Kabardewata.com

Sosial Budaya

Khawatir setelah Digigit Anjing? Ini Penanganan yang Benar

Kategori Sosial Budaya, October 07, 2015, Dilihat sebanyak 284 kali, Post oleh Rusadi Nata


DENPASAR - Kasus seekor anjing rabies yang menggigit 11 warga dalam sehari terbilang luar biasa. Setelah petugas Dinas Peternakan mengeliminasi anjing rabies tersebut, berikutnya Dinas Kesehatan harus memastikan para korban harus mendapat penanganan yang benar agar jumlah warga yang meninggal tidak kian bertambah.

Tentunya ketersedian vaksin anti-rabies (VAR) menjadi hal paling utama. Maklum, sebelumnya ketersedian VAR sempat menjadi masalah besar di Bali. Akibatnya, warga yang terkena gigitan anjing rabies kesulitan mendapatkan VAR.

Namun Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Bali, Kadek Suarjaya, menyatakan bahwa persediaan VAR di Bali, khususnya di Kabupaten Jembrana, masih mencukupi.

Di Jembrana, katanya, masih tersedia hingga 2.000 VAR. Untuk itu, adanya kasus gigitan anjing yang positif mengidap rabiesdi kabupaten ujung barat Pulau Bali itu tidak akan mengalami masalah. Di beberapa puskesmas dan rumah sakit di Jembrana VAR itu tersedia.

"Untuk di Bali ada 19 ribu lebih VAR. Dan di Jembrana sekitar 2.000 lebih. Maka, dicari di puskesmas atau rumah sakit saja," ucap Suarjaya saat dihubungi Tribun Bali, kemarin.

Dia menyebut, kalaupun persediaan di puskesmas dan rumah sakit itu telah habis, kedua pihak bisa meminta kembali ke Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana.

Menurutnya, mekanisme pendistribusian VAR adalah dari provinsi ke dinas kabupaten hingga merata ke puskesmas dan rumah sakit di Jembrana.

"Untuk Jembrana memang kasus paling kecil di seluruh Bali," ungkapnya.

Suarjaya membeberkan, kasus gigitan anjing rabies di Jembrana hingga saat ini diketahui paling rendah dibanding daerah lain. Singkatnya, korban meninggal masih nol. Karena itu, dirinya cukup kaget dengan adanya gigitan anjingrabies di Jembrana.

"Apa sudah dipastikan itu rabies?" tanyanya.

Kalau itu memang benar gigitan anjing rabies, maka penanganan pertama yang harus ditempuh dengan empat cara.
Yaitu, dengan dicuci air sabun pada luka bekas gigitan anjingrabies. Kemudian memberikan betadine dan diberikan vaksinasi secara rutin tiap minggunya.

"Pertama tergigit dua vaksinasi, lagi seminggu kemudian diberikan satu vaksinasi lagi, seminggunya lagi satu vaksinasi," jelasnya.

Dia menguraikan, pencegahan menjadi hal utama dalam kasus gigitan anjing rabies. Pencegahan itu dilakukan di hulu. Yang artinya, mencegah adanya bertambahnya populasi anjing di rumah-rumah warga. Warga mesti tanggap dengan hal ini. Akan tetapi, akan menjadi tidak masalah jika populasi anjing di rumah warga itu dipelihara. Jika sebaliknya, maka akan menjadi masalah baru yaitu terjangkitnya seekor anjing akan virus rabies.

"Karena itu kami akan mencegah dengan vaksinasi yang belum terjangkit. Yang sudah terjangkit memang harus dieliminasi," tandas Suarjaya.


Sumber: tribunbali

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image