Kabardewata.com

Sosial Budaya

Emoni Melawan Arus dan Melawan Arah

Kategori Sosial Budaya, January 25, 2016, Dilihat sebanyak 441 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Berbeda dengan band-band lain yang lebih memilih aliran musik pop atau punk-rock yang cukup marak di Bali, Emoni hadir melawan arus.

Band ini digawangi Gung De (gitaris & vokalis) , Gung BJ (perkusi & vokalis), Eka (gitaris), Gus Yogi (bassis), Dony (rindik), Gung Tango (rindik), Deny (seruling), dan Gung Wah (seruling), merilis single terbaru.

Gung De menyampaikan, awalnya hanya beberapa lagu rare (anak-anak) yang mereka bawakan setiap kali Emoni tampil.

Hingga kemudian pada 2013, Emoni menelurkan full album gending rare.

“Awalnya hanya beberapa lagu rare yang kami bawakan di setiap kami manggung, dengan komitmen di manapun kami manggung harus membawa 1-2 lagu rare. Kebetulan ada restu dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa, kami dapat merampungkan full album gending rare pada tahun 2013,” ujar Gung De. 


Anggota dari band Emoni

Dewasa ini, apalagi 2016, kata Gung De, sepertinya akan menjadi tahun di mana musik musik etnik mulai banyak muncul di permukaan dan semakin memberi warna di kancah musik Bali.

“Ya, tentunya kami juga sangat senang karena dulu kami melawan arus dan melawan arah. Syukurnya saat ini banyak yang mau berjalan searah dengan kami,” ujarnya.

Dan tak hanya dulu atau sekarang, Emoni juga tetap bangga dengan aliran dan konsep musik yang mereka pilih.

Gung De menegaskan bahwa apa yang Emoni bawakan adalah representasi dari karakter musik Emoni itu sendiri.

“Ya, kalau konsep kami masih tetap karena itu identitas, jati diri, dan karakter Emoni,” tambahnya.

Sebagai identitas atau nama mereka, Emoni memiliki makna sendiri.

Dicetuskan oleh seorang personel, yaitu Gus Yogi, tulisan Emoni yang disusun oleh beberapa bentuk huruf Bali jika dibaca sesuai huruf bali yaitu manyaga yang memiliki makna menjaga Bali.

Tak hanya dari nama, jumlah personel Emoni Bali memiliki filosofi tersendiri, yaitu mencerminkan Padma yang menunjukkan delapan arah mata angin dan tengah sebagai pusatnya.

Delapan personel ini memiliki karakter yang berbeda-beda dan menyatukan pikiran dalam Emoni Bali. 


Sumber: tribunbali

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image