Kabardewata.com

Pariwisata

Peserta "We Love Bali", Kampanyekan CHSE di Destinasi Wisata TabananĀ 

Kategori Pariwisata, October 30, 2020, Dilihat sebanyak 193 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Penerapan CHSE melalui program ‘We Love Bali’ menjadi momentum bagi sektor kepariwisataan menunjukkan keseriusan dalam memberikan jaminan kesehatan dan keselamatan. 

CHSE adalah akronim dari Cleanliness (kebersihan), Health (kesehatan), Safety (keamanan), dan Environment (ramah lingkungan). 

Program ini merupakan canangan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) ketika memasuki tatanan kehidupan baru. 

Panita ‘We Love Bali’ dari PT. Bintang Nusantara MICE, Putri Kesuma mengatakan, penerapan protokol CHSE mendapatkan dukungan masyarakat (komunitas), akademisi, pengusaha, dan media.

"Intinya, implementasi penerapan CHSE sangat penting untuk menunjukkan bahwa Bali sebagai destinasi wisata internasional, sungguh-sungguh berkomitmen dan mampu menerapkan protokol kesehatan," ungkapnya dalam siaran persnya diterima Kabar Dewata, Jumat, (29/10/2020).

Ia mengakui, 'We Love Bali' juga bertujuan untuk memberikan edukasi penerapan protokol CHSE di Daya Tarik Wisata dan Desa Wisata. Tak sekadar itu, program ini juga untuk mengawasi implementasi protokol kesehatan. Pengawasan dilaksanakan di hotel tempat menginap dan DTW yang dikunjungi dengan mengisi Form Check List CHSE.  

Seperti diketahui, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekraf) bersama Dinas Pariwisata Provinsi Bali dan stakeholder telah menggulirkan program ‘We Love Bali’. Program ini menjadi ajang promosi dengan mengunjungi daya tarik wisata dan desa wisata di Pulau Dewata. 'We Love Bali' yang diharapkan mampu memulihkan sektor kepariwisataan melibatkan setidaknya 4.400 peserta. 

Agenda 'We Love Bali' dibagi dalam kelompok kecil yang terdiri 40 orang. Tiap kelompok melakukan satu trip (perjalanan) selama 3 hari 2 malam, dengan menginap secara bergiliran di sejumlah kawasan wisata yang ada di Bali.

‘We Love Bali’ digelar selama 2 bulan, Oktober-November 2020. Program melibatkan peserta dari kalangan dosen, guru, mahasiswa, ASN, karyawan perusahan swasta, karyawan usaha pariwisata, Pokdarwis, komunitas hobi, fotografer dan lainnya. 

Peserta akan mendapatkan fasilitas berupa akomodasi selama 2 malam di hotel atau home stay yang ditetapkan panitia, konsumsi, transportasi, tiket masuk DTW, biaya rapid test, dan perlengkapan lainnya.

Putri Kesuma membeberkan, program 12 trip 5 tanggal 28- 30 Oktober 2020 adalah ke Tabanan. Rute yang dilalui yakni Denpasar - Marga - Gunung Salak - Tanah Lot - Kerambitan dan kembali ke Denpasar. Peserta berangkat dari Denpasar menuju Marga, dan Gunung Salak. 

Di Marga, peserta mengunjungi Taman Makam Pahlawan Margarana dan Desa Wisata Pinge.

Melanjutkan perjalanan ke Desa Wisata Gunung Salak. Mengunjungi Wisata Hamparan Sawah Terindah di Bali, menuju Ecoturismo Kemetug Eco Camp di Gunung Salak, Selemadeg. Potensi desa ini sebagai Rural Tourism Destination (wisata perdesaan) dengan kehidupan masyarakat desa yang alami. Ditempat ini ditemui tempat suci yang salahsatunya adalah Pura Luhur Bunut Sakti (Batur Sakti) dimana berkaitan dengan Ratu Ayu Manik Mas Meketel, Ratu Niang Sakti, 

‘Ratu Alit Mas Mecaling’, yang konon merupakan adik dari ‘Ratu Gede Dalem Nusa’.

Check-in dan pengecekan protokol CHSE di Ecoturismo Eco Camp sembari menikmati pemandangan sekitar yang ada di desa Gunung Salak. Setelah check-in, peserta melakukan Wisata Trekking: berjalan kaki sambil menikmati pemandangan sawah BATU TIMPLI dan alam perdesaan lanjut mandi air terjun TIBU SAMPI. Sore hari dapat menikmati matahari terbenam (sunset) dengan pemandangan pegunungan dan sawah.

Makan malam di Ecoturismo Eco Camp diiringi pertunjukkan Seni Budaya. Malam hari menikmati pemandangan Pulau Bali dengan lampu-lampunya dari ‘atas awan’‘THE HIDDEN PARADISE OF BALI”.

"Mereka menikmati agrowisata dengan suasana pedesaan yang asri dan menginap semalam di Ecoturismo Eco Camp Gunung Salak. Hari Kedua menuju dan melihat keindahan Tanah Lot serta menginap di Tanah Lot. Hari ketiga menuju Desa Wisata Kerambitan mereka melihat hiburan khas Puri Kerambitan Tektekan dan arsitektur puri. Dan selanjutnya melihat pura-pura arsitektur unik di Desa Wisata Nyambu," urainya. 

Sementara itu Anggota Tim Percepatan Pemulihan Pariwisata Bali yang mendampingi panitia Ketut Jaman menyatakan, 12 rute perjalanan sudah disiapkan untuk program ‘We Love Bali’. Seluruh trip sudah mendapatkan dukungan angggaran dari Kemenparkeraf. 

Kunjungan ini akan mengcover seluruh kabupaten/kota di Bali. Salah satunya adalah program 12 trip 5 tanggal 28- 30 Oktober 2020 ke Denpasar - Marga - Gunung Salak- Tanah Lot - Kerambitan- Denpasar.

"Dengan teknis pelaksanaan, yang pertama peserta akan dibagi menjadi kelompok perjalanan, setiap kelompok terdiri dari 40 orang dengan menggunakan 2 kendaraan bus, masing-masing bus berisi 20 penumpang, yang akan melalui 1 rute perjalanan dari total 12 rute yang disediakan," ucapnya. 

"Disetiap daya tarik wisata akan dilibatkan UMKM sebagai penyedia souvernir yang akan dijual kepada para peserta," lanjutnya. Selain itu, juga mempromosikan pariwisata Bali Era Baru kepada masyarakat luar melalui media sosial peserta, menyiapkan pariwisata Bali untuk menyambut wisman sejalan dengan Pergub Nomor 46 Tahun 2020, dan meningkatkan ekonomi tempat-tempat yang dikunjungi," pungkasnya.


Sumber: Kabardewata.com

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image