Yayasan Dwijendra Sambut Baik Vaksinasi Guru dan Tenaga Kependidikan

Yayasan Dwijendra Sambut Baik Vaksinasi Guru dan Tenaga Kependidikan

Pemerintah telah menggulirkan program vaksinasi guru dan tenaga kependidikan, Rabu (24/2/2021). 

Vaksinasi guru dan tenaga kependidikan ini diharapkan mempercepat terlaksananya pembelajaran tatap muka (PTM). 

Bila vaksinasi berjalan lancar, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tak menutup kemungkinan, PTM kembali dilaksanakan mulai Juli 2021. 

Ketua Yayasan Dwijendra, Dr. I Ketut Wirawan menyambut baik canangan Kepala Negara. 

Pihaknya yang membawahi sejumlah unit mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Perguruan Tinggi pun disebut siap menyukseskan program vaksinasi Covid-19.

"Jadi pemberian vaksin untuk guru dan tenaga kependidikan yang ada adalah sangat bagus. Cuma waktunya yang harus diatur dengan baik. Kalau kami di Dwijendra ada 332 guru dan tenaga kependidikan," kata Wirawan kepada Kabar Dewata di Denpasar, Sabtu (6/3/2021). 

"Nanti bagaimana caranya, bergilir atau dibagi-bagi melalui puskemas, kami akan tunggu panggilan dari pemerintah," sambungnya. 

Wirawan menilai, vaksinasi ini memberikan angin segar bagi dunia pendidikan Tanah Air. 

Hal itu relevan, mengingat dalam satu tahun terakhir, pola pembelajaran dan pendidikan di Indonesia tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Oleh karenanya, seluruh unsur guru dan tenaga kependidikan ini wajib menyukseskan program vaksinasi ini. 

"Dengan divaksinnya guru kami disini, jelas dengan vaksinnya ini kan kami akan tenang dalam menghadapi pandemi Covid-19," ujarnya. 

Ditanya tingkat kerawanan PTM, mengingat hanya guru dan tenaga kependidikan yang divaksin, Wirawan meminta pemerintah juga memikirkan kesehatan dan keselamatan para peserta didik. 

Namun, pemberian vaksin Covid-19 kepada peserta didik juga harus didasari dari klasifikasi usia.

Mengingat, sasaran vaksinasi ini hanya untuk masyarakat berusia 18 hingga 59 tahun termasuk lansia. 

"Karena memang untuk anak-anak, karena masalah usia, mereka belum divaksin. Nah, bagaimana nanti kebijakannya, kita tunggu saja arahan pemerintah," ucapnya. 

Dalam mendukung rencana PTM, Wirawan memastikan, Dwijendra telah menyiapkan seluruh hal yang diperlukan. 

Persiapan itu mulai dari pengaturan kelas sesuai standar jaga jarak, ketersediaan lokasi cuci tangan, dan hand sanitizer, hingga pengaturan jam belajar. 

Pengaturan jam belajar tujuannya untuk mencegah kerumuman. 

Kerumuman diakui sulit dibendung, ketika peserta didik dijadwalkan pulang dalam waktu berbarengan. 

"Tetap protokol kesehatan. Tentu tidak bisa dilaksanakan seketika. Jadi kita sudah siapkan jauh hari. Bahkan kami dimasing-masing unit juga telah melakukan simulasi," bebernya.

"Simulasi ini untuk mematangkan penerapan protokol kesehatan. Seluruh sarana kami pastikan sudah siap. Intinya kami juga ingin mencegah munculnya klaster baru," pungkas Wirawan.




Tuangkan Komentar Anda
Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>
CAPTCHA Image
Reload Image