Kabardewata.com

Sosial Budaya

Nenek Wayan Mirna di Gianyar Belum Tahu Cucunya Tewas

Kategori Sosial Budaya, February 04, 2016, Dilihat sebanyak 631 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Hujan deras mengguyur kediaman Ni Nyoman Sukre (60) di Banjar Teges Kelod, Kabupaten Gianyar, Bali, Rabu (3/2/2016) sore.

Tepat di depan dapurnya yang sangat sederhana, Ni Nyoman Sukre terus mengawasi dua cucunya yang sedang makan siang sembari menonton televisi.

Ketika itu pandangan Nyoman Sukre tidak teralihkan dari layar kaca, kebetulan saluran televisi yang ditontonnya menyiarkan pemberitaan tentang kelanjutan kasus kematian Wayan Mirna Salihin (27) di Jakarta.

Wayan Mirna Salihin, yang meninggal setelah meminum es kopi vietnam yang diketahui mengandung racun sianida di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (6/1/2016), bukanlah orang yang asing bagi Ni Nyoman Sukre.

Ibu kandung dari Mirna, Ni Ketut Sianti, yang diketahui berasal dari Banjar Teges Kelod, merupakan kerabat dari Ni Nyoman Sukre.

"Ibu kandung dari Mirna masih keponakan saya. Nenek kandung Wayan Mirna itu sepupu saya. Namun, saya terakhir ketemu Wayan Mirna saat ia masih kecil, saat usianya masih sekitar tiga tahun," ungkap Sukre dengan nada suara yang pelan.

Ia menceritakan, nenek kandung dari Wayan Mirna bernama Ni Wayan Purni, merupakan seorang bidan asal Gianyar.

Sedangkan kakeknya bernama I Nyoman Tjinta, yang dulunya merupakan seorang anggota Brimob.

Sebelum pensiun, keduanya dinas di Jakarta, dan dikaruniai 9 orang anak, salah satunya adalah Ni Ketut Sianti, ibu kandung dari Wayan Mirna.

"Setahu saya, sekarang neneknya Mirna dalam kondisi sakit, dan tinggal di Banjar Candi Baru, Gianyar. Pihak keluarga sengaja tidak memberitahukan jika salah satu cucunya telah meninggal. Jadi, neneknya sampai saat ini tidak tahu jika Mirna meninggal. Khawatir nanti kondisinya memburuk karena sudah tua," ungkap Sukre.

Kakek dan nenek dari Wayan Mirna di Bali saat ini dirawat oleh Ni Nyoman Nini.

Ia adalah satu-satunya bibi dari Wayan Mirna yang saat ini masih tinggal di Gianyar, tepatnya di Jalan Kaliasem.
Namun saat ditemui di kediamannya di Jalan Kaliasem, Gianyar, Ni Nyoman Nini enggan berkomentar banyak terkait kehidupan keponakannya, Wayan Mirna.

Ia mengaku tidak begitu tahu bagaimana kehidupan keponakannya tersebut di Jakarta.

"Maaf, saya tidak bisa komentar. Saya tidak tahu apa-apa. Ia dan ibunya sudah dari lahir tinggal di Jakarta. Jadi saya tidak begitu tahu. Dia juga jarang ke Bali," ujar Nyoman Nini yang membuka usaha warung di seputaran Jalan Kaliasem, Gianyar.

Nyoman Nini mengakui jika dirinya sempat kaget saat mengetahui pemberitaan dari media massa jika keponakannya meninggal.

Terlebih lagi, keponakannya tersebut meninggal karena diracun.

"Jelas saya kaget ketika mengetahui Mirna meninggal, namanya saja keponakan," ungkapnya singkat.

Wayan Mirna diduga diracun oleh temannya, Jessica Kumala Wongso, yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

Jessica dan Mirna merupakan teman saat kuliah di Australia beberapa tahun silam.

Keduanya putus komunikasi dalam beberapa tahun dan akhirnya kembali bertemu di Jakarta pada akhir tahun 2015.

Jessica dan Wayan Mirna, bersama Hani, kemudian bertemu di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (6/1/2016).

Wayan Mirna meninggal setelah meminum es kopi vietnam yang belakangan diketahui mengandung sianida.

Polisi kemudian menetapkan Jessica sebagai tersangka kasus itu pada Jumat (29/1/2016) dan menangkap perempuan itu keesokan harinya.


Sumber: tribunbali

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image