Kabardewata.com

Resensi

Novel HURT - "Cinta Itu Datang Untuk Pergi"

Kategori Resensi, June 24, 2015, Dilihat sebanyak 6359 kali, Post oleh Rusadi Nata


“Tubuh ini akan musnah pada waktunya. Apa pun yang terlihat oleh mata, akan tiada. Tapi, tidak untuk cinta. Cinta itdak bisa dilihat, cukup dirasakan. Jadi, kalau sekarang menangis, berarti kamu mencintai fisikku. Kalau kamu mencintai hatiku, aku akan kekal bersamamu.”

Ya, aku tahu kalau mencintai hati akan kekal di hati pula. Dan itu tidak terjadi kalau aku mencintai fisik.
Lalu, bagaimana bisa bahagia ?
Apa yang harus kulakukan untuk menhibur hati ini ?
Adakah cara lain untuk aku bisa mencicipi cinta ?
Mungkin dia bisa mengobati hati ini.

Diatas merupakan review singkat dari Novel HURT, namun kali ini saya akan mereview sendiri novel HURT :)

Nabila ada anak yang sangat ceria yang mempunyai 2 sahabat. Nico dan Laura yang selalu berada di samping Nabila. Nabila selalu bahagia dalam hidupnya. Tapi tidak untuk bebepa kejadian yang ia alami saat cinta itu datang setelah ada Malik di kehidupannya walau hanya sesingkat saja.

Nabila yang baru pertama kali merasakan CINTA yang jatuh kepada Malik. Pria yang selama ini selalu mengitari mimpinya tiap malam. Nabila jatuh cinta kepada Malik, Pria yang dengan psotur tubuh tinggi dan tegap, Alisnya tebal dan warna bibirnya merah ranum. Rambut hitamnya tertata rapi dngan lesung di kedua pipinya. Yaa Nabila jatuh cinta kepada Malik. Nabila yang selalu memerhatikan sosok Malik tiap saat.
Perkenalan Nabila ke Malik dimulai pada saat di Kantin saat itu dan hingga berlanjut terus. Kedekatan Nabila ke Malik pun semakin membuat harapan Nabila ke Malik untuk menjadi sebuah hubungan pun benar-benar terjadi. Ya akhirnya mereka Jadian!.
Tapi di Balik itu. Nico juga mencintai Nabila. Namun. Nico terlambat. Harapan Nico pupus untuk bisa jadian dengan Nabila. Nico sangat mencintai Nabila hanya saja ia belum berani mengatakannya ke Nabila. Sakit rasanya jika orang yang kita cintai ternyata mencintai orang lain.  Dua hal lagi yang kembali menghantam Nico, dia harus segera ke Amerika untuk menetap disana dan juga Nico mengetahui kalau Malik, pacar Nabila mengidap HIV. Disitulah puncak kekesalan Nico ke Malik.
Nico menghajar habis-habisan Malik. Nico takut jika Malik akan mengancurkan hidup Nabila dengan penyakit yang mengidap pada diri Malik. Semuanya berubah. Hubungan Malik sama Nabila juga mulai sedikit renggang. Nabila bahkan enggan untuk bertemu dengan Malik. Nabila yang baru saja merasakan cinta kini malah takut kehilangan sosok yang ia cintai, Malik.

Malik masih sempat memberikan kebahagiaan pada Nabila walau hanya sebentar karena ia tahu sebelum terlambat ia harus mengatakan sesuatu kepada Nabila. 
“Bil, aku mau Tanya sama kamu. Kamu mencintai fisikku atau mencintai hatiku ?”
“Kenapa ?” Tanya kembali Nabila dengan suara pelan.
Malik perlahan mengenggam jari Nabila. Matanya begitu dalam menatap. “Bill, kalo kamu mencintaiku karena fisik, kamu akan kehilanganku. Bil.”
“Tubuh ini enggak akan ada selamanya. Kenapa ? Karena apa pun yang terlihat oleh mata, akan tiada, Bil. Tapi tidak pada cinta. Karena cinta tidak bisa dilihat, tapi dirasakan. Jadi, kalau sekarang menangis, berarti kamu mencintai fisikku. Yang kamu tahu enggak akan lama lagi akan pergi. Tersenyumlah, Bil. Kalau kamu mencintai hatiku. Karena kamu tahu hati aku akan kekal bersamamu.”
Nabila tersadar. Ia mengerti apa sesungguhnya arti mencintai itu. Malik abadi. Cinta Malik kekal untuknya. Itu membuat dirinya tersenyum dan sedikit tenang, Kini mereka bermain di atas hijaunya rumput. Tawa mereka memecah langit.
Hingga saat sore menjelang. Matahari mulai terbenam.Matahari menutup diri bersama Malik.
“Cinta itu datang untuk pergi…”

Semuanya pergi. Disaat Nabila merasakan kasih sayang dari 2 orang yang ia cintai dan sayangi. Malik yang sudah pergi ke selamanya dan Nico juga pergi ke Amerika untuk menetap. Nabila sedih. Kenapa Cinta itu datang untuk pergi ?
Malik dan Nico. Sosok pria yang sudah hadir di kehidupannya kini pergi. Malik untuk selamanya dan Nico untuk waktu yang tidak diketahuinya.

Dari novel ini bisa kita ambil satu hal. Tentang apa cinta itu sebenarnya dan kita tahu gimana rasanya kehilangan sosok orang yang kita cintai.

VERY RECOMMENDED!!

 

Penulis: Heri Putra
Ukuran: 12.7 x 19 cm
Tebal: ii + 174 hlm
Penerbit: WahyuMedia
ISBN: 979-795-726-8
Harga : Rp. 30.000

 

 

sumber: asiafanfickorea


Sumber: Kabardewata.com

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image