Kabardewata.com

Sosial Budaya

Wapres Dapat Pemaparan Tentang Simantri, Berikut Penjelasannya

Kategori Sosial Budaya, May 09, 2016, Dilihat sebanyak 163 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Gubernur Bali Made Mangku Pastika memaparkan keunggulan perangkat Kantung Penampung Biogas dan Desulfurizer yang berfungsi menghilangkan kandungan sulfur (belerang)  pada biogas hasil olahan kotoran sapi kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla saat melaksanakan kunjungan kerja ke Simantri 355 Poktan Giri Lestari Ds.
Bangli, Baturiti, Tabanan, Jumat (6/5). Menurut Gubernur Pastika, hilangnya kandungan sulfur pada biogas akan mengurangi korosi pada peralatan yang memanfaatkan biogas tersebut. Hasil temuan Prof. Cokorda Tirta Nindia, ketua riset Fakultas Teknik Mesin Udayana tersebut lebih jauh dijelaskan Pastika juga bisa disambungkan langsung dengan genset berkapasitas 1000Kwh karena sudah merupakan gas murni dan zero emisi. “setelah diolah dengan peralatan ini, kandungan sulfur pada biogas yang sudah dihasilkan Simantri akan hilang. Sehingga kendala selama ini yang dialami, yakni peralatan cepat rusak akibat korosi bisa ditangani, jadi kompor, lampu dan lainnya akan lebih awet. Dan ini juga bisa disambungkan langsung ke dalam genset, ini juga nol emisi,” beber Pastika.

Lebih jauh menurut Gubernur Pastika, dengan teknik booting, biogas non sulfur tersebut juga bisa ditampung kedalam tabung ukuran 12 kg sehingga efektif untuk dipindah-pindah. “Kalau sudah ditampung ke dalam tabung, saya rasa ini akan efektif, karena nantinya tinggal dibawa kerumah masing-masing untuk dimanfaatkan untuk memasak, sehingga tidak perlu membeli gas lagi,” imbuh Pastika. Mengingat banyaknya manfaat yang dihasilkan, peralatan tersebut saat ini sudah diujicoba kebeberapa Simantri yang tersebar di Bali, untuk selanjutnya akan dikembangkan melengkapi masing-masing unit Simantri.

Keterangan Pastika juga ditambahkan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali, IB. Wisnu Ardhana, yang memaparkan Simantri secara umum sebagai integrasi kegiatan sektor pertanian dengan sektor pendukungnya baik secara vertikal maupun horizontal sesuai potensi masing-masing wilayah dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya lokal yang ada. Kegiatan integrasi yang dilaksanakan juga berorientasi pada usaha pertanian tanpa limbah (zero waste) dan menghasilkan 4 F (food, feed, fertilizer dan fuel). Kegiatan utama yang dilaksanakan yakni mengintegrasikan usaha budidaya tanaman dan ternak, dimana limbah tanaman diolah untuk pakan ternak dan cadangan pakan pada musim kemarau dan limbah ternak (kotoran & urine) diolah menjadi bio gas, bio urine, pupuk organik dan bio pestisida. Dengan produk-produk tersebut yang bisa dijual ke sektor pertanian, menurutnya diharapkan dapat menghasilkan pendapatan tambahan bagi para petani, yang apabila sudah berhasil memproduksi dalam jumlah besar akan bisa mensejahterakan para anggotanya.

Wakil Presiden, Jusuf Kalla, mengaku sangat bangga dan mengapresiasi program yang sudah dilaksanakan Pemprov Bali karena sudah mampu meningkakan kesejahteraan masyarakat di bidang pertanian. Sebagai bentuk dukungan terhadap program Simantri yang saat ini sudah berjalan sekitar 540 unit, Jusuf Kalla berjanji akan segera menambah realisasi program tersebut bagi masyarakat Bali. “Program ini sangat bagus bagi masyarakat, oleh karena itu, Simantri yang saat ini menurut Gubernur Bali sudah terlaksana di Bali sebanyak 540 unit, akan saya tambah lagi 500 unit melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI,” ujar Jusuf kalla.

Ketua Gapoktan Sapta Kerta Buana, Wayan Runca Wijaya, yang membawahi Simantri 355 Poktan Giri Lestari dengan Ketua Simantri,  Wayan Karya, menjelaskan hasil olahan kotoran dan urine ternak sapi sangat mendukung pertanian organik yang dikembangkan didaerahnya. Dari kotoran yang dihasilkan perhari, menurutnya kelompoknya sudah berhasil menghasilkan produksi  bio urine sebanyak 100 liter/hari, pupuk organik sebanyak 100kg/hari, serta biogas yang sudah dimanfaatkan untuk keperluan beberapa anggota. Untuk pemeliharaan ternak sapi pun sudah berkembang dengan tambahan 7 ekor anak sapi, dan saat ini pun 10 ekor induk ternak masih dalam keadaan hamil. Ia mengaku sangat senang dengan manfaat-manfaat yang didapat, walaupun belum ada keuntungan materi yang didapat. “Dengan manfaat-manfaat tambahan yang didapat selain peternakan, seperti bio gas, serta pupuk organik dan bio gas yang bisa dimanfaatkan untuk peternakan, bagi kami itu sudah cukup, setidaknya hasil pertanian kami bisa meningkat. Jadi kami belum memikirkan keuntungan materi, mungkin setelah kebutuhan pertanian kami akan pupuk sudah terpenuhi, mungkin disitu baru kami akan jual keluar sehingga bisa mendatangkan keuntungan ,” ujar Wijaya.
 
Pada Kesempatan itu, Gubernur Pastika juga mengajak Jusuf Kalla untuk mengunjungi UPT. Balai Inseminasi Buatan Daerah Provinsi Bali, yang mengembangkan Inseminasi Buatan (IB) atau sering disebut Kawin Suntik  yang khusus dilakukan pada ras Sapi Bali. Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali, Putu Sumantra, memaparkan IB merupakan tehnik memasukan mani atau semen kedalam alat reproduksi ternak betina sehat untuk dapat membuahi sel telur dengan menggunakan alat inseminasi buatan sehingga ternak betina bisa bunting. Program Inseminasi Buatan mempunyai peran yang sangat strategis dalam usaha meningkatkan kualitas dan kuantitas bibit. Dalam rangka meningkatkan produksi dan produktivitas ternak, teknologi IB salah satu upaya penyebaran bibit unggul yang memiliki nilai praktis dan ekonomis yang dapat dilakukan dengan mudah,murah dan cepat. “Kalau dengan cara konvensional, satu pejantan hanya bisa membuahi satu betina, namun dengan teknik IB ini kami bisa membuahi 100 betina sekaligus, sehingga ternak yang dihasilkan bisa lebih banyak, dan kualitasnya pun bisa dijaga, karena kami bisa memilih kualitas semen yang akan membuahi,” ujar Sumantra. Pada kesempatan itu turut juga diperagakan cara menampung mani/semen dari sapi pejantan, untuk kemudian diteliti kualitasnya didalam laboratorium UPT tersebut. “Setelah ditampung, mani tersebut akan kami cek di Lab, mani yang kualitasnya bagus akan kami ambil selanjutnya kami pakai untuk pembuahan,”


Sumber: redaksi

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image