Kabardewata.com

Tradisi Mesuryak di Desa Bongan Tabanan

Kategori , October 27, 2014, Dilihat sebanyak 184 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Tradisi mesuryak sebuah tradisi unik yang masih dilaksanakan turun temurun di dusun Bongan Gede, Desa Bongan, Kec.Tabanan, kabupaten Tabanan – Bali. Upacara ini digelar bertepatan pada Hari Raya Kuningan (10 hari setelah Galungan) setiap 6 bulan sekali, dengan tujuan untuk memberikan persembahan ataupun bekal pada leluhurnya yang turun pada hari raya Galungan dan kembali ke Nirwana pada hari raya Kuningan. Upacara ini mulai sekitar jam 09.00 pagi dan berakhir jam 12 siang, karena setelah lewat jam 12 siang, di yakini para leluhur telah kembali ke surga. Sebelum prosesi ini di mulai, para warga melakukan persembahyangan di pura keluarga dan di pura kahyangan tiga yang ada di desa adat setempat.

Setelah melakukan persembahyangan, untuk mengawali tradisi mesuryak warga membawa sesajen ke depan pintu masuk rumah, kemudian dipimpin oleh pemangku (pemimpin upacara) atau yang dituakan melantunkan doa-doa setelah itu ditutup dengan mesuryak. Masing-masing anggota keluarga memberi bekal kepada leluhur sesuai dengan kemampuan, dari mulai uang logam recehan sampai dengan uang kertas nominal 100 ribuan. Semua melakukan dengan suka cita tanpa paksaan, untuk memberikan bekal pada leluhur mereka yang akan kembani ke alam-Nya. uang-uang tersebut dilemparkan ke udara dan disambut oleh warga lainnya yang berkumpul di sana.

Tradisi musuryak (bersorak) merupakan tradisi dan budaya unik, sudah dilakukan sejak nenek moyang mereka ada, tanpa diketahui kapan dimulainya, sehingga sudah menjadi prosesi rutin dan mendarah daging sampai sekarang, tua muda, dewasa, anak-anak, laki dan perempuan bercampur baur, berdesak-desakan memperebutkan uang, mereka berteriak (mesuryak), bersuka cita, suasana riang gembira, walaupun mereka berebutan, sehingga terpancar keakraban antar warga. Pada masa sebelumnya tradisi ini menggunakan uang kepeng, seiring transisi jaman, uang kepeng diganti dengan uang kertas dan logam. Sebagai daerah tujuan wisata, sudah tentu tradisi ini menjadi pusat perhatian wisatawan.


Sumber: Kabardewata.com

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image