Kabardewata.com

Ekonomi

BVA Badung : Virus Corona Berikan Dampak Negatif Bagi Dunia Usaha 

Kategori Ekonomi, March 02, 2020, Dilihat sebanyak 927 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Virus corona yang menyebar dari Wuhan, China tidak hanya membawa dampak pada gangguan kesehatan di berbagai negara dunia, namun juga berimbas pada dunia pariwisata.

Pemerintah Pusat memutuskan membebaskan pungutan Pajak Hotel dan Restoran (PHR) untuk 33 kabupaten/kota yang bersinggungan dengan 10 destinasi wisata prioritas. Kebijakan yang berlaku selama enam bulan per Maret 2020 ini diambil untuk membangkitkan lagi iklim pariwisata yang terpukul akibat penyebaran virus Corona.

Virus corona memberikan dampak negatif signifikan, baik secara global maupun domestik terutama dunia pariwisata Bali. 

Ketua Bali Villa Association Chapter Badung Putu Gede Hendrawan mengatakan,"China merupakan wisatawan terbanyak kedua yang berkunjung ke Indonesia. Dari 16,1 juta wisman pada tahun 2019 yang berkunjung ke Indonesia, ada 2,07 juta wisman berasal dari China,"ujanya di Kuta (2/3/2020).

"Anggota Bali Villa Asosiation (BVA) Chapter Badung, sejauh ini sudah ada anggotanya merumahkan karyawan. Penurunan kunjungan, selain memang pada bulan Februari, Maret termasuk low season, akan tetapi  isu global wabah virus Corona, diakui sangat memukul sektor pariwisata,"jelas Putu Gede Hendrawan

“Tanpa kunjungan wisatawan Tiongkok akan cukup berpengaruh. Kini Korea juga sudah kena, padahal turisnya sangat potensial, bisa menduduki urutan ke lima dari jumlah kunjungan ke Bali,” terangnya.

Sepinya industri pariwisata kata dia, hampir terjadi diseluruh destinasi di dunia. Lantaran, para traveler enggan berpergian, takut terinfeksi virus Corona.

Menyusul semakin memburuknya situasi setelah mewabahnya virus corona dari China daratan. Keputusan merumahkan karyawan merupakan kebijakan managemen masing masing ini dilakukan lantaran imbas dari penyebaran virus corona ungkap Putu Gede Hendrawan

Putu Gede Hendrawan menambahkan menyikapi menurunya hunian kamar, yang dilakukan pengelola Villa adalah melakukan efisiensi. Salah satunya dengan memberikan hak-hak karyawan seperti cuti, dan memberikan kompensasi seperti DP (Day Off Payment) yang artinya karena sudah bekerja pada saat seharusnya karyawan itu libur.”Hak-hak yang tertunda itu sekarang kita bayarkan,” imbuhnya. 

Dia berharap isu Corona segera mereda, sehingga kondisi pariwisata khususnya di Bali kembali bergairah. Dan mengajak pemerintah kabupaten badung untuk duduk bersama guna mencari solusi dan jalan keluar menyikapi isu Corona ini


Sumber: Kabardewata.com

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image