Kabardewata.com

Sosial Budaya

Penggunaan Busana Adat Bali dan Bahasa Bali Diresmikan

Kategori Sosial Budaya, October 11, 2018, Dilihat sebanyak 24 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Pemerinta Provinsi Bali yang diwakili Wakil Gubernur Bali Cokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) meresmikan penggunaan Busana Adat Bali dan Bahasa Bali di Pura Penataran Agung Besakih, Kamis (11/10). Dalam sambutannya, Wagub Cok Ace menyampaikan bahwasannya peresmian penggunaan Busana Adat Bali dan Bahasa Bali yang dilakukan secara serentak di seluruh Bali merupakan kebijakan program prioritas dalam bidang adat, agama, tradisi, seni dan budaya sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, sebagai wujud komitmen serius pada upaya pemajuan kebudayaan Bali. Disamping itu, bertolak dari kondisi dewasa ini dimana penggunaan busana adat Bali khususnya di kalangan generasi muda yang sudah jauh dari  pakem yang ada. Demikian pula halnya dengan keberadaan Bahasa Bali yang kurang diminati oleh para generasi muda sehingga dikawatirkan kedepannya Bahasa Bali akan menjadi punah. “Semakin sedikit sekarang generasi muda yang bisa Berbahasa Bali dengan baik yang sesuai dengan Sor Singgih, demikian pula dengan penggunaan busana adat Bali yang terkadang sudah tidak sesuai dengan pakem yang ada. Untuk itu mari kita kembali kepada pekem yang ada, kita lestarikan dan jaga busana adat dan bahasa Bali yang kita miliki, sebagai bentuk rasa memiliki dan tindih dalam memajukan adat, agama, tradisi, seni dan budaya Bali, " imbuhnya.

Sementara itu Ketua MUDP Bali Jero Gede Suwena Putus Upadesa menyambut baik dan mengapresiasi langkah yang diambil Pemprov Bali dalam upaya pelestarian busana adat Bali dan bahasa Bali yang diperkuat dengan diterbitkannya Pergub sebagai payung hukumnya.

Acara peresmian di tingkat Provinsi yang dilaksanakan di Pura Penataran Agung Besakih diawali dengan pementasan tari sakral Tari Rejang Renteng dan Tari Baris Kincang Kincung. Setelah itu dilanjutkan dengan  pemakaian destar kepada  Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiarta serta dua tokoh masyarakat yakni Prof. Made Surada dan Prof. I Nengah Duija oleh Wagub Bali Cok Ace, dan dilanjutkan dengan persembahyangan bersama yang dipimpin oleh Ida Pedanda Gede Rai Pidada dari Griya Pasekan Klungkung.


Sumber: Kabardewata.com

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image