Kabardewata.com

Pariwisata

Perusahaan Water Sport Perketat Kesehatan Wisatawan

Kategori Pariwisata, June 06, 2016, Dilihat sebanyak 221 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Pasca meninggalnya seorang wisatawan domestik (wisdom) saat melakukan aktivitas water sport di Tanjung Benoa, Badung beberapa waktu lalu, perusahaan water sport pun semakin memperketat laporan kesehatan wisatawan. Sebelum melakukan aktivitas water sport wisatawan wajib mengisi formulir yang berisi riwayat kesehatan mereka. Seperti disampaikan Sales & Marketing Manager Seawalker The Original, Ni Komang Ayu Krisna Dewi di Sanur, Denpasar.

Menurutnya kebijakan tersebut diberlakukan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan. "Sebelum melakukan aktivitas di laut, wisatawan harus mengisi formulir riwayat kesehatan. Laporan kesehatan harus diisi secara jujur dan ditandatangani oleh wisatawan. Kalau menderita penyakit wisatawan tidak diperbolehkan untuk melakukan aktivitas water sport," terang Dewi.

Bagi wisatawan yang memiliki riwayat penyakit jantung, epilepsi, asma, sinusitis, hipertensi dan gangguan THT serta hamil tidak diperbolehkan mengikuti aktivitas water sport. Dia menyatakan jika laporan kesehatan wisatawan tidak diperketat seandainya terjadi hal yang tidak diinginkan maka akan mempengaruhi citra pariwisata Bali.

"Kalaupun ada wisatawan yang tidak jujur mengenai riwayat kesehatannya, instruktur dan pemandu water sport akan bisa mengenali penyakit tersebut. Misalnya jika sakit asma baru turun ke air akan terlihat ciri-cirinya. Karena tekanan di air itu kan keras. Melihat gejala itu pemandu langsung memberikan instruksi agar segera naik ke permukaan," urainya.

Selain memperketat dari sisi kesehatan juga memberlakukan pembatasan usia. Untuk usia yang diizinkan melakukan aktivitas water sport serta tertanggung asuransi dijelaskan Dewi minimal usia 9 tahun dan maksimal 65 tahun.

Sementara itu pihaknya mengklarifikasi terkait pemberitaan yang menyatakan kematian wisdom Mariana Hartati (40) asal Bekasi, Jawa Barat tersebut usai melakukan kegiatan Seawalker di Tanjung Benoa.

"Perlu saya sampaikan bahwa kejadian tersebut tidak terjadi di perusahaan kami. Itu terjadi di perusahaan lain di Tanjung Benoa. Kalau Seawalker adalah brand kami secara hak paten kami memang memiliki branding nama Seawalker yang berbasis di Sanur dan aktivitas pun dilakukan di Pantai Sanur bukan di Tanjung Benoa. Secara activity kami sangat aman dan perusahaan kami membawa brand Seawalker sudah selama 20 tahun," tegasnya. 


Sumber: redaksi

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image