Kabardewata.com

Berita Utama

Rupiah Menguat di Level 13.670

Kategori Berita Utama, November 02, 2015, Dilihat sebanyak 108 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Bursa Wall Street ditutup melemah yang ditandai dengan penurunan indeks Dow Jones sebesar 92,26 poin (-0,52%) ke level 17.663.54.

Menurut Garry Constantain Welly, selaku Dealer TRA BNI Denpasar,​dolar ditutup dan diperdagangkan melemah terhadap mayoritas mata uang global pasca rilis data personal income bulan September yang mengalami penurunan ke level (0.1% vs 0.4%).

Selain itu, Personal Spending melemah (0.1% vs 0.4%) serta survey tingkat kepercayaan konsumen ( U. of Mich Sentiment) bulan Oktober yang terkoreksi ke level 90.0 vs 92.1 periode sebelumnya.

"Dolar diprediksi mengawali perdagangan awal November ini masih berada di teritorial negatif . Sinyal negatif dari data manufaktur (ISM Manufacturing)  bulan Oktober yang dirilis nanti malam berpotensi menjadi penghambat laju dolar untuk menguat di perdagangan global hari ini," katanya, Senin (2/11/2015).

Untuk indikasi lokal rate, kata dia, USD/IDR pada Jumat kemarin ditutup di kurs tengah (closing BI) 13,687.5, naik 52,5 poin. Kemudian Indeks bursa saham domestik melemah tipis sebesar  -16,84 poin atau  -0,38%  ke posisi 4,455.18. Aksi jual investor asing mencapai  Rp 880 miliar.

"Rupiah ditutup melemah terdorong oleh, peningkatan permintaan dolar di akhir bulan dalam rangka pembayaran utang luar negeri korporasi yang jatuh tempo. Selain itu capital outflows yang terjadi di pasar saham domestik turut mempersempit ruang gerak rupiah," katanya. 

Kemudian IDR pagi ini dibuka menguat  di level 13,670 berdasarkan data Reuters. Pergerakan rupiah diprediksi akan dibayangi oleh data fundamental ekonomi Indonesia yang akan dirilis hari ini.

BPS hari ini akan mengumumkan data tingkat inflasi RI di bulan Oktober yang diperkirakan pelaku pasar turun dibandingkan dengan periode bulan sebelumnya, sehingga  sinyal positif tersebut berpeluang memberi dorongan positif terhadap rupiahuntuk menguat di tengah melemahnya tekanan dolar di pasar global. (*)


Sumber: tribunbali

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image