Kabardewata.com

Sejarah Hari Ini

1979 - Meninggalnya Sid Vicious, Bassis Sex Pistols Karena OD

Kategori Sejarah Hari Ini, February 02, 2016, Dilihat sebanyak 476 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Sid Vicious (nama asli: John Simon Ritchie-Beverely, lahir di London, Inggris, 10 Mei 1957 – meninggal di New York, Amerika Serikat, 2 Februari 1979 pada umur 21 tahun) adalah penyanyi dan bassis punk asal Inggris yang merupakan anggota band Sex Pistols.

Biografi

Sid Vicious lahir dengan nama John Simon Ritchie di Lewisham, London pada tanggal 10 Mei 1957. Ia lahir dari pasangan John dan Anne Ritchie. Ibu Sid, Anne dikeluarkan dari sekolah karena prestasi akademik yang buruk. Ia lalu memutuskan bergabung dengan RAF. Di sana, ia bertemu dengan John, yang kelak menjadi ayah Sid. John bekerja sebagai penjaga Istana Buckingham sekaligus sebagai pemain trombon di skena musik jazz London. Sid, tidak lama setelah ia lahir, pindah bersama ibunya ke Ibiza, Spanyol. Rencananya, ayahnya akan menyusul begitu keadaan keuangan membaik. Begitu mengetahui kiriman uang darinya yang selalu terlambat, Anne sadar bahwa ayah Sid itu tidak akan datang. Pada tahun 1965, Anne kemudian menikahi Christoph Beverley dan pindah ke Kent. Nama belakang Sid berubah dari Ritchie menjadi Beverley.

Ayah tiri Sid itu meninggal enam bulan kemudian akibat penyakit kanker. Pada tahun 1968, Sid dan ibunya pindah menyewa sebuah kamar apartemen di Turnbridge Wells. Tahun 1971, ibu dan anak itu pindah lagi ke Hackney, di London Timur. Sid juga pernah beberapa lama tinggal di Somerset.

Sid pertama kali bertemu dengan John Lydon pada tahun 1973. Mereka berdua siswa di Hackney Technical College. Dalam penggambaran Lydon, Sid itu orang yang punya selera berpakaian buruk. Meski begitu mereka berdua punya selera musik yang sama. Mereka sama-sama menyukai lagu-lagu David Bowie.

Di usia 17 tahun, Sid sudah mulai nongkrong seputar London. Ia punya kelompok pertemanan yang bernama ‘’Four John’’ karena orang-orang di dalamnya semua memilik nama depan John. Sid yang memiliki nama asli John Beverley, lalu John Lydon, lalu ada John Wardle, serta John Gray. Tempat favorit mereka adalah toko pakaian bernama SEX milik Malcolm McLaren dan Vivienne Westwood.

Nama populer Sid Vicious yang ia pakai asalnya dari nama hamster peliharaan Lydon yang bernama Sid juga. Sid pernah digigit oleh hamster itu lalu berteriak “Sid ini benar-benar ganas!!!”

Untuk memperoleh uang, mereka sering mengamen dengan Sid memainkan tamborin. Mereka memainkan lagu-lagu Alice Cooper. Orang-orang memberikan uang kepada mereka agar cepat-cepat berhenti bernyanyi dan tidak mengganggu lagi.

Karier musik

Pra-Sex Pistols
Sid memulai karier musiknya sebagai personil band The Flowers of Romance. Di band itu ia bergabung bersama Keith Levene (eks personil The Clash yang di kemudian hari bekerjasama dengan Lydon membentuk Public Image Limited), Palmolive, dan Viv Albertine (yang kemudian membentuk band The Slits). Sid juga pernah tampil memainkan drum untuk Siouxsie and the Banshees pada pertunjukkan pertama mereka di Festival Punk 100 Klub di London.

Sex Pistols
Menurut beberapa terbitan seperti biografi punk karangan Jon Savage, England’s Dreaming serta film-film seperti The Filth and the Fury, Sid diminta bergabung dengan Sex Pistols setelah ditinggal Glen Matlock bulan Februari 1977. Pemilik toko SEX yang sekaligus manajer Sex Pistols, Malcolm McLaren mengklaim "jika Johnny Rotten adalah cerminan suara punk, maka Sid Vicious adalah perangainya". McLaren juga mengatakan jika ia bertemu Sid sebelumnya, pasti orang itu yang akan ia jadikan punggawa, bukannya Rotten. Alan Jones menggambarkan Sid sebagai orang yang memiliki tampilan ikonik punk. Kukunya dicat dengan asal-salan dengan cat kuku warna ungu.

Sid tampil pertama kali dengan Sex Pistols pada tanggal 3 April 1977. Kemampuan musik Sid memang tidak bagus tapi ia menutupinya dengan karisma punk. Ia sering membuat dirinya babak belur setelah sebelumnya memancing keributan dengan penonton. Pada suatu tur musik ke AS bulan Januari 1978, ia menggoreskan kata Gimme a fix di dadanya. Di konser Dallas, Texas, ia meludahi penonton dan mengejek-ejek mereka "koboi".

Bulan Maret 1977, Sid bertemu Nancy Spungen dan mulai berkencan. Sid mulai menunjukkan keretakan dengan bandnya sepanjang tur AS tersebut. Sex Pistols resmi bubar diSan Fransisco setelah konser mereka di Winter Ballroom tanggal 14 Januari 1978.

Pasca Sex Pistols
Dengan Nancy bertindak sebagai manajernya, Sid menempuh solo karier. Sid juga sering tampil dengan banyak musisi antara lain seperti Mick Jones dari The Clash, Glen Matlock eks bassis Sex Pistols, Rat Scabie dari The Damned, Arthur Kane dari New York Dolls, Jerry Nolan, dan Johnny Thunders. Penampilan Sid kebanyakan dilakukan di Max, di Kansas City.

Kematian
Pagi tanggal 12 Oktober 1978, Sid mengatakan terbangun masih sempoyongan efek mabuk ketika menemukan Nancy Spungen terbujur kaku di lantai kamar mandi kamar hotel mereka di Hotel Chelsea, Manhattan, New York. Kematiannya diakibatkan satu tusukan di abdomen yang membuatnya mati kehabisan darah. Pisau yang digunakan untuk menusuk adalah pisau yang dibeli Sid. Ia kemudian ditahan dengan tuduhan pembunuhan. Menurut pengakuan Sid, malam itu mereka sempat bertengkar tapi Sid bersikeras tidak pernah menusuk Nancy. Sid tidak terlalu ingat, tapi kira-kira dalam pertengkaran itu, Nancy kemudian jatuh tertusuk pisau.

Tanggal 22 Oktober 1978, sepuluh hari setelah kematian Nancy, Sid mencoba bunuh diri dengan mengiris pergelangan tangannya menggunakan pecahan bohlam. Sid dilarikan ke Rumah Sakit Bellevue. Tidak lama setelah itu, Sid kembali berulah. Ia berkelahi dengan Todd Smith (kakak Patti Smith) di konser Skafish. Sid ditahan tanggal 9 Desember 1978 lalu dikirim ke penjara Rikers Island selama 55 hari. Ia dibebaskan dengan uang jaminan pada 1 Februari 1979.

Sore hari tanggal 2 Februari 1979, perayaan kecil diadakan untuk menyambut Sid yang sudah bebas. Perayaan itu diadakan di apartemen Michele Robinson, pacar baru Sid, diNew York. Sid sudah bersih dari narkoba setelah menjalani program rehabilitasi selama berada di penjara Rikers Island. Tapi dalam acara itu, Anne, ibu Sid yang juga pernah pecandu narkoba diam-diam punya stok heroin yang diberikan oleh kekasihnya, Peter Kodick. Sid sempat overdosis malam itu tapi orang-orang yang ada di acara itu berusaha menolong dan untungnya Sid masih bisa selamat.

Subuhnya, sekitar jam 3 pagi, sersan polisi NYPD Richard Houseman mengatakan Sid menginginkan heroin lagi tapi Michele menolak memberikannya. Michele kemudian menceritakan igauan Sid itu ke Anne.

Dalam wawancara dengan jurnalis Alan Parker sebelum meninggal pada tahun 1996, Anne mengaku ia memberikan dosis heroin yang fatal ke Sid subuh itu. Anne tidak menjelaskan alasannya, tapi Alan menduga itu adalah upaya Anne untuk mencegah Sid kembali masuk penjara.

Sid ditemukan meninggal pada pagi harinya. Beberapa hari kemudian setelah Sid dikremasi, Anne menemukan pesan bunuh diri di saku jaket Sid. Bunyinya : "Kami memiliki pakta kematian dan aku harus menepatinya. Tolong kuburkan aku di samping kekasihku. Kuburkan aku dengan mengenakan jaket kulit, jins, dan sepatu bot. Selamat tinggal."

Sid tidak bisa dimakamkan bersama dengan Nancy karena Sid bukan Yahudi seperti Nancy. Meski begitu menurut buku Please Kill Me : The Uncensored Oral History of Punkkarangan Legs McNeil and Gillian McCain, ibu Sid dan Jerr Only dari Misfits menebarkan abu Sid di makam Nancy.


Sumber: wikipedia

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image