Kabardewata.com

Pariwisata

Peserta Teras Mitra Prihatin Pariwisata di Bali Masyarakat Jadi Obyek

Kategori Pariwisata, October 17, 2014, Dilihat sebanyak 99 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Para  peserta Festival Teras Mitra III yang juga wirausahawan peduli lingkungan dari berbagi pelosok Indonesia, merasakan ironi melihat perkembangan wisata di Bali. Karena masyarakat lokal, beberapa di antaranya hanya menjadi “obyek” bahkan tidak dilibatkan.

“Jika petani adalah pemilik lahan yang disewa pengusaha wisata desa budaya untuk pemandangan sawah yang ditanamnya, lalu kenapa mereka tidak dilibatkan dalam mengelola ekowisata desa budayanya yang adalah desanya sendiri,” ujar salah satu peserta dari kepulauan Batam, Ramses, ketika mengunjungi Desa Budaya Kertalangu.

Ramses adalah salah satu peserta Festival Teras Mitra III yang masuk dalam kelompok  kunjungan ke usaha ekowisata. Festival Teras Mitra adalah kegiatan tempat berkumpulnya wirausahawan komunitas peduli lingkungan dari berbagai wilayah Indonesia yang difasilitasi GEF-SGP (Global Environment Facility-Small Grant Programme), sebuah program pendanaan hibah kecil untuk komunitas-komunitas yang beraktifitas dengan pendekatan lingkungan.

Kepedulian mereka terhadap lingkungan membuat mereka mendapatkan manfaat ekonomi yang signifikan untuk kehidupan mereka. Bali menjadi tempat untuk festival ketiga ini untuk berkumpul dan saling belajar dari pengalaman dan pengetahuan. Para peserta mendapatkan kesempatan juga belajar dari industri wisata Bali dengan dibagi dalam empat kelompok yaitu, kelompok yang melihat industri kerajinan tangan di sekitar Seminyak, kelompok pangan di sekitar Denpasar, dan manajemen pengetahuan di Gianyar.

 “Ekowisata jika dikelola masyarakat pasti berkelanjutan. Masyarakat tidak merasa memiliki sehingga ingin merawatnya juga. Prinsipnya ekowisata harus direncanakan, dikelola, dan dimiliki masyarakatnya sendiri. Persaingan industri pariwisata Bali ini sangat tinggi, orang Bali harus bersaing dengan para kapitalis besar untuk bisa memastikan semua terkelola dengan baik,” jelas Denik, aktivis lingungan dari Yayasan Wisnu di Bali yang juga peserta Festival Teras Mitra.


Sumber: Kabardewata.com

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image