamparan rumput yang hijau menyejukan mata.

“Gua ga tau nama tempatnya tapi kalo gua sih nyebutnya BUKIT CINTA. Nah sekarang lo puas-puasin deh nangis, lo bisa teriak sesuka hati lo” kata Raka sembari tersenyum padaku.

Tanpa membuang-buang waktu aku langsung berteriak sekencang-kencangnya, aku menangis, aku luapkan semua kesedihanku.

Raka merangkulku dengan hangat “Udah jangan terlalu difikirin, gua lebih parah dari lo Key.. Gua sayang sama cewek uda dari bertahun-tahun yang lalu tepatnya sejak awal gua ngerasain yang namanya cinta, dia yang mampu buat gua merasakan sesuatu yang beda. Tapi sayang dia sedikit pun tak pernah melihat kearah gua dia terlalu sibuk memperhatikan orang yang dia suka tanpa pernah menyadari kalo gua ada dan selalu nunggu dia. Tapi gua terlalu bodoh terlalu takut untuk jujur kalo gua sayang dia karena gua tau gua takan lama bisa bersama dia.” 

“siapa Ka, kok lo ga pernah cerita kalo lo suka sama cewek? Kan gua bisa bantu”. 
“cepat atau lambat lo pasti tau Key, hidup gua singkat salah satu harapan gua adalah bisa bawa bidadari hati gua kesini dan menyaksikan sunset berdua disini. Dulu gua ragu tapi sekarang gua yakin bisa ungkapin semua rasa itu ke dia, tapi gua ga pengen milikin dia gua cuma pengen dia tau apa yang gua rasa.”
 “Kalo lo sayang kenapa lo gak nembak dia Ka ?”  “karena gua takut kalo gua pergi dia sendiri dan menyesali kepergian gua Key.”

Aku terdiam aku tak mengerti apa yang sahabat ku ini katakan. Bodoh ? ya dia memang bodoh memendam rasa bertahun-tahun tapi melepaskan gadis yang dia suka bersama orang lain, entah apa yang dia fikirkan tapi setidaknya dia bisa menenangkan tangisku.

Bersambung...


Sumber: ayu pratiwi

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image