Kabardewata.com

Ekonomi

Potensi Gula Semut Besar, BI Siapkan Skema Bagi Petani di Bali Untuk Ekspor

Kategori Ekonomi, April 28, 2019, Dilihat sebanyak 57 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Potensi petani gula kelapa Bali, khusus di Jembrana untuk menghasilkan gula semut atau brown sugar sangatlah besar. Itu didukung hasil dan kualitas kelapa di Jembrana bisa menghasilkan gula semut terbaik.

Kunjungan petani Bali belajar ke Yogyakarta selain untuk meningkatkan produksi, juga melihat  peluang pasar untuk ekspor.Hasil ini diharapkan dapat berdampingan dengan hilirisasi produk cokelat dan kopi yang sudah mampu ekspor.

Ketua Koperasi Serba Usaha (KSU) Jatirogo (Jaringan Petani Kulon Progo) Dusun Tambak, Desa Triharjo, Kec. Wates Kab. Kulon Progo, FX Hendro Utomo mengatakan, pembuatan gula semut ini dimulai karena pada 2006 petani mengeluh harga gula batok sangat murah, tidak sebanding dengan pekerjaannya mengolah nira atau aren menjadi gula batok. Gula batok hanya dihargai Rp2.500 per kg, sementara harga beras yang menjadi kebutuhan pokok Rp7.500 per kg. Kondisi itu membuat ibu rumah tangga petani gelisah. 

Namun, kondisi itu kini berbalik 180 derajat menyusul berdirinya KSU Jatirogo bebepa tahun kemudian. 

“Setelah ada koperasi yang menangani gula merah, harga gula semut organik naik drastis dan ini meningkatkan pendapatan petani gula mengingat harga gula merah setelah masuk ke koperasi kini di atas Rp20 ribu per kg,” tuturnya.

Diakui karena produk organik sehingga bisa kita jual dengan harga tinggi. Setiap tahun dicek di Lab Belanda untuk memastikan dari awal sampai akhir proses pembuatan gula semut ini benar-benar organik.

Ia pun mengatakan pentingnya pasar yang adil dalam artian produsen bisa mengatur harga sehingga 1.500 petani yang menjadi anggota KSU juga bisa untung. Melalui koperasi Jatirogo, pasar ekspor dikembangkan dengan melihat keinginan dan kebutuhan konsumen serta mengikuti tren pasar. Setiap tahun, mereka bisa mengekspor rata-rata 72 ton per tahun.  

Saat ini harga gula semut untuk ekspor mencapai 3,2 dolar per kg, sementara sebelum diproses sekitar Rp20 per kg.

Ia menyebutkan ada ketentuan grade produk gula semut organik yang ditetapkan di KSU Jatirogo yaitu produk organik berasal dari produk petani organik anggota Internal control system (ICS), produk kering oven dengan kadar air <1,5 persen hingga 2 persen, produk bersih dari kotoran, bersih dari campuran benda asing, aroma khas gula kelapa asli atau aroma unik dan karamel. 

Termasuk warna cokelat muda, rasa manis gula kelapa dan caramel, tidak ada campura gula tebu, tidak ada campuran natrium bisulfit dan ukuran butiran gula semut masih 12-18 atau tergantung permintaan pembeli.   

Sementara itu Penasihat Kelompok Gula Semut Mawar Sari Jembrana Wayan Diandra mengatakan potensi bahan baku gula semut di Jembrana sangat besar, bahkan kualitas gula merah dari desanya sangat bagus Yang perlu mendapat perhatian adalah masalah pengemasan agar bisa memenuhi standar.

Sebelumnya Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Causa Iman Karana mengatakan,"gula semut semakin populer dengan sebutan brown sugar. Dengan nama tersebut, gula yang dibuat dari nira kelapa ini semakin elegan, apalagi jika dikemas dengan kemasan kecil dan disajikan di hotel-hotel berbintang, ujarnya kepada wartawan (26/4/2019), di sela-sela Lokakarya Kebangsentra dan Kehumasan Bank Indonesia Wilayah Provinsi Bali dari tanggal 26 sampai 28 April di Yogyakarta.

Menurut Bapak Causa Iman keistimewaan gula semut adalah memiliki rasa dan aroma yang khas yang berasal dari bahan pembuatnya, yaitu nira. Dibandingkan dengan gula cetak, pengolahan nira menjadi gula semut akan lebih menguntungkan  karena harga jual lebih tinggi dibandingkan dengan gula cetak, berbentuk serbuk sehingga lebih luwes pemakaiannya dibandingkan gula cetak dan lebih mudah penyimpannya serta memiliki umur simpan lebih lama. 

Industri gula semut atau gula merah bubuk di dalam negeri mampu menghasilkan produk yang diminati pasar internasional. Meski pengolahannya masih banyak dilakukan secara konvensional, namun produk gula semut telah berhasil menembus pasar ekspor ke beberapa negara seperti Amerika, Eropa, Srilanka, Australia dan Jepang. 


Sumber: Kabardewata.com

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image