Kabardewata.com

Sosial Budaya

Hebat, Kerjasama Pecalang via HT Gagalkan Pencuri Babi

Kategori Sosial Budaya, January 15, 2016, Dilihat sebanyak 212 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Dua ekor babi milik dua warga Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Buleleng dicuri maling, Kamis (14/1/2016) sekitar pukul 03.00 Wita.

Seekor babi milik Gede Sukerta (80) itu berhasil ditemukanpecalang Desa Kayu Putih, Kecamatan Sukasada, Bulelengsetelah sempat mengejar pelaku.

Sementara seekor babi lain milik Kadek Bagiada (52) masih belum ditemukan. Diduga ada dua pelaku berbeda yang mencuri dua babi dari dua pemilik itu.

Anak Sukerta, Wayan Derana (62) mengatakan, ketika itupecalang mendapatkan informasi pencurian dari komunikasi Handy Talky (HT) saat berpatroli dini hari.

Seorang pecalang mengetahui ada seseorang mengendarai sepeda motor Suzuki Satria F tanpa plat nomor melintas dengan membawa seekor babi di belakangnya.

Pecalang itu lantas menghubungi rekan-rekan pecalang lain sampai pecalang desa sebelah.

Para pecalang itu berusaha mengejar pencuri itu, tetapi pencuri justru memacu sepeda motornya dengan kecepatan tinggi.

Namun karena kecepatan terlampau tinggi, sepeda motor sempat oleng dan babi sempat jatuh.

Bahkan karena tidak dapat mengendalikan sepeda motornya, pencuri bersama sepeda motornya tercebur ke sungai yang berada di pinggir jalan.

Saat pecalang dan warga mendekati lokasi terjatuhnya pelaku, mereka hanya menemukan sepeda motor saja di dalam sungai.

Sementara pencuri berhasil melarikan diri melintasi persawahan yang ada di pinggir sungai. Derana yang mengetahui informasi itu pagi harinya meminta ayahnya itu memeriksa kandang babinya.

Saat diperiksa ternyata seekor babinya telah hilang. Babi yang telah ditemukan dan lantas diamankan di Kantor Perbekel Kayu Putih, ternyata miliknya.

“Pagi hari saya suruh bapak memeriksa kandang babinya dan ternyata benar telah hilang satu babinya. Saya langsung antar bapak ke kantor perbekel Kayu Putih untuk mengambil babinya yang sudah ditemukan warga,” ujar Derna usai dimintai keterangan di Polsek Sukasada.

Sementara Sukerta meyakini jika babi itu miliknya. Babi yang dipeliharanya itu memiliki ciri-ciri mengenakan tali biru dari potongan celana di lehernya.

Tali itu diikatkan sejak babi itu masih kecil dan baru dibelinya tiga bulan lalu.

“Dulu waktu masih agak kecil saya ikat lehernya dengan tali potongan celana. Dan sampai di lepas pun masih berada di leher babi. Waktu lihat di kantor perbekel Kayu Putih, tali potongan celana itu yang memastikan bahwa babi tersebut milik saya,” ujar Sukerta.

Sementara sepeda motor Suzuki Satria F milik pencuri kini masih diamankan di Kantor Perbekel Kayu Putih. Sepeda motor itu rencananya akan dibawa ke Polsek Sukasadauntuk diamankan.

“Kami sudah lakukan penyelidikan dan anggota buser kami sudah menyebar untuk mengumpulkan identitas dan informasi keberadaan pencuri. Terima kasih kepada pecalang dan warga yang sudah berperan aktif menjaga keamanan desa. Kami menghimbau kepada semua warga agar kegiatan ronda terus dilakukan untuk menjaga keamanan lingkungan desa,” ujar Kapolsek Sukasada, AKP I Gede Arya Wibawa.(*)


Sumber: tribunbali

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image