Kabardewata.com

Resensi

Review Film Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur Horor Klasik Rasa Baru

Kategori Resensi, November 17, 2018, Dilihat sebanyak 676 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Tidak ada yang menyangka bahwa malam itu Suzzanna (Luna Maya) harus berhadapan dengan hal yang tidak pernah ia percayai.  Empat orang pria datang ke rumahnya, dan membenamkan dirinya hidup-hidup ke dalam sebuah liang lahat yang masih dipenuhi dengan embun-embun segar.

Semuanya berasal dari Jonal (Verdi Solaiman), Umar (Teuku Rifnu Wikana), Dudun (Alex Abbad), dan Gino (Kiki Narendra), empat orang yang sebenarnya punya keinginan minta naik gaji. Mereka mencari Satria (Herjuno Ali) sebagai bos perusahaan. Lalu, apa hubungannya dengan Suzzanna?

Suzzanna ternyata adalah istri dari Satria. Berbagai konflik kepentingan pun muncul ketika Umar sebenarnya menyimpan rasa pada Suzzanna. Awalnya, empat orang ini hanya ingin merampok rumah Satria, membawa pergi beberapa barang berharga mereka sebagai kompensasi tidak diterimanya usulan kenaikan gaji.

Namun, Suzzanna yang tiba-tiba tidak enak badan dan pulang ke rumah memergoki kedatangan empat orang ini. Berusaha menyingkirkan Suzzana aksi perampoakan berjalan tidak mulus. Sampai-sampai pada akhirnya, Dudun secara tidak sengaja menusuk Suzzanna.

Misteri ini yang akhirnya menjadi bagian dari Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur. Kenapa Suzzanna yang dikubur hidup-hidup bisa hidup kembali? Benarkah mitos bahwa seorang wanita yang mengandung memiliki dua kehidupan? Temukan jawabannya di film Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur.


Horor dengan Sentuhan Komedi



Film Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur menggunakan sentuhan masa lalu. Anggy Umbara, sang sutradara yang pada awalnya dipercaya membidani film ini menempatkan berbagai elemen komedi di tengah ketegangan film. Penyajian film ini sebenarnya cukup baik dan mampu menghadirkan ketegangan yang cukup mencekam.

Namun, sentuhan komedi sangat terasa di film ini. Beruntung, beberapa pemeran seperti  Asri Welas (Mia), Opie Kumis (Rojali) dan Ence bagus (Tohir) mampu menjadi penawar melalui celetukan-celetukan yang disajikan di dalam film ini. Selain film, konflik yang coba dibangun pun terasa pas, tidak kurang dan lebih.

Film ini tak berasa horror yang menakutkan karena trio pembantu suzzanna yang membikin rasa film ini berubah. Apalagi saat mereka mulai mengetahui bahwa suzzanna ini seorang hantu. Rojali yang penasaran akhirnya melakukan pengecekan dan mengajak pembantu lainnya untuk melihat. Akhirnya mereka pun tahu bahwa suzzanna merupakan hantu,

Meskipun begitu, masih ada beberapa kekurangan seperti pembagian cerita yang dibuat terburu-buru dan tentu saja, konflik-konflik yang terlihat seperti kebetulan belaka. Meskipun begitu, film Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur, tidak kehilangan inti ceritanya. Mebongkat tabir sosok wanita yang menjadi Sundel Bolong.

Awal mula kenapa munculnya Sundel Bolong ini terjadi juga dikisahkan di dalam film dengan cukup baik. Terinspirasi dari dua film Suzzanna, unsur kengerian selyaknya film horor hadir dengan komposisi yang pas. Penasaran dengan gabungan konflik, komedi dan kengerian yang disajikan di sepanjang film?

Pastikan kamu untuk menonton filmnya di bioskop sesegera mungkin.


Tetap Mengerikan



Meskipun disisipi oleh adegan-adegan komedi, namun film ini mampu menampilkan histeria kengerian Suzzanna di masa lalu. Misalnya ketika Suzzanna (Luna Maya) mencoba untuk menghantui para perampok sebenarnya terlihat mengerikan. Tidak ada yang bisa menggantilkan ekspresi muka data nan pucat dari Suzzanna asli. Namun, Luna Maya sudah berusaha tampi maksimal menebar kengerian dengan gayanya sendiri.

Apalagi, film ini disebut menggambarkan bentuk fisik Suzzanna pada saat masih muda.  Salah satunya adalah berkat penata rias dan komposisi desain kostum yang tepat. Gambaran Suzzanna yang menghantui di era ’70-an kembali muncul di dalam film ini. Selain itu, yang membuat film ini menakutkan adalah latar cerita yang dikembalikan  pada masa lalu. Semua set dibuat terlihat vintage.

Adegan-adegan klasik yang muncul di film Suzzanna sebelumnya juga dimunculkan kembali, meski porsinya tidak terlalu besar. Beberapa adegan paling memorable diantaranya adalan saat makan satai atau permainan piano yang sebenarnya berpotensi membuat bulu kuduk jadi bergidik.

Penasaran dengan film terbaru dan punya review Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur versi kamu sendiri? Film sudah tayang di bioskop. Buruan! Pesan tiket bioskopnya di situs atau aplikasi BookMyShow yang tersedia gratis bagi pengguna Android dan iOS.


Sumber: https://id.bookmyshow.com

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image