Kabardewata.com

Berita Utama

REI Bali 2017 Targetkan 6.000 Unit Rumah bersubsidi atau FLPP

Kategori Berita Utama, May 12, 2017, Dilihat sebanyak 181 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Ketua DPD REI Bali, Pande Agus Permana Widura didampingi Sekretaris REI Bali Tino Wijaya saat ditemui di sela-sela rapat pengurus di Renon, baru-baru ini mengatakan, FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) di Bali dipatok dengan harga dasar Rp 141,7 juta. REI Bali baru mampu mewujudkan FLPP tersebut di tiga kabupaten.

Real Estate Indonesia (REI) Bali pada 2017 ditergetkan dapat mewujudkan 6.000 unit rumah bersubsidi atau rumah murah melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Tetapi karena terkendala harga lahan, REI Bali akan mengusulkan dengan REI pusat serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat agar bisa mengkaji harga FLPP tersebut.

“Saat ini baru bisa mewujudkan sekitar 1.500 unit yang tersebar di Buleleng mencapai 1.000 unit, Jembrana 200 unit dan Karangasem 300 unit,” katanya.

Itu berarti dari target yang ditetapkan REI pusat yang mencapai 6.000 unit masih susah terwujud. Untuk menyukseskan program satu juta rumah FLPP dengan harga terjangkau tersebut, kata dia, di Bali masih terkendala harga lahan yang tidak sama di setiap daerah.

“Untuk itu kami akan mengusulkan ke Kementraian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mengkaji harga FLPP tersebut. Tujuannya agar FLPP ini bisa dikembangkan di semua kabupetan/kota di Bali,” harapnya.

Alasan perlu dikaji harga dasar FLPP di Bali tersebut, menurut pengusaha jaringan perhotelan itu karena harga lahan yang tinggi di antaranya untuk wilayah Kabupaten Badung, Gianyar dan Denpasar. "Di Bali (FLPP) susah artinya hanya bisa di Singaraja, Negara dan Karangasem dan itupun sebenarnya masih di beberapa daerah saja, belum bisa di daerah kota," imbuhnya. Untuk itu, REI Bali mengharapkan harga FLPP menjadi Rp200 juta, sehingga dapat menyediakan rumah bersubsidi di seluruh Bali khususnya di daerah Badung, Gianyar, Bangli, Tabanan dan Klungkung. Agus menambahkan sejak dibangun pertengahan tahun 2016, saat ini sudah berdiri sekitar 1.500 unit rumah sederhana yang tersebar paling banyak di Buleleng 1.000 unit, Karangasem (200) dan Negara (300)


Sumber: Kabardewata.com

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image