Mengapa Anjing Pelacak Tak Bisa Temukan Angeline? Ini Penjelasannya

Mengapa Anjing Pelacak Tak Bisa Temukan Angeline? Ini Penjelasannya

DENPASAR - Setelah kabar hilangnya Angeline pada 16 Mei 2015, polisi sempat mengerahkan anjing pelacak dalam pencarian Angeline. Itu dilakukan pada 18 Mei dan 2 Juni lalu.

Namun, dalam dua upaya pencarian yang menyisir sudut-sudut rumah serta pekarangan ibu angkat Angeline di Jalan Sedap Malam 26 Denpasar, Bali itu, keterlibatan anjing pelacak belum membuahkan terungkapnya keberadaan Angeline.

Oleh karena itu, sejumlah warga jadi bertanya-tanya sejauh mana keandalan aparat kepolisian beserta anjing pelacaknya tatkala kemarin terungkap bahwa Angeline ternyata dikubur di area rumah yang sebelumnya sudah diubek-ubek kepolisian dan anjing pelacak.

Pertanyaan-pertanyaan dari warga itu antara lain diungkapkan dalam komentar-komentar di fanpage Tribun Bali kemarin, tak lama setelah jenazah Angeline ditemukan.

Apalagi, tidak hanya anjing pelacak, pihak kepolisian juga mengerahkan pula “orang pintar” atau paranormal dalam upaya pencarian. Berdasarkan catatan Tribun Bali, setidaknya ada 5 “orang pintar” yang dilibatkan oleh pihak kepolisian dalam pencarian Angeline.

Hasil penerawangan paranormal itu secara umum menyatakan bahwa Angeline masih hidup, cuma dia sedang disembunyikan oleh makhluk gaib “penunggu” sekitar rumah ibu angkat Angeline, yakni Margareith.

Padahal, hasil pemeriksaan ilmiah melalui autopsi yang dilakukan oleh Bagian Kedokteran Forensik RSUP Sanglah Denpasar kemarin menyebutkan bahwa Angeline telah meninggal dunia setidaknya sejak 3 minggu yang lalu.
Hasil autopsi itu sangat mendekati realitas, karena Angeline dilaporkan hilang sejak 16 Mei.

Mengenai sorotan terhadap kinerja anjing pelacak kepolisian, Kapolda Bali, Inspektur Jenderal (Irjen) Ronny F Sompie beralasan bahwa anjing pelacak hanya mampu mendeteksi jejak-jejak yang bersentuhan dengan tanah.

Oleh karena itu, menurut Kapolda, jika usai penganiayaan dan pembunuhan terhadap Angeline, pelaku kemudian membungkus jasad Angeline dan mengangkatnya menuju ke suatu tempat, maka tempat itu susah untuk tercium jejaknya oleh anjing pelacak.

“Karena itu, manusia harus ambil bagian pula dalam pelacakan, dan hari ini (kemarin, red) akhirnya kita berhasil mengungkap dimana lokasi Angeline,” kata Ronny, Rabu (10/6/2015).

“Karena itu, manusia harus ambil bagian pula dalam pelacakan, dan hari ini (kemarin, red) akhirnya kita berhasil mengungkap dimana lokasi Angeline,” kata Ronny, Rabu (10/6/2015).

Namun demikian, Kapolresta Denpasar, Komisaris Besar (Kombes) AA Sudana mengatakan bahwa pihaknya sudah bekerja dengan maksimal dalam pencarian Angseline.

Namun demikian, Kapolresta Denpasar, Komisaris Besar (Kombes) AA Sudana mengatakan bahwa pihaknya sudah bekerja dengan maksimal dalam pencarian Angseline.

Begitupun pemeriksaan terhadap Margareith yang hingga tiga kali, dilakukan sesuai prosedur. Dalam pemeriksaan, kepolisian menghadirkan kepala lingkungan dan menuangkan hasil pemeriksaan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

"Kita selama ini sudah berusaha bekerja maksimal, dan hari ini membuahkan hasil," ucap Sudana yang mantan Kabid Propam Polda Bali. (*)

 

Sumber: tribunbali

Tuangkan Komentar Anda
Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>
CAPTCHA Image
Reload Image
Berita Terkait