Kabardewata.com

Sosial Budaya

Nengah Sulendra Kerasukan di Stadion Kapten Dipta, Mungkinkah Karena Ini?

Kategori Sosial Budaya, September 08, 2015, Dilihat sebanyak 387 kali, Post oleh Rusadi Nata


GIANYAR - Pemain belakang Bali United, I Nengah Sulendra, tiba-tiba mengerang dan berteriak lantang di lantai satu Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, seusai menjalani laga melawan Persita Tangerang, Senin (7/9/2015) sekitar pukul 18.30 Wita.

Sulendra ternyata kerauhan (kerasukan) saat akan meninggalkan stadion bersama pemain lain, termasuk juga sang Pelatih, Indra Sjafri. Suasana di lantai satu Stadion Kapten Dipat awalnya normal-normal saja, tak beda seperti kondisi setelah pertandingan Bali Undited.

Sebagian Semeton Dewata menunggu tim pujaannya di pintu keluar penonton VIP dan VVIP. Sementara para pemain berkumpul di ruang ganti untuk keluar bersama. Sekitar pukul 18.39 Wita, para pemain Bali United keluar mengenakan pakaian polo shirt putih Bali United. Mereka tampak segar dan rapi.

Semeton Dewata yang menunggu lumayan lama, lalu memberi selamat dari sisi kanan-kiri para pemain. Berikutnya keluar jajaran manajemen dan tim pelatih. Termasuk Coach Indra Sjafri yang sempat terhenti karena banyaknya semeton yang minta tanda tangan.

Beberapa saat kemudian tiba-tiba terdengar suara mengerang dan teriakan lantang yang memecah keadaan. Ternyata itu adalah Sulendra yang masih tertinggal di dalam stadion. Ia kerauhan! Sesekali tangannya mengangkat ke atas.

Ia terus saja mengerang dengan mengucap bahasa yang tak seberapa jelas. Pemain asal Rendang, Karangasem, ini pun dikerubuti wartawan dan panitia. Beberapa orang memegangi pemain yang masih mengenakan jersey warna merah lengkap, tanpa alas kaki.

Puluhan Semeton Dewata juga "menonton" Sulendra yang masih saja mengerang melalui jendela berteralis besi di sebelah pintu yang lebarnya sekitar 1 meter persegi. Pihak panitia kemudian langsung menjemput Jro Mangku di pura yang terletak di depan Stadion Dipta.

Jro Mangku asal Desa Buruan itu kemudian mencoba menenangkan Sule. Jro Mangku mulai berkomunikasi dengan Sule, yang masih di bawah sadar. Ia lalu memercikkan tirta sembari mengucap doa-doa.

Jro Mangku ingin "mengeluarkan" makhluk yang merasuki mantan pemain Perseden Denpasar itu. Sulendra sempat tampak lemas. Ia meringkuk, tak lagi berdiri.

Seperti akan sadar. Tapi ternyata tidak. Beberapa saat kemudian Sule mengerang kencang lagi. Ia pun lalu dibopong belasan orang keluar ruangan lantai satu Stadion Dipta dengan kondisi masih kerauhan. Tangannya seperti orang menari leak.

Bersama beberapa orang, Sule yang belum sadar kemudian dinaikkan ke dalan sebuah mobil hitam. Ia dibawa ke pura yang terletak di depan Stadion Dipta. Berselang 30 menit kemudian, Sule dapat tenang.

Dia langsung diantar ke mes Bali United di Jalan Pararaton Legian, Badung. Bendahara Semeton Dewata, Agung Arya Ganesh, yang membantu menenangkan Sule sejak kerauhan menuturkan, pemain bernomor punggung tiga itu sudah merasakan kerauhan sejak di lapangan. Menurutnya, setelah pertandingan kondisi Sule langsung lemah. Saat rekan-rekannya merayakan kemenangan, Sule tampak hanya duduk di pinggir lapangan.

"Mungkin saja ini pertanda. Mungkin pengelola perlu memperhatikan pura kecil yang berada di dalam Stadion Dipta. Selama ini pura itu belum diperbaiki," kata Gung Ganesh.

Pura tersebut berada di sisi utara Stadion Dipta. Saat ini, atap dan tembok pembatas pura kecil itu belum diperbaiki. "Mungkin ada pertanda dari kerauhan Sule," katanya. (*)


Sumber: tribunbali

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image