Kabardewata.com

Pariwisata

The Tlaga Singha River Country Club Jadi Icon Wisata Baru

Kategori Pariwisata, October 30, 2020, Dilihat sebanyak 210 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Berencana liburan ke Bali? Destinasi ini layak menjadi referensi bagi anda yang ingin menikmati keindahan alam Pulau Dewata. 

Menawarkan hijaunya alam Bali, asrinya alam pedesaa, dan jernihnya air Sungai Singapadu, Tlaga Singha River Country Club mengukuhkan diri sebagai ikon baru di Kabupaten Gianyar. 

Tlaga Singha River Country Club dengan konsep one stop destination pun siap memanjakan para pecinta sektor plesiran. 

Konsep itu didukung berbagai fasilitas, seperti kolam bertingkat yang meniru laguna dengan tenang mengalir ke kolam dibawahnya. Uniknya lagi, dibawah kolam bertingkat itu terletak pool bar tersembunyi didalam gua yang menyajikan beraneka makanan dan minuman. 

Selain itu, Tlaga Singha yang berdiri diareal seluas 6.500 meter persegi ini juga menawarkan bar and lounge di lantai bawah, Paon Restaurant dan tempat makan utama serta Bale Rangon di lantai atas. 

CEO FreshWater Asia, Dr. Agus Made Yoga Iswara memastikan, sejauh ini belum ada yang menyamai konsep Tlaga Singha River Country Club. 

"Ketika kita memang merancang ini, kita memang membuat sesuatu yang berbeda. Disini orang bisa meeting, bisa makan, kemudian ada pool clubnya, ada river clubnya, ada spa-nya. Dan memang tidak mengambil jatah daripada hak akomodasi," kata Yoga Iswara disela-sela Soft Opening Tlaga Singha, Kamis (29/10/2020). 

"Sehingga teman-teman akomodasi bisa bekerjasama dengan kita menggunakan fasilitas kita, sebagai tambahan value daripada hotel mereka. Ini yang kita harapkan," sambungnya. 

Tidak sekadar menikmati makanan lezat, dan pemandangan indah khas pedesaan, pengunjung Tlaga Singha juga dapat mengikuti private cooking classes. Yoga Iswara menjelaskan, private cooking classes adalah sesi khusus bagi pengunjung untuk belajar memasak makanan Bali. 

"Jadi mereka (pengunjung) tidak saja menikmati makanan Bali, tetapi merasakan bagaimana pengalaman memasak makanan Bali tersebut. Private cooking classes kita laksanakan setiap saat. Jadi per bookingan, kemudian tergantung apakah dia mau per group atau individual, itu bisa diatur," ujar Yoga Iswara didampingi Owner Tlaga Singha River Country Club, Komang Sonia Natasia Putri. 

Yoga Iswara menyebut, Tlaga Singah saat ini fokus pada pangsa pasar lokal dan wisatawan nusantara. Namun ketika pandemi COVID-19 berakhir, pihaknya akan mulai merambah wisatawan mancanegara. 

"Satu, pasar-pasar yang sudah datang di area ini, contoh misalkan, tamu-tamu China yang ada di Desa Batuan. Mereka kan memang belum memiliki tempat kuliner, kitalah yang mengambil tempat kulinernya," ucap Yoga. 

"Termasuk semua tour yang ke Bali timur, baliknya yang membutuhkan tempat kuliner, sebelum kembali ke Bali selatan, mereka membutuhkan tempat pemberhentian untuk makan malam. Begitu juga yang dari Bali selatan menuju Bali timur, mereka juga membutuhkan tempat kuliner untuk makan siang," lanjutnya. 

Seluruh konsep yang diusung Tlaga Singha juga ditunjang penerapan protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19. General Manager Tlaga Singha, I Gusti Agung Ngurah Darma Suyasa pada kesempatan yang sama memastikan, pihaknya memenuhi protokol kesehatan dari tiga aspek. Ketiga aspek itu meliputi produk, pelayanan, dan pengelolaan. 

"Produknya apa? Produknya adalah berdasarkan apa yang memang menjadi standar protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Pemerintah Provinsi Bali. Awal pengunjung datang harus cuci tangan, terus pengecekan suhu tubuh, dan dari sisi imbauan protokol kesehatan, termasuk pegawai di back office maupun front in the house. Itu produknya," sebut Darma Suyasa. 

Sedangkan dari sisi pelayanan, dijabarkan melalui standar operational procedur (SOP). Implementasi SOP itu dengan imbauan kepada seluruh pengunjung untuk menaati protokol kesehatan. 

"Mereka sudah cuci tangan, cek suhu tubuh, dan jaga jarak plus masker. Jadi kami menerapkan, kalau makan ya memang harus lepas masker, kalau berenang boleh tidak menggunakan masker. Contoh juga untuk buffet (prasmanan), kami ada SOP-nya. Pada saat buffet, tamu itu pada saat datang ke meja buffet dan diambilkan makanan, itu harus pakai masker. Begitu makan, buka masker. Datang makanan lagi, kembali kenakan masker. Jadi makanan tidak mengambil sendiri," tuturnya.

"Penerapan protokol kesehatan lain, kami juga akan melakukan disinfeksi terhadap seluruh meja makan. Jadi tamu sudah boleh duduk, ketika kursi dan meja tempat mereka makan sudah disemprot disinfektan. Setelah selesai, disemprot disinfektan lagi, diisi lagi tandanya, diisi lagi tamunya," pungkasnya.


Sumber: Kabardewata.com

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image