Kabardewata.com

Warga Sesetan Gelar Tradisi “Omed-Omedan”

Kategori , April 02, 2014, Dilihat sebanyak 199 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Denpasar, Bali. Tradisi Nyepi Masyarakat Banjar Kaja Kelurahan Sesetan menggelar tradisi unik yang dikenal dengan  “Omed-omedan”  dan  selalu digelar setiap tahun pada saat Ngembak Geni ( sehari setelah Nyepi ). Omed-omedan sendiri diselenggarakan oleh pemuda dan pemudi asli Banjar Kaja Sesetan dengan cara tarik-tarikan hingga ciuman sebagai wujud kebahagiaan di saat Ngembak Geni
 
Pelaksanaan Tradisi omed-omedan identik dengan ciuman antara pemuda pemudi. Namun, sesuai artinya omed-omedan memiliki arti tarik-tarik menarik. Masyarakat Banjar Kaja menolak keras tudingan image atau kesan bahwa omed-omedan identik dengan ciuman. Tradisi ini hanya sebagai bentuk luapan kebahagiaan Pemuda-Pemudi saat melakukan Omed-omedan usai melalukan perayaan Nyepi sehari penuh.
 
Kepala Lingkungan Banjar Kaja mengatakan “Omed-omedan merupakan salah satu warisan tradisi. Tujuan diantaranya kita mensyukuri berlalunya tahun baru saka yang lama dan menyambut tahun saka yang baru. Didalam mesyukuri itu salah satu bentuknya ini (tradisi Omed-omedan) untuk melekatkan silahturahmi sesama anak muda sekitar Banjar Kaja Sesetan,” ungkap Made Sukaja.
 
Dalam pelaksanaan omedan-omedan hari ini Selasa (01/04) sejumlah pemuda-pemudi mengalami kerauhan (kesurupan dalam istilah Bali) usai melaksanakan tradisi omed-omedan.  hal ini menurut Made Sukaja sebagai restu di Pura Banjar Kaja.
 
“Kita memang percaya dengan sesuatu yang tidak kelihatan, berarti kita percaya dengan dengan semacam ini bahwa Pura ini ada yang melinggih (menghuni dalam istilah Bali) yang memberikan restu kepada kegiatan ini tentu itu bukti bahwasannya beliau ada disekitar kita. Sehingga kami selamat melaksakannya dan jalan acara ini hari lancar.  Salah satu diantaranya beliau sudah ada disekitar kita untuk merestui kegiatan ini itu bentuk keperjacayaan kami,” Paparnya.
 
Omed-omedan dipersembahkan untuk memperkaya Hasanah Budaya Kota Denpasar dan mewujudkan Denpasar sebagai Kota Budaya. Dalam Perda No.8 tentang Pola dasar Pembangunan Kota Denpasar tahun 2001-2005 (2001:45/c) diprogramkan bahwa tradisi Omed-omedan di Bajar kaja Sesetan dicantumkan sebagai sarana dan prasarana “adat dan budaya untuk mendukung atraksi wisata”. Omed-omedan merupakan ikon yang sudah mendunia.
 
“kami disini cukup bahagia bisa melaksanakan tradisi warisan budaya yang telah turun temurun kami warisankan di Banjar Kaja. Kami sendiri total sekitar 350 orang namun setengah dari kami ada yang bekerja diluar dan sekolah diluar,” ungkap Ketua Muda-Mudi Bajar kaja I Putu Arya Wiranatajaya saat ditanya mengenai pelaksanaan tradisi omed-omedan.

Sumber: Kabardewata.com

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image