Kabardewata.com

Indonesia Jadi Tuan Rumah Kongres ke-41 Kedokteran Militer Sedunia di Bali

Kategori , May 18, 2015, Dilihat sebanyak 156 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Indonesia menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya dalam The 41st International Committee of Military Medicine (ICMM) World Congress on Military Medicine 2015 yang berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali pada 17 Mei sampai dengan 22 Mei 2015. Forum Internasional dalam bidang military medicine ini merupakan bukti peran aktif Kementerian Pertahanan dan TNI dalam misi kemanusiaan di bawah payung ICMM.

Kongres Internasional yang diselenggarakan tiap dua tahun sekali di bidang military medicine ini terselenggara atas kerjasama antara Kementerian Pertahanan, Pusat Kesehatan TNI, Direktorat Kesehatan TNI AD dan Perhimpunan Kedokteran Militer Indonesia (Perdokmil). Kongres ini juga menjadi soft power diplomacy dalam mengangkat peran Indonesia di kancah percaturan militer dunia. Kongres Internasional ini merupakan ajang tukar-menukar informasi, teknologi, pengalaman, lesson learn dari misi-misi kesehatan militer sedunia, baik dalam Operasi Militer Perang (OMP) ataupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka secara resmi Kongres ke-41 Kedokteran Militer Sedunia (ICMM) di Nusa Dua Convention Center, Bali, Senin. Dalam sambutannya menyatakan mendukung kongres kedokteran militer yang membahas bagaimana peran dokter militer berperang dalam bencana yang terjadi di dunia dan konflik.

"Saya sebagai Ketua PMI punya pengalaman dengan dokter militer saat hadapi bencana. Dari 50 lebih negara yang datang saat musibah tsunami di Aceh, semua datang dengan dokter militer. Mereka paling cepat gerak dan kurangi akibat bencana yang terjadi," kata Wapres.

Begitu juga bencana lainnya seperti gempa bumi di Nepal. Indonesia mengirim dokter militer karena kemampuan lapangan dan peralatan yang baik.

Kongres ke-41 ICMM ini diikuti oleh 643 peserta dari 77 negara akan hadir pada Kongres tersebut.  Sementara itu, 145 pembicara  internasional dan nasional akan memberikan pandangan-pandangannya sesuai dengan bidang keahliannya.  Diantaranya, 67 pembicara internasional berasal dari 30 negara yaitu Algeria, Belarus, Belgium, Congo, France, Germany, Greece,  Indonesia, Iran, Jordan, Oman, Mauritanian, Nigeria, Pakistan, Poland, Qatar, Saudi Arabia, Senegal, Serbia, Sri Lanka, Thailand, Tunis, Turkey, UAE, UK, dan Amerika Serikat.  Selanjutnya, terdapat 240 abstract, yang akan dibawakan oleh 127 presenter; free paper presenter dari 26 negara dan 113 poster presenter dari 12 negara.


Sumber: Kabardewata.com

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image