Kabardewata.com

Sosial Budaya

Menparekraf Buka SVF Ke-9

Kategori Sosial Budaya, August 21, 2014, Dilihat sebanyak 166 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Sanur Village Festival IX/2014 dibuka Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu yang disemarakan sendratari serta peluncuran branding Sanur Morning of the World”. Pada acara tersebut juga diserahkan penghargaan kepada Mantan Menparpostel Joov Ape sebagai patron SVF.

Mari berharap setiap tahun SVF selalu menghadirkan sesuatu yang baru sebagai daya tarik Sanur yang berbeda dengan daerah lainnya. "Kami berharap masyarakat Sanur bisa mempertahankan segala potensi dan tatanan sosial serta budaya, "ucap Menparekraf, Mari Elka Pangestu saat membuka SVF, Rabu (20/8) kemarin. 

Ketua Yayasan Pembangunan Sanur Ida Bagus Gede Sidharta Putra mengatakan pariwisata telah memberikan kontribusi besar bagi perekonomian masyarakat Sanur. Untuk festival ini senantiasa hadir sebagai upaya melestarikan seni budaya, daya dukung lingkungan, menggugah daya kreasi, serta menggairahkan kehidupan sosial kreatif sosial masyarakat Sanur.

 “Yayasan berkomitmen menjaga pelaksanaan festival dan menjadikannya sebagai magnet yang dapat merekatkan kebersamaan masyarakat untuk menjaga dan memelihara Desa Sanur sebagai desa yang mampu menjadi bagian dari peradaban global dengan tetap berpegang pada keluhuran budaya Hindu Bali,” katanya dalam pembukaan SVF. Dalam pembukaan tersebut hadir juga Walikota Denpasar Rai Dharmawijaya Mantra dan sejumlah pejabat.

Gusde menjelaskan semangat “Morning of the World” sekaligus mengingatkan adanya kekuatan religi atas peran para sulinggih dalam upacara nyurya sewana yang dilakukan setiap pagi. Para sulinggih saat matahari terbit memuja Bhatara Siwa dalam manifesitasi Dewi Sawitri dengan Sawitri Mantram yang sepenuhnya ditujukan untuk menjaga kebenaran alam dan merawat kebaikan manusia.

Kebenaran, berupa prinsip-prinsip hukum alam (palemahan) dan kebaikan, berupa prinsip-prinsip moral (pawongan) memang menjadi landasan untuk mewujudkan keindahan dunia-kehidupan umat Hindu (parhayangan). “Begitulah sulinggih memenuhi kewajiban moral-religiusitasnya demi keselamatan semesta, menjaga ketenteraman alam dan melindungi kedamaian makhluk,” kata Gusde.


Sumber: redaksi

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image