Kabardewata.com

Travel

Pesona Air Terjun Kanto Lampo Gianyar Ampuh Hilangkan Penat

Kategori Travel, January 02, 2016, Dilihat sebanyak 574 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Nama Air Terjun Kanto Lampo makin populer di kalangan traveller. Lokasinya berada di Banjar Kelod Kangin, Kelurahan Beng, Kabupaten Gianyar, Bali atau berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Denpasar. Mengunjungi air terjun ini terbilang mudah dengan cara menuju ke Desa Beng.

Sudah terdapat baliho dan petunjuk arah untuk sampai ke Air Terjun Kanto Lampo. Parkir yang disediakan cukup luas sehingga pengunjung yang membawa kendaraan roda empat bisa dengan mudah memarkirkan kendaraannya. Pengunjung tidak dipungut biaya parkir, baik yang membawa mobil maupun motor.

Di dekat area parkir, terdapat pedagang yang menjual minuman dan makanan ringan. Beberapa pemuda berjaga di sebuah bale sederhana untuk membantu atau memberikan informasi kepada pengunjung.

Memasuki objek wisata alam ini dikenakan Rp 5.000 saja. Pengunjung harus menuruni ratusan anak tangga terlebih dulu untuk sampai ke lokasi air terjun. Jika merasa lelah, sudah terdapat beberapa pedagang dengan tempat untuk beristirahat. Kondisi tangga yang dilalui pun dalam kondisi bagus. Sebelum menjadi objek wisata, area di sekitar air tejun merupakan tempat untuk mengambil tirta atau air suci bagi warga desa setempat.

“Tangga ini diprakarsai oleh adik-adik pemuda Jaga Baya di sini dengan mencari dana dan sebagainya. Tempat ini merupakan tempat pesucian, kalau ada odalan untuk mengambil toya. Sedangkan untuk air terjun sendiri baru dibuka sekitar 2,5 bulan lalu,” ujar warga desa setempat, Dewa Nyoman Oka belum lama ini.

Sesampai di bawah, suara derasnya aliran air makin terdengar jelas. Pengunjung menuruni beberapa pijakan alami karena terbuat dari bebatuan yang ada di sekita air terjun. Pesona dan keelokan Air Tejun Kanto Lampo menjadi daya tarik tersendiri. Suasananya yang masih asri dan sejuk dengan dikelilingi hutan alami.

Air yang jatuh menghantam bebatuan hitam yang tersusun acak sehingga menghasilkan cipratan air dari segala sisi. Air yang masih jernih dan bersih, cocok sebagai tempat melepas penat Meski tergolong obyek wisata alam baru, sudah banyak pengunjung yang datang ke tempat ini, terutama di akhir pekan. Ada yang sekadar mengambil latar air terjun untuk berfoto atau basah-basahan dengan berenang dan merasakan kesegaran di Air Terjun Kanto Lampo.

Seperti pengakuan seorang pengunjung bernama Kusuma Widya yang datang bersama tiga temannya. Ia mengetahui keberadaan Air Terjun Kanto Lampo dari beberapa postingan foto di jejaring sosial. “Kita penasaran sama tempatnya kayak gimana. Aku sih lihat di Instagram fotonya bagus-bagus. Begitu sampai di sini, tidak mengecewakan karena memang air terjunnya bagus. Masih alami dan jalan ke sini tidak terlalu sulit,” ungkap gadis berusia 18 tahun yang berasal dari Denpasar.

Keindahan Air Terjun Kanto Lampo diikuti oleh sungai yang berada di sekitarnya. Banyak warga menjadikan sungai ini sebagai tempat memancing. Beberapa pengunjung bisa berendam dan berenang di sungai dengan aliran air yang tenang. Sungai diimpit oleh tebing-tebing batu yang diselimuti oleh lumut berwarna hijau.

Fasilitas yang ada di objek wisata baru ini terbilang cukup memadai. Di dekat tangga, terdapat ruang ganti sederhana bagi pengunjung wanita dan pria. Dalam ruang ganti terdapat bak berisi air yang berasal dari sumber mata air. Tak jauh dari sana, ada sebuah pancoran yang airnya terus mengalir. Banyak warga maupun pengunjung mengambil air dari pancoran karena bisa langsung diminum tanpa harus dimasak terlebih dahulu.

Pengunjung yang tak ingin basah-basahan, bisa menikmati Air Terjun Kanto Lampo dari atas karena sudah disediakan tempat duduk. Pepohonan yang rindang menjadikan area ini sejuk dan segar karen semilir angin.

“Di sini ada pohon Kanto Lampo. Karena saking banyaknya, oleh leluhur kami memberikan julukan untuk tempat ini dengan nama Kanto Lampo. Pohonnya besar-besar dan buahnya dapat dimakan. Buah di bagian luarnya halus tapi biji di dalamnya keras dan bentuknya kecil seperti juwet,” Dewa Nyoman Oka. (*)


Sumber: Tribun

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image
Berita Lainnya