Kabardewata.com

Pariwisata

Resort and Spa Six Senses Hadir di Pecatu, Total Investasi Rp 800 miliar

Kategori Pariwisata, September 22, 2014, Dilihat sebanyak 612 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Proyek resort and Spa Six Senses di wilayah Pecatu, Uluwatu, Badung dengan total investasi bangunan kurang lebih mencapai Rp 800 miliar di luar tanah. Direktur Utama PT Cahaya Warna Prima, Harry Gunawan mengatakan, pembangunan resort di atas lahan seluas 11,5 hektar ini, akan dilakukan dalam dua tahap.

Dimana tahap pertama akan dibangun 108 villa dengan 28 sky villa pada lahan 6,5 hektar. Sedangkan pada tahap berikutnya akan dibangun 60 villa di atas lahan 5 hektar. Komposisi villanya satu kamar, dua kamar dan tiga kamar.

"Yang ingin kita perkenalkan di industri pariwisata adalah tidak hanya kamar hotel dan view Bali tapi juga culture dan sekaligus menjual experience. Ini yang ingin kita jual," ungkap Harry di sela-sela pelaksanaan groundbreaking resort and spa di Pecatu, Badung oleh PT Cahaya Warna Prima (CWP).

Menurutnya, ini nilai lebih yang akan diberikan pada wisatawan yang datang ke Bali tidak hanya berlibur tetapi mereka mendapatkan edukasi, diajarkan cara bercocok tanam. Pihaknya akan melengkapi resort ini dengan organic garden seluas dua hektar, masyarakat di sini akan diprioritaskan untuk bercocok tanam dan hasilnya akan dibeli pihak hotel.

"Kita akan bina supaya hasilnya sesuai standar dan tingkat higienis kesehatannya terjamin," ungkapnya. Selanjutnya, pembeli hasil pertanian organik ini akan menyasar tamu hotel, dengan menyediakan cooking lesson bagi mereka secara gratis.

Untuk pengelolaan hotel dan villa, CWP telah bekerjasama dengan Six Senses sebagai operator hotel yang mulai mengembangkan usahanya sejak 1995 dan dengan cepat dikenal sebagai pelopor industry hospitality yang berhasil mengkombinasikan operasional ramah lingkungan yang berkesinambungan dengan fasilitas high end yang terbaik.

"Kita yakin dengan pengembagan yang akan datang, apalagi di Bali Selatan akan dibuat lingkar selatan yang ditunggu-tunggu dan diharapkan akan menjadi industri pariwisata," urainya Harry berpendapat, bisa jadi kemajuan industri pariwisata ke depannya akan mengalami peningkatan kunjungan dari turis lokal daripada tamu asing.

Sementara itu karakter lokasi kita ini berbeda dengan Kuta karena ini adalah tebing. Konsep Pecatu harus balance dengan kontur tanahnya dan dibangun sesuai kontur tanahnya berupa tebing. Kami sudah memiliki izin lingkungan," urai CEO Tony Elie PT Cahaya Warna Prima


Sumber: Kabardewata.com

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image