Kabardewata.com

Sosial Budaya

Sing Ke Peken Sing Gaul, Anak Muda Kekinian Enggan ke Pasar Tradisional?

Kategori Sosial Budaya, December 22, 2015, Dilihat sebanyak 340 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Area Pasar Badung, Denpasar, Bali sajikan pemandangan jalanan yang becek, dan bau menyengat pada Sabtu (19/12/2015) malam lalu. Saat itu, wilayah tersebut diguyur hujan. Meski demikian, panitia Jelajah Pasar tetap mendirikan tenda dan bersiap melakukan kegiatan caturwulan ini.

Kegiatan itu berupa acara bertema “Pemuda, Pangan dan Pasar”.

Apakah itu?

Ya. Acara ini sebagai ajakan untuk para pemuda supaya berbelanja ke pasar tradisional.

"Apalagi dengan jargon Sing ke Peken Sing Gaul (Tidak ke pasar, tidak gaul), saya harap dapat menggelitik pemuda untuk mulai ke pasar mencari barang maupun jasa," ungkap Herni Frilia Hastuti, Koordinator Program Lingkungan Hidup, PPLH Bali.

Herni mengatakan Jelajah Pasar ini merupakan program kampanye kreatif dari Komunitas Healthy Food Healthy Living(HFHL) Bali.

"Ini sudah kali keenam kami lakukan. Satu masalah yang tak kunjung terpecahkan adalah hanya segelintir anak muda yang datang. Kami menargetkan 100 orang yang datang. Target itu tercapai tapi tidak dari anak muda saja, malah ibu-ibu dan bapak-bapak yang sedang berbelanja ataupun bekerja di PasarBadung," ungkap Herni.

Ia  mengaku telah mengundang 22 komunitas di Bali supaya terlibat dalam acara ini.

Namun banyak yang berhalangan hadir. Herni menilai tidak hadirnya itu karena hujan.

Persoalan yang ia hadapi tak berhenti di sini saja.

Beberapa anak muda yang hadir, tiba-tiba menghilang setelah absen.

Ini yang dinilainya sebagai persoalan ketika mengadakan acara untuk kaum muda.

"Berbeda halnya ketika kita mengadakan di tempat yang lebih elit. Anak muda akan datang membludak. Padahal rangkaian acara yang kami sajikan sudah kece dan gaul, ya gaya anak muda gitu. Sehingga kami bisa menyimpulkan bahwa pasar tradisional memang tidak diminati anak muda zaman sekarang," imbuhnya.

Komunitas Healthy Food Healthy Living Bali ini akan berjalan terus sampai anak muda mau berbelanja ke pasar tradisional.

"Kami sudah melakukan analisis setiap akhir acara. Terobosan apa yang akan dilakukan supaya pemuda mau berbelanja ke pasar tradisional. Kalau tidak kita sendiri yang cinta pasar tradisional, siapa lagi?," tutup Herni. (*)


Sumber: tribunnews

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image