Kabardewata.com

Sosial Budaya

Orang Kantoran Ikut Jadi Go-Jek, Mungkin ini Alasannya

Kategori Sosial Budaya, August 15, 2015, Dilihat sebanyak 149 kali, Post oleh Rusadi Nata


Jakarta - Ribuan orang berbondong-bondong mendaftarkan diri menjadi sopir Go-Jek Indonesia. Beberapa di antaranya ada pekerja kantoran, yang bergabung dengan Go-Jek dengan alasan karena berminat pada penghasilan tambahan yang lebih.

"Menjadi persoalan kesejahteraan, di mana banyak orang walau sudah memiliki pekerjaan namun di bawah UMR yang kemudian bergabung dengan Go-Jek atau grab untuk mendapatkan tambahan penghasilan," kata Pengamat sosial dari Universitas Indonesia, Devie Rahmawati saat dihubungi, Kamis (13/8/2015).

Devie berpendapat, umumnya walau masyarakat sudah bekerja dan mendapat gaji yang besar, namun karena tingginya kebutuhan dan pendapatan yang tidak mampu mengejar kebutuhan membuat masyarakat mencari tambahan penghasilan. Hal ini terjadi disebabkan karena banyaknya biaya tidak terduga yang keluar akibat semrawutnya fasilitas umum.

"Tingginya tingkat kebutuhan masyarakat tidak sebanding dengan pembangunan fasilitas transportasi umum. Banyak biaya yang tidak terduga menguap begitu saja imbas dari kemacetan. Misalnya saja saat karyawan pulang kerja dan terjebak macet berapa banyak waktu yang akan ia habiskan di jalan untuk sampai kerumah, entah beli makanan diluar atau mencari transportasi lain tapi dengan biaya yang mahal agar sampai tujuan. Ini lah yang digunakan sebagian orang untuk menambah penghasilan dengan memanfaatkan kemacetan Jakarta,"

"Sedangkan bagi mereka yang memang berada di ekonomi lemah pekerjaan seperti, tukang parkir, ojek satu-satunya mata pencaharian penghasilan perlu untuk di bina, bukan hanya nongkrong dan tidak ada kepastian menunggu penumpang tapi bagaimana mereka nantinya memberikan kenyamanan untuk konsumen," urai Devie.

Menurut Devie, perusahaan-perusahaan seperti Go-Jek maupun grab hanya perusahaan teknologi applikasi atau IT yang bukan bertujuan untuk bisnis hanya perusahaan yang mencoba memfasilitasi mereka yang berada di ekonomi lemah untuk dikoordinir menjadi moda transportasi yang aman, cepat dan nyaman.

"Karena kemacetan kenyamanan konsumen diabaikan begitu saja. Para enterpreneur ini muncul dengan memanfaatkan peluang yang ada, bahkan sampai membuka lapangan pekerjaan sebagai general usahanya, bahkan orang yang sudah punya pekerjaan tertarik dan ikut mendaftar, dengan tujuan masyarakat mendapatkan trasportasi yang cepat, aman dan nyaman," tutup dia.

 

 

sumber: detik


Sumber: Redaksi

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image