Kabardewata.com

Siswa SD dan Wisman Lepas 850 Tukik di Pantai Serangan

Kategori , October 09, 2014, Dilihat sebanyak 227 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Puluhan siswa seklah dasar di Desa Serangan bersama The Turtle Conservation and Education Center (TCEC) serta wisatawan asing melepas sebanyak 850 ekor tukik di pantai Surfing BTID Serangan,  kemarin.  Selain ratusan tukik, ada 2 penyu hijau dewasa turut dilepas ke laut luas.

Manajer pengelola TCEC/ Konservasi dan Pusat Pendidikan Penyu Serangan, Wayan Geria mengatakan pelepasan tukik tersebut untuk mengedukasi kepada anak-anak bagaimana kehidupan tukik. “Secara teori anak-anak SD yang berlibur telah belajar di ruang kelas, menonton film presentasi tentang tukik, dan sekarang mereka melihat langsung di lapangan bagaimana tukik itu hidup, persis di film yang mereka tonton,” jelasnya.

Anak-anak SD yang berbaur dengan anak-anak bule melepas sembari menyaksikan tukik berguling-guling sesaui irama ombak. Wajah mereka tampak senang dan penuh tawa ketika bisa menyaksikan binatang langka tersebut akan hidup di tempat baru yang lebih luas. Ombak yang menghadang seakan tidak membuat anak-anak takut, bahkan mereka menikmati deburan ombak membasahi kaki dan sebagian tubuhnya.

Salah satu siswa SDN 3 Serangan, I Wayan Lois mengaku senang bisa meepas tukik. “Penyu perlu dilindungi, supaya nanti kita bisa melihat tukik yang kecil ini berubah menjadi dewasa. Ini pertama kali, saya senang,” jelasnya. Senada dengan Wayan Lois, seorang wisatawan asal Australia bernama Helen merasakan hal spesial ketika bisa melepas tukik bersama dua putrinya. “I think very special,” ujarnya yang baru pertama kali ikut terlibat dalam kegiatan sosial pelesaan tukik ini.

Setelah melepas tukik, rombongan volunteer selanjutnya diberikan kesempatan melihat tempat penangkaran telur, tukik, serta penyu. Ada penangakaran telur penyu tampak beberapa gundukan pasir yang dilingkari dengan kawat khusus. Setiap gundukan berisi keterangan waktu bertelur, jumlah hingga perkiraan telur akan menetas. Selain dari pantai Serangan ternyata ada telur yang dikirim dari pantai Saba dan pantai Jempai. Tercatat pada papan di atas gundukan pasir, waktu bertelur tanggal 13 September 2014 dengan jumlah 60 butir diperkirakan menetas sekitar tanggal 30


Sumber: Kabardewata.com

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image