Kabardewata.com

Sosial Budaya

Ahli Penyakit Dalam dari Seluruh Dunia akan Berkumpul di Bali

Kategori Sosial Budaya, August 10, 2016, Dilihat sebanyak 116 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Dokter ahli penyakit dalam dari seluruh dunia akan bertemu di Bali dalam kegiatan bertajuk World Congress of Internal Medicine (WCIM). Tak kurang dari 2.500 dokter spesialis dalam akan menghadiri kegiatan yang berlangsung di BNDCC Nusa Dua, 22 Agustus hingga 25 Agustus 2016 tersebut.

Ketua Pengurus Besar Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Prof.DR. Idrus Alwi,SpPD menjelaskan bahwa hingga saat ini pihak panitia telah menerima pendaftaran dari 63 negara. Kata dia, jumlah tersebut akan terus bertambah karena masih menunggu konformasi dari sejumlah Negara lainnya.

Harapan senada disampaikan ahli penyakit dalam dr. Aru Wisaksono Sudoyo,SpPD. Menurutnya, Bali mempunyai magnet yang luar biasa sehingga Indonesia akhirnya terpilih sebagai tuan rumah. Dokter yang khusus mendalami penanganan penyakit kanker ini mengungkap, WCIM merupakan forum tertinggi para ahli penyakit dalam dari berbagai belahan dunia. Dia berharap, pertemuan di Bali itu nantinya dapat menghasilkan rumusan yang bermanfaat bagi penanganan penyakit dalam yang belakangan memang menjadi kekhawatiran masyarakat. 

Sementara Gubernur Pastika menyambut positif rencana pelaksanaan kongres dan berharap kegiatan ini berimbas positif bagi kemajuan dunia kesehatan. Terlebih, ujar Pastika, Pemprov Bali saat ini tengah merampungkan pembangunan RS Bali Mandara yang dirancang sebagai fasilitas kesehatan berstandar internasional. Dia menyebut, operasional RS tersebut sangat terkait dengan keberadaan dokter spesialis penyakit dalam.

"Karena nantinya kami ingin mengkhususkan penanganan kanker yang belakangan menjadi momok masyarakat dan kasusnya terus meningkat. Saya kira, keterlibatan para ahli penyakit dalam sangat dibutuhkan untuk mewujudkan rencana itu," imbuhnya. 

Selain menghasilkan rumusan yang bermanfaat bagi kemajuan ilmu kedokteran, Pastika ingin agar perhelatan ini berdampak positif bagi sektor pariwisata Bali. Dia minta agar pihak panitia menyesuaikan jadwal agar para peserta punya cukup waktu untuk berwisata di sela-sela pelaksanaan kongres.


Sumber: redaksi

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image