Kabardewata.com

Sosial Budaya

Konferensi Kelapa Saw‎it di Bali Cari Solusi Perubahan Iklim

Kategori Sosial Budaya, March 16, 2016, Dilihat sebanyak 199 kali, Post oleh Admin Kabardewata


 

Konferensi Internasional Kelapa Sawit dan Lingkungan, atau International Conference on Oil Palm and Environment °COPE) kelima tahun ini, diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dr. Darmin Nasution di Nusa Dua, Bali,(16/03/16)

Menyusul pertemuan COP 21 di Paris tahun lalu yang mencapai konsensus global untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, konferensi kali ini bertujuan untuk fokus pada upaya solusi ilmiah tentang mitigasi dan adaptasi akibat perubahan iklim bagi industri kelapa sawit.
 
Mengusung tema "Sawit Berkelanjutan dan Perubahan Iklim: Jalan ke Depan melalui Mitigasi dan Adaptasi," ICOPE 2016 diikuti oleh hampir 400 ilmuwan internasional terkemuka, pejabat pemerintahan, masyarakat sipil dan perwakilan industri, peneliti senior dan akademisi dari 17 negara. Para delegasi akan membahas berbagai isu, mulai dari dinamika terjadinya El Nino atau La Nina di masa depan, bagaimana industri kelapa sawit dapat berperan dalam mitigasi dan beradaptasi dengan perubahan iklim agar tetap mempertahankan produktivitasnya yang tinggi, tantangan yang dihadapi petani kecil dan plasma serta bagaimana membantu menghadapi tantangan yang mereka hadapi.
 
Juga dibahas mengenai perhitungan jejak karbon dan pengurangan emisi dari industri kelapa sawit. ‎Melalui konferensi ini, akan dibahas penerapan teknologi terbaru, bibit unggul dengan tingkat produktivitas yang tinggi, dan praktik pertanian terbaik untuk beradaptasi dengan perubahan iklim.
 
Sektor kelapa sawit dapat memainkan peran penting untuk membantu memenuhi kontribusi nasional yang diinginkan dan telah ditetapkan, atau Indonesia's Intended Nationally Determined Contribution (INDC), dalam mencapai target pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen pada tahun 2030 dengan upaya mandiri, serta pengurangan sebesar 41 persen dengan bantuan internasional di seluruh sektor.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, "Pemerintah memberikan apresiasi terhadap tiga kelompok yang mewakili para pemangku kepentingan utama di sektor kelapa sawit, yakni sektor swasta yang diwakili oleh PT SMART Tbk, lembaga, "paparnya.

penelitian yang diwakili oleh CIRAD, dan LSM lingkungan yang diwakili oleh WWF Indonesia untuk menggelar forum ilmiah berskala internasional ini. Kami berharap bahwa forum ini akan memberikan solusi yang efektif dan saran positif bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah Indonesia dalam berkontribusi mengurangi emisi gas rumah kaca sebagaimana diamanatkan oleh COP21.

Ketua Komite Pengarah ICOPE2016, Daud Dharsono menambahkan, "Perubahan iklim sudah nyata dan kita sedang menghadapinya sekarang. Semua pemangku kepentingan, ilmuwan dan praktisi, LSM dan lembaga pemerintah, petani mandiri dan industri perkebunan, harus bekerja sama untuk mengembangkan pilihan-pilihan potensial dan praktis dalam mengambil langkah-langkah mitigasi dan adaptasi dengan perubahan iklim. Dengan pengetahuan kolektif dan keahlian Bari semua pemangku kepentingan, kami percaya bahwa kita dapat memperoleh solusi-solusi ilmiah dalam menghadapi perubahan iklim untuk diaplikasikan di seluruh industri kelapa sawit,"ungkapnya.

Menyambut konferensi internasional ini, Chairman dan CEO Golden Agri-Resources GAR), Frankly 0. Widjaja mengatakan, "Kelapa sawit merupakan industri yang berperan penting dalam mewujudkan perekonomian rendah karbon di Indonesia. Industri telah membantu menciptakan lapangan kerja yang luas, mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan bagi lebih 16 juta penduduk Indonesia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Salah satu misi GAR adalah berkomitmen untuk membantu petani kecil dan plasma dalam meningkatkan hasil panen dan produktivitas mereka. Meningkatkan pendapatan petani dan membatasi deforestasi, dapat meningkatkan kinerja industri kelapa sawit, sehingga membuat industri ini lebih berkelanjutan,"ujarnya.

ICOPE diselenggarakan setiap dua tahun sekali oleh PT SMART Tbk bekerjasama dengan WWF Indonesia dan CIRAD Perancis dan tahun ini diselenggarakan di Bali pada tanggal 16 hingga 18 Maret.

Sumber: Redaksi

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image