Peluncuran Buku Prof. Dr. I Made Bandem di Tandjung Sari Hotel, Sanur

Peluncuran Buku Prof. Dr. I Made Bandem di Tandjung Sari Hotel, Sanur

SANUR - Seniman sekaligus cendikiawan Bali Prof. Dr. I Made Bandem meluncurkan buku terbarunya pada Selasa, 20 Desember 2022 bertempat di Tandjung Sari Hotel, Sanur. Buku yang diberi judul Masks of Bali: Between Heaven and Hell ini merupakan hasil kolaborasi dengan penulis serta ahli seni Indonesia, Bruce W. Carpenter yang sudah menulis lebih dari dua puluh buku tentang seni Indonesia di antaranya Indonesian Tribal Art (2015) dan Lempad of Bali: The Illuminating Line (2016).

Dalam pidatonya Prof. Bandem menerangkan bahwa butuh proses kurang lebih empat tahun untuk merampungkan buku yang ia sebut sebagai mahakarya ini, proses panjang dimulai dari melakukan riset koleksi di museum-museum nasional hingga ke museum yang berada di Belanda dan Amerika. Dari sini Prof Bandem dan timnya yang bernama Tapel Lestari mengumpulkan dan mendata koleksi topeng Bali yang tersebar di penjuru dunia.

Untuk mendokumentasikan koleksi-koleksi tersebut, timnya dibantu oleh fotographer asal Bandung, Doddy Obenk yang  lama menetap di Bali. Tidak hanya mengabadikan koleksi dari musem tapi buku ini juga menyajikan koleksi topeng bersejarah yang belum pernah didokumentasikan kembali selama lebih dari seratus tahun terakhir, dua diantaranya adalah Topeng Gajah Mada milik Puri Ageng Blahbatuh serta Topeng Ratu Dari duwe Pura Payogan Agung, Desa Ketewel-Gianyar.

Buku Masks of Bali hadir sebagai sebuah standar baru tentang buku seni yang diharapkan bisa menjadi tonggak baru sejarah seni topeng dan mampu menarik minat masyarakat serta generasi muda untuk lebih mencintai seni dan warisan budaya terutama seni topeng Bali. Perjuangan panjang selama empat tahun akhirnya lahir dalam bentuk publikasi mewah yang tak main-main. Di tangan desainer grafis asal Bali, Ni Luh Ketut Sukarniasih, Masks of Bali hadir dengan slip case mewah berisi dua volume dalam satu setnya. Total kedua volume terdiri dari 612 halaman yang memuat lebih dari 1000 ilustrasi foto berwarna.

Sejarah panjang penyebaran seni topeng dari daratan Cina hingga ke Bali disajikan rinci oleh Bruce W. Carpenter dilengkapi ilustrasi peta dan dokumentasi pendukung yang bisa pembaca temukan pada volume pertama buku ini. Sementara koleksi topeng bersejarah dan ratusan topeng lain milik museum, puri, pura dan koleksi pribadi istimewa ditata apik pada volume kedua. Kualitas material kertas, jilid kain berwarna hitam dengan sentuhan stempel emas benar-benar merangkum keistimewaan dari buku ini. Tampak mewah dan elegant dari sisi tampilan.

Dalam acara peluncuran buku yang berdurasi sekitar dua jam, Prof Bandem berhasil menghipnotis para undangan dengan pementasan tari topeng bersama rekannya Prof Dr I Wayan Dibia yang juga merupakan seniman, cendikiawan dan penulis seni Bali. Duet kedua maestro ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para undangan, kala itu Prof Bandem membawakan karakter raja manis sementara Prof. Dibia menarikan karakter Patih Gajah Mada yang penuh wibawa.

Acara peluncuran ini dibuat dengan konsep intimate untuk menciptakan kesan yang lebih akrab, sehingga jumlah tamu yang diundang juga memang diatur tidak melebihi seratus orang. Nama-nama besar Bali tampak terlihat turut hadir diantara para undangan. Beberapa diantaranya adalah arsitek kenamaan Popo Danes dan sang istri Melati Danes yang merupakan seniman tari Bali, pendiri Sanggar Seni Mekar Bhuana Vaughan Hatch dan sang Istri Evie Suyadnyani, turut hadir juga Bapak Pino Confessa sebagai Konsul Kehormatan Italia di Bali.

Dikutip dari press release yang disampaikan bahwa peluncuran buku Masks of Bali ini akan dilanjutkan dengan Grand Launching yang rencananya diadakan di Museum Nasional Jakarta dengan dihadiri oleh Bapak Presiden Joko Widodo selaku penulis dari kata pengantar. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada bulan Januari atau Februari tahun depan. Dicetak dengan edisi terbatas, untuk saat ini buku Masks of Bali bisa dipesan langsung melalui website www.masksofbali.com, sementara untuk pembelian di luar Indonesia bisa dilakukan melalui Amazon dan toko-toko buku utama lainnya.

Arimpranata
Author : Arimpranata

Mempunyai passion dalam bidang investigasi, IT dan menulis. Gus Arim mencoba memberikan warna baru dalam informasi di Kabardewata.

Tuangkan Komentar Anda
Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>
CAPTCHA Image
Reload Image
Berita Terkait