Kampanye CHSE 'We Love Bali' Sasar Klungkung Hingga Uluwatu

Kampanye CHSE 'We Love Bali' Sasar Klungkung Hingga Uluwatu

Selain untuk pemulihan sektor kepariwisataan, program ‘We Love Bali’ menjadi salah satu program kampanye Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) serta protokol kesehatan (prokes).

Panitia We Love Bali Manik Wiranata dari  PT Yasa Mertha Buana, belum lama ini berharap, upaya ini dapat mewujudkan kesadaran akan keselamatan dan keamanan di kalangan pelaku pariwisata ketika berkegiatan di tengah pandemi Covid-19.

Manik menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan memberikan edukasi penerapan protokol CHSE sebagai daya tarik wisata dan desa wisata, termasuk melakukan pengawasan penerapan prokes di hotel tempat menginap dan daerah tujuan wisata yang dikunjungi dengan mengisi form cek list CHSE.

“Implementasi penerapan CHSE sangat penting untuk menunjukkan bahwa Bali sebagai destinasi wisata internasional sungguh-sungguh berkomitmen dan mampu menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Program We Love Bali adalah untuk mempromosikan pariwisata Bali, karena dibarengi dengan kunjungan ke daya tarik wisata dan desa wisata.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan fasilitas berupa akomodasi selama dua malam di hotel atau home stay yang ditetapkan panitia, konsumsi, transportasi, tiket masuk daerah tujuan wisata, biaya tes cepat, dan perlengkapan lainnya.

Kegiatan We Love Bali kali ini terdiri dari 17 trip yaitu Klungkung – Tirta Empul – Kuta – Uluwatu – Benoa – Klungkung pada tanggal  25 November 2020 hingga 27 November 2020. Pada hari pertama, peserta melalui  Klungkung – Goa Gajah – Tampak Siring – Tegenungan.

Ketika mengunjungi  Tampak Siring, peserta diajak melihat pura dan permandian kerajaan. Dalam lontar Usana Bali disebutkan, nama Tampak Siring  berasal dari kata Tampak yang berarti telapak dan Siring berarti miring. Telapak yang ada dalam nama tempat wisata ini, diceritakan sebagai telapak dari raja yang bernama Mayadenawa.

Selanjutnya peserta dibawa mengunjungi Goa Gajah untuk melihat pura dan candi peninggalan kerajaan. Goa Gajah merupakan sebuah situs candi kuno yang didirikan lebih dari 1.000 tahun lalu dan berfungsi sebagai tempat suci umat Hindu dan Budha.

Selain masih aktif, ada hal unik dari lokasi ini yang tidak dimiliki situs candi lain. Jika candi umumnya dibuat menjulang tinggi ke angkasa, disini situs candi dibuat masuk ke dalam tebing. Situs ini berbentuk Goa Buatan. Karena keunikan tersebut, UNESCO pun memasukkan Goa Gajah sebagai salah satu daftar tentatif situs warisan dunia yang harus dilindungi. UNESCO mencatat goa ini sebagai warisan dunia dalam daftar tentatif (menunggu kepastian) pada tanggal 19 Oktober 1995 dalam bidang kebudayaan.

Pada hari kedua program 17 peserta diajak menuju Seminyak – Tanah Lot – Uluwatu. Diantaranya mengunjungi Pantai Melasti atau Dream land. Pantai Dreamland terletak di sebelah Selatan pulau Bali, tepatnya di daerah Pecatu, Kuta Selatan.

Pantai Dreamland berada di kawasan New Kuta Golf, sebelum pantai peserta disuguhi pemandangan indah. Berada di kawasan dataran tinggi sehingga memiliki udara sejuk.

Dihari ketiga dalam program tersebut peserta juga diajak berkunjung ke wisata  Taman Goa Jepang (Food Festival). Goa Jepang di Banjarangkan, Klungkung merupakan salah satu peninggalan jaman penjajahan Jepang di Bali.Jaman penjajahan Jepang di Indonesia memang meninggalkan jejak-jejak sejarah berupa goa ataupun bunker yang dibuat oleh tentara jepang sebagai tempat perlindungan melawan musuh.

Di setiap destinasi, peserta dibekali kantong sampah dan mereka diwajibkan untuk memungut sampah plastik di lokasi. Hal itu sebagai bentuk kepedulian dan pelestarian alam.

Anggota Tim Percepatan Pemulihan Pariwisata Bali Ketut Jaman yang mendampingi panitia mengatakan, “sejumlah trip pun sudah berlangsung sejak awal Oktober dan masih berjalan hingga November 2020,”paparnya.

Disetiap daya tarik wisata akan dilibatkan UMKM sebagai penyedia suvenir yang akan dijual kepada para peserta.

Ia menyebut, program ini sebagai upaya masif pemerintah dalam mempromosikan pariwisata Bali Era Baru kepada masyarakat luar melalui media sosial peserta.

“Kita juga menyiapkan pariwisata Bali untuk menyambut wisman sejalan dengan Pergub Nomor 46 Tahun 2020, dan meningkatkan ekonomi,” tutupnya.


Tuangkan Komentar Anda
Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>
CAPTCHA Image
Reload Image