Kabardewata.com

Sosial Budaya

5 Bule Sembahyang di Pura Agung Jagatnatha Denpasar

Kategori Sosial Budaya, February 12, 2016, Dilihat sebanyak 370 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Polda Bali mengintensifkan pengamanan di sejumlah titik. Pengamanan ini untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat, baik warga Bali sendiri maupun para wisatawan yang datang ke Bali.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali, Kombes Pol Hery Wiyanto mengatakan, sampai saat ini Polda Bali masih menetapkan siaga 1 pasca-teror bom Jalan Thamrin Jakarta lalu.

Karenanya, sejumlah operasi dan razia lebih diintesifkan, utamananya pengamanan kegiatan keagamaan melalui berbagai kegiatan pra-kondisi operasi yang dilakukan oleh personel satuan wilayah masing-masing.

“Sebenarnya tidak ada operasi khusus, tapi kami meningkatkan kegiatan keamanan. Apalagi ini masih siaga 1 yang kemarin kan dilakukan juga di wilayah. Kami tetap melaksanakan razia-razia, pada intinya polisi bekerja siaga 24 jam untuk kegiatan pengamanan ini,” ujarnya.

Pengamanan juga dilakukan di sejumlah objek wisata yang diprediksi bakal ramai pada hari Kamis (11/2/2016) hari ini, karena bertepatan dengan Umanis Galungan.

Di mana umat Hindu Bali yang sudah merayakan Hari Raya Galungan akan berliburan dengan mengunjungi berbagai objek wisata bersama keluarga masing-masing.

Apalagi, instansi pemerintahan di Bali libur hingga Kamis (11/2/2016) hari ini.

Pun demikian dengan sekolah-sekolah pada semua jenjang libur selama dua minggu hingga hari Minggu (21/2/2016).

Sementara itu, suasana di jalanan Kota Denpasar dalam rangka Hari Raya Galungan Rabu (10/2/2016) pagi kemarin tampak ramai dipadati umat Hindu yang hendak bersembahyang.

Seperti terlihat di Jalan Hayam Wuruk. Ratusan pemedekmerayakan Galungan dengan bersembahyang di Pura Dalem, Pura Desa Tanjung Sari.

Mereka yang datang di pagi hari membawa gebogan berisi buah dan canang untuk dipersembahkan di pura.

Seorang warga Desa Sumerta Kelod, Ni Made Ayu Suwartini bersama keluarganya memulai persembahyangan hari kemarin dari sanggahnya.

"Persiapannya sudah mulai dari hari Senin, kami mulai dengan sembahyang di sanggah lalu ke pura," ujarnya.

Ibu satu anak ini juga berharap di Hari Raya Galungan ini ada kedamaian dan keamanan di Pulau Bali.

"Kerahayuan lan kerahajengan jagaditha, itu harapan kami sekeluarga," harap perempuan asal Gianyar ini.

Ia mengatakan, usai sembahyang ke pura dilanjutkan dengan pulang ke kampung halaman untuk bersembahyang.

Rabu siang kemarin, suasana jalanan, pusat-pusat keramaian, pertokoan, dan fasilitas umum lainnya pun tampak sepi. Jalan-jalan protokol di kawasan Kota Denpasar maupun yang menuju ke arah objek wisata seperti Sanur, Kuta atau Nusa Dua, serta dari Kota Denpasar menuju Gianyar dan Tabanan, hanya terlihat lalu-lalang beberapa kendaraan bermotor.

Hal tersebut berbanding terbalik dengan kondisi pada hari-hari normal yang banyak diwarnai oleh berbagai kemacetan di hampir seluruh jalan-jalan protokol tersebut. Praktis, suasana jalanan di Kota Denpasar tampak lengang dan lancar.

“Sepi jalanan, karena hari raya. Saya dari Benoa sampai sini cuma 20 menit. Padahal kalo hari kerja bisa sampai 45 menitan,” ujar Salim saat ditemui di Jalan WR Supratman.

Jalanan yang sepi, kini diwarnai oleh indahnya dan semaraknyapenjor yang dipasang di kiri depan gerbang masing-masing rumah sebagai bagian dari ritual menyambut Hari Raya Galungan.

Pun demikian pula dengan sejumlah pasar tradisional yang juga tampak sepi. Warga yang tinggal di Kota Denpasar yang berasal dari sejumlah kabupaten di Bali umumnya sudah pulang ke kampung halamannya masing-masing sejak Sabtu (6/2/2016).

Mereka menikmati hari Raya Galungan lebih lama di kampung halamannya masing-masing, karena Senin (8/2/2016) juga libur nasional terkait Tahun Baru Imlek.

Sementara itu, di Pura Agung Jagatnatha, Rabu kemarin dipenuhi umat Hindu Bali yang bersembahyang.

Berbagai canang dan banten yang dibawa umat pun tampak memenuhi area persembahyangan pura yang terletak di jantung Kota Denpasar ini.

Meskipun jalanan tampak sepi, namun mereka yang tinggal di Denpasar dan tidak pulang kampung tetap melakukan persembahyangan di pura ini.

Doa dan puji-pujian pun terdengar memenuhi pura, mengiringi persembahyangan yang tak hanya datang dari area Denpasar saja ini.

Pemangku pura, Jro Mangku Wayan Sukada mengatakan, di hari raya ini, umat yang bersembahyang di kawasan Pura Jagatnathaini mencapai 2.000-an orang.

Ia mengatakan, dalam sekali sembahyang, yakni orang yang duduk bersamaan di area padmasana ini bisa mencapai 200 orang.

"Sudah dari pagi tadi, sekali sembahyang bisa 200 orang. Kalau 10 kali dalam sehari kan bisa mencapai 2.000 umat yang sembahyang," ujar pria berusia 63 tahun ini.

Umat yang datang memang kebanyakan dari kawasan Denpasar. Namun dari berbagai daerah lain di Bali, ada juga yang datang dan menghaturkan doanya di pura yang terletak bersebelahan dengan Lapangan Puputan Badung dan Museum Bali ini.

Bahkan orang-orang asing, seperti bule pun, yang menganut ajaran Hindu ikut bersembahyang.

Jro Mangku Sukada mengatakan, hingga siang hari kemarin ada sekitaran 5 bule yang bersembahyang pada Siwa Jagatnatha di pura ini.

"Orang-orang luar seperti bule juga datang dan bersembahyang ke sini. Ada sekitar 5 orang tadi, mungkin yang sudah menikah dengan orang Bali, atau memang sudah ikut menganut ajaran Hindu," ujarnya.

Ia menyampaikan, pemaknaan Galungan kali ini cukup spesial sama seperti sebelumnya.

Yakni di 6 bulan yang lalu, Galungan berdampingan dengan Hari Raya Idul Fitri yang diperingati oleh umat muslim, kali ini berdampingan dengan Tahun Baru Imlek.

"Kalau Galungan kemarin dampingan dengan lebaran, yang sekarang dengan Imlek. Semoga dengan seperti ini, semua umat dari berbagai agama bisa bersatu. Walau dengan kepercayaan berbeda," ujar Jro Mangku Sukada.

Ia menambahkan, area Pura Jagatnatha akan kembali ramai oleh umat Hindu yang bersembahyang pada Hari Raya Kuningan yang jatuh pada Sabtu (20/2/2016) mendatang.

"Hari ini ramai, besok sepi seperti biasa. Nanti ramai lagi saat Hari Raya Kuningan," tambahnya. (*) 


Sumber: tribunbali

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image