Kabardewata.com

Ekonomi

Bali Economic and Investment Forum 2021, Vaksin Covid-19 Jadi Pemulihan Ekonomi

Kategori Ekonomi, April 08, 2021, Dilihat sebanyak 517 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) menggelar event bertajuk Bali Economic and Investment Forum 2021 : Grand Design of Bali Economic Recovery, di Nusa Dua, Kamis (8/4/2021). 

Kegiatan ini dihadiri sejumlah panelis secara offline dan online.

Panelis yang menyampaikan paparan secara dalam jaringan (daring) diantaranya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan serta Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati. 

Sedangkan panelis yang hadir secara langsung yaitu Asisten Deputi Investasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia Bimo Widjayanto, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali Trisno Nugroho serta Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali I Made Ariandi. 

Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati dalam paparannya menyampaikan, pemerintah telah melakukan berbagai langkah luar biasa dalam penanganan pandemi Covid-19.

Tak hanya di bidang kesehatan, kebijakan menyentuh berbagai lini termasuk pemulihan perekonomian, dan kepariwisataan. 

Ia mengakui, pandemi Covid-19 memberikan hantaman keras bagi sektor kepariwisataan Pulau Dewata. 

Oleh karenanya, pemerintah saat ini tengah menggenjot program vaksinasi. Harapannya vaksinasi Covid-19 bisa menjadi senjata bagi Indonesia untuk mengakhiri resesi ekonomi dalam negeri.

"Sekarang ini semua negara mencoba untuk mendapatkan akses vaksinasi. Karena dengan vaksinasi diharapkan pemulihan ekonomi dari berbagai negara bisa dilakukan," ungkapnya dihadapan peserta Bali Economic and Investment Forum 2021 : Grand Design of Bali Economic Recovery, di Nusa Dua, Kamis (8/4/2021). 

"Persoalannya tentu adalah jumlah dan pasokan vaksin masih sangat terbatas," imbuhnya. 

Sementara Asisten Deputi Investasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia Bimo Widjayanto menilai, pandemi Covid-19 mengajarkan banyak hal bagi Indonesia termasuk Bali. 

Khusus Bali, pandemi Covid-19 membuktikan sangat rapuhnya sektor kepariwisataan.

Kondisi ini perlu disikapi dengan berbagai langkah konkrit, salah satunya melalui diversifikasi ekonomi.

"Kita pun baru menyadari, bahwa ketergantungan terhadap potensi ekonomi suatu daerah tanpa membuat grand design untuk industri yang lebih berkesinambungan, untuk industri-industri yang kompleksitasnya lebih tinggi, sehingga kalau kurang menguasai suatu ilmu yang lebih kompleks, maka dia lebih bisa bertahan terhadap, katakanlah naik turunnya kehidupan. Itu juga berlaku di dalam ilmu ekonomi," ungkapnya. 

"Artinya dengan kekayaan alam, keindahan alam dan juga budaya yang tinggi, kalau tidak berpikir bagaimana menjaga kebersinambungan sumber daya yang lain, maka hari ini yang terjadi. Ini wakeup call, ini alarm," sambungnya. 

Ketua DPW NCPI Bali, Agus Maha Usadha berharap, event ini menghasilkan capaian signifikan, utamanya dalam sinkronisasi kebijakan di seluruh pemerintahan, baik pusat, provinsi maupun kabupaten/kota. 

Terkait vaksinasi Covid-19, ia memiliki ekspektasi program ini berimplikasi positif terhadap seluruh sendi kehidupan di Tanah Air. 

"Bahwa vaksinasi itu harus menghasilkan impact yang maksimal. Tentunya kendala yang Bapak Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan katakan di depan itu, harapannya agar terkejar. Sehingga herd immunity kita itu secepatnya, paling tidak Juli 2021 itu bisa tercover, astungkara kita bisa memulai era baru untuk fight di ekonomi," tegasnya. 

Berbicara Bali Economic and Investment Forum 2021, Agus Maha Usadha menjelaskan, hasil dari kegiatan ini akan dirangkum, untuk kemudian diserahkan sebagai rekomendasi ke pemerintah. 

Harapannya, rekomendasi ini bisa menjadi rujukan bagi pemerintah ketika mengambil kebijakan dalam proses pemulihan perekonomian nasional.

"Bahwa nantinya ada atensi dan program-program khusus yang terintegrasi di sektor-sektor lainnya di luar pariwisata. Tetap pariwisata akan menjadi jendela dunia di Indonesia, melalui hub daripada strategi pemasaran melalui Bali," sebutnya.

"Harapan kita, segera setelah acara ini kita akan susun rekomendasi dan tindaklanjutnya akan kita lakukan, tahap demi tahap. Karena nanti ini banyak sekali urutannya, dan itu pasti harus terintegrasi dengan pemerintahan tingkat kabupaten, dan kota serta provinsi. Selain itu juga kami desak agar Pemerintah Pusat itu lebih berperan bagi Bali," pungkasnya


Sumber: Kabardewata.com

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image