Kabardewata.com

Ekonomi

IMF-WBG AM 2018, Perluasan Apron Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Sudah Lebih 96%

Kategori Ekonomi, September 19, 2018, Dilihat sebanyak 32 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, menargetkan akhir September 2018 proyek apron sudah siap menjalani verifikasi terakhir dari Kementerian Perhubungan sehingga digunakan sebelum pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia, Oktober 2018

Manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai menyatakan pengerjaan tiga paket pekerjaan meliputi konstruksi apron barat seluas 8 hektare (ha), konstruksi apron timur, dan pemindahan pengolahan limbah serta gedung VVIP sudah di atas 96% dari target. Saat ini pekerja masih mengebut penyelesaian seperti pagar, taman, hingga pemasangan ukiran di tembok.

 Co. General Manager (GM) Bandara I Gusti Ngurah Rai Sigit Herdiyanto menyatakan seluruh pengerjaan akan rampung pada akhir September 2018. Penyelesaian proyek senilai Rp2,2 triliun itu akan dikebut untuk dapat segera diverifikasi karena direncanakan mulai digunakan pada Oktober 2018.
 
"Akhir September 2018 diusahakan selesai karena Oktober 2018 sudah mulai segera diselesaikan tiga paket itu. Rencana sertifikasi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) September 2018, kalau kemarin itu masih asistensi," jelasnya, baru-baru ini.
 
Berdasarkan data Bandara I Gusti Ngurah Rai, penyelesaian paket 1 meliputi pematangan lahan pantai sisi barat dan konstruksi apron barat seluas 8 ha sudah mencapai  99,14%.

Kepala Humas Bandara Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim menuturkan jika pekerjaan apron selesai, maka bandara akan mendapatkan tambahan kapasitas berupa 10 parking stand. Masing-masing parking stand bisa menampung 13 unit pesawat narrow body atau jika dihitung secara total maka kapasitasnya sebanyak 130 unit pesawat setiap hari.

Kami optimis karena proyek sudah mendekati selesai," kata Kepala Hubungan Masyarakat Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim saat meninjau pengerjaan proyek apron di bandara setempat di kawasan Tuban, Kabupaten Badung, Bali.
     
Arie mencatat hingga 15 September 2018, pengerjaan apron barat seluas 8 hektare dengan cara mereklamasi lahan perairan, sudah mencapai 99,1 persen.    
     
Proyek apron yang masuk paket I itu akan digunakan untuk mengakomodasi jangka pendek yakni mengantisipasi tingginya lalu lintas pesawat ketika perhelatan akbar pertemuan IMF dan Bank Dunia berlangsung.
     
Proyek pengerjaan apron atau tempat parkir pesawat di sebelah barat bandara yang dikerjakan kontraktor BUMN PT Pembangunan Perumahan (PP) itu merupakan bagian dari pengembangan apron yang memakan lahan seluas 35,75 hektare.
     
Sedangkan untuk pengembangan apron seluas 35,75 hektare itu yang diproyeksikan untuk kebutuhan jangka panjang, saat ini sudah mencapai 71,8 persen, atau melampaui target pada minggu ke-27 yang sebelumnya ditargetkan mencapai 69,2 persen. 
     
Sementara itu untuk proyek paket II yakni apron timur dan pemindahan fasilitas pengelolaan limbah saat ini sudah memasuki 97,4 persen. 
     
Pihaknya memperkirakan apron barat seluas 8 hektare dan apron timur dapat menampung total 10 pesawat berbadan sedang termasuk pesawat berbadan besar. 
     
Untuk paket III yakni pengerjaan gedung VVIP, Base Ops Pangkalan Udara Ngurah Rai dan perlengkapan untuk maskapai penerbangan, lanjut Arie, pembangunannya sudah mencapai 96 persen. 

Dia mengungkapkan pengembangan bandara berkapasitas maksimal 25 juta penumpang per tahun ini belum rampung. Pengembangan untuk sisi barat bandara baru akan dibahas kembali usai IMF-WBG Annual Meeting 2018.

Saat ini, dari rencana perluasan apron 35,7 ha, baru 8 ha yang sudah direalisasikan


Sumber: Kabardewata.com

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image