Kabardewata.com

Ekonomi

Jelang Ramadhan Harga Bahan Pokok di Pasar Masih Terkendali 

Kategori Ekonomi, April 14, 2020, Dilihat sebanyak 658 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho menyampaikan bahwa berdasarkan pendekatan Survei Pemantauan Harga (SPH), SPH minggu I April 2020 di Provinsi Bali sebesar 0,15% mengimplikasikan inflasi IHK bulan April akan berada pada kisaran 0,31% – 0.53% (mtm). Harga-harga secara umum masih terkendali. 

Namun demikian, ada beberapa komoditas hortikultura seperti bawang putih, bawang merah, cabai merah, dan cabai rawit yang perlu mendapat perhatian. Begitu pula dengan harga gula pasir.

Selama minggu pertama April 2020, KPwBI Provinsi Bali bersama Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Daerah Kabupaten Badung telah melakukan HLM TPID melalui video conference. 

Beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti dalam waktu dekat adalah pengoptimalisasian Controlled Atmosphere Storage (CAS) di Kabupaten Badung, penyediaan lumbung pangan di Kota Denpasar, kerjasama perdagangan antar daerah, baik di dalam wilayah Bali maupun di luar Bali, serta menggalakkan belanja kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional secara online.  

“Secara nasional, inflasi akan berada di sekitar 0,20% (mtm) atau 2,80% (yoy). Meski pada Ramadhan biasanya inflasi meningkat, namun pembatasan sosial yang dilakukan kali ini diperkirakan akan menyebabkan menyebabkan tingkat kenaikan harga selama Ramadhan akan lebih rendah dibandingkan dengan biasanya”, jelas Trisno di Denpasar, (12/4/2020).

Selain itu, terdapat beberapa faktor juga yang mempengaruhi inflasi secara nasional. Pertama, koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah melalui TPI/TPID dalam memastikan terpenuhinya kebutuhan pokok. 

Kedua, tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih rendah dari kemampuan kapasitas produksi nasional sehingga mengalami kesenjangan output yang negatif sehingga tekanan inflasi dari sisi permintaan terkendali. 

Ketiga, dampak dari nilai tukar Rupiah terhadap inflasi rendah. Keempat, terjangkarnya ekspektasi inflasi baik di sisi konsumen dan produsen. 


Sumber: Kabardewata.com

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image