Kabardewata.com

Sosial Budaya

Genjek Diharapkan Jadi Kesenian Rakyat Yang Mendunia

Kategori Sosial Budaya, August 12, 2016, Dilihat sebanyak 201 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Keberadaan kesenian rakyat khas Kabupaten Karangasem yakni Genjek diharapkan tidak saja mampu menjadi kesenian rakyat yang diminati di Bali khususnya Kabupaten Karangasem  namun juga   mampu menjadi salah satu warisan budaya yang mendunia. Demikian disampaikan  Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta saat mengahadiri acara Genjek Kolosal 2016 yang dilaksanakan di Taman Sukasada Ujung, Karangasem, baru-baru ini.

“Saat ini Genjek tidak hanya dimainkan oleh masyarakat pedesaan saja namun juga sudah berkembang ke wilayah perkotaan dengan berbagai inovasi dan kreatifitas yang kedepannya saya harapkan mampu menjadi sebuah kesenian rakyat yang mendunia,”jelas Sudikerta yang menurutnya saat ini perkembangan kesenian Genjek sudah berkembang dengan sangat pesat dan bisa dilakukan oleh berbagai kalangan masyarakat bukan lagi hanya sekedar sebagai hiburan pribadi di pedesaan.

Genjek saat ini sudah sangat layak untuk dijadikan sebuah seni peryunjukkan yang memiliki nilai artistik yang sangat tinggi,” imbuhnya. Oleh karena itu, pelestarian kesenian Genjektersebut itdak hanya menjadi tanggunga jawab Kabupaten Karangasem sebagai daerah asal kesenian Genjek tersebut melainkan sudah menjadi tanggung jawab Pemprov Bali sehingga kedepannya kesenian Genjek tersebut mampu berkembang dan tidak punah di era globalisasi saat ini.

“Kami akan memberikan ruang yang lebih luas untuk memperkenalkan kesenian Genjek tersebut, dalam pagelaran Pesta Kesenian Bali yang setiap tahun kita laksanakan,” tegas Sudikerta yang mengharapkan kesenian Genjek tersebut nantinya dapat dinikmati oleh siapa saja. Lebih lanjut disampaikan Pastika, kesenian Genjek juga merupakan kegiatan positif yang dapat dilakukan oleh para generasi muda untuk bersosialisasi dan juga mempererat tali persaudaraan sehingga para generasi muda tersebut mampu menjadi sosok yang berjiwa sosial, kreatif dan juga menjaga rasa persatuan dan kesatuan dalam upaya turut serta mengakselerasi pembangunan di daerah Bali.

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Ida Made Alit menyatakan pelaksanaan kegiatan Genjek Kolosal 2016 tersebut dilatar belakangi oleh adanya potensi wisata yang dimiliki oleh Kabupaten Karangasem yang tidak hanya berupa wisata alam namuan juga keseniannya yang salah satunya adalah Genjek tersebut. Selain itu, kesenian Genjek tersebut merupakan pusaka warisan leluhur yang memiliki fungsi salah satunya untuk menjalin persaudaraan dan kebersamaan dalam membangun persatuan sehingga sangat sesuai dan bertepatan dengan pelaksanaan HUT Proklamasi Republik Indonesia yang ke 71 yang akan dilaksanakan dalam beberapa hari kedepan. Ia juga menjelasakan kegiatan yang diprakarsai oleh I Gusti Made Tusan tersebut juga merupakan salah satu upaya nyata yang dilakukan oleh masayarakat bersama – sama dengan pemerintah dalam melestarikan pusaka warisan leluhur sehingga tidak tergerus oleh era globalisasi saat ini.

Lebih lanjut ia menyampaikan, dalam Genjek kolosal tersebut peserta berjumlah 15.361 orang yang berasal dari seluruh pelosok Kabupaten Karangasem yang menurutnya hal tersebut adalah wujud partisipasi dari masyarakat karangasem yang sangat ingin membangun Karangasem agar lebih maju.

Senada dengan Made Alit, Bupati Karangasem I G A Mas Sumantri juga menyatakan pelaksanaan Genjek Kolosal tersebut merupakan rangkaian kegiatan dalam memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan republik Indonesia ke 71 mengingat Genjek tersebut merupakan salah satu pusaka warisan leluhur yang didalamnya memiliki makna mempersatukan untuk membangun.

Sehingga menurutnya Genjektersebut dapat dikatakan sebagai representasi dari Bhineka Tunggal Ika. Lebih lanjut ia menyampaikan, kegiatan Genjek Kolosal tersebut merupakan salah satu upaya untuk memperkenalkan salah satu kesenian khas Karangasem yang sampai saat ini masih sangat populer di masyarakat sehingga layak untuk dipromosikan dan dilestarikan.


Sumber: redaksi

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image