Kabardewata.com

Sosial Budaya

Perokok di Indonesia Duduki Peringkat Ketiga Dunia

Kategori Sosial Budaya, December 26, 2016, Dilihat sebanyak 182 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Jumlah merokok tidak saja berdampak buruk pada perokok itu sendiri tetapi juga pada orang lain yang merupakan perokok pasif . Dikatakan, di Indonesia lebih dari 97 juta penduduknya merupakan perokok pasif.

Koordinator Bali Tobacco Control Initiative (BTCI) I Made Kerta Duana pada acara refleksi tahunan program pengendalian rokok terhadap kesehatan di Propinsi Bali, di Denpasar mengatakan,  untuk itu Pemerintah melakukan berbagai upaya dalam pengendalian bahaya rokok bagi kesehatan meliputi peningkatan harga rokok, pelarangan iklan promosi dan sponsorship, implementasi Kawasan Tanpa Rokok dan peringatan bahaya rokok dibungkus rokok secara maksimal.

"Asap rokok adalah campuran kompleks gas dan partikel yang mengandung banyak senyawa karsinogenik dan beracun bagi kesehatan" ujarnya

Sementara itu Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL ), Dinas Kesehatan Propinsi Bali dokter Wira Sunetra  mengatakan dari berbagai upaya tersebut peran daerah sangat diharapkan dapat dimaksimalkan khususnya pada upaya implementasi KTR dan pengaturan iklan rokok luar ruang.

Menurutnya ada tiga kabupaten dan satu kota yaitu Denpasar, Klungkung , Jembrana dan Gianyar tidak lagi mengeluarkan ijin reklamae rokok diwilayahnya. Diharapkan kedepannya semua kabupaten bisa menerapkan larangan reklame rokok diluar ruang.

Wira Sunetra mengakui kelemahan dari penerapan KTR ini pada tempat-tempat umum seperti tempat ibadah, pasar, terminal dan lainnya.  Dikatakan selama ini dinas kesehatan beberapa kali melakukan sidak tipiring untuk memberikan efek jera kepada masyarakat yang melanggar.

Menurutnya pemerintah daerah kabupaten bisa menaikkan denda tersebut sehingga pelanggar bisa merasa jera, misalnya dengan mengenakan denda bagi yang merokok ditempat umum satu juta rupiah.

Sementara itu Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) Bali Putu Armaya mengatakan konsumen berhak untuk mendapatkan informasi yang benar tentang bahaya merokok. Menurutnya saat ini juga perlu didirikan klinik-klinik konseling bagi orang yang berkeinginan untuk berhenti merokok. 

 


Sumber: Kabardewata.com

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image