Kabardewata.com

Pariwisata

Museum Kain di Beachwalk Kuta Tampilkan Batik Unik dan Kuno

Kategori Pariwisata, June 17, 2015, Dilihat sebanyak 310 kali, Post oleh Rusadi Nata


Museum Kain yang berada di Beachwalk, Kuta, Badung menampilkan beberapa kain batik unik dan antik dari berbagai lokasi di Indonesia. Menurut Story Teller Musem Kain, Risdha Nugroho, museum ini memang sebagai tempat untuk memperkenalkan ragam kain batik yang ada di Indonesia. Ada batik dari Pekalongan, Banten dan wilayah lainnya di Indonesia.

"Museum ini merupakan karya dan inspirasi dari almarhum Rony Siswandi selaku pendirinya," ujarnya kepada Kabar Dewata, di Kuta.

Risdha Nugroho mengatakan bahwa museum ini ingin 
memperkenalkan mengenai koleksi kain kuno.

"First launchingnya, temanya mengenai Wanita 
Keturunan Tionghoa," katanya.

Pemilihan tema itu, karena sang istri dari Rony Siswandi yakni  Josephine Komara atau yang akrab disapa Obin,  ingin menunjukkan bahwa batik tidak hanya dikenakan oleh warga Indonesia saja tetapi juga oleh keturunan Tionghoa.

"Karena filosofinya, wanita Tionghoa memiliki peran penting di keluarga. Sebab tatkala  jaman itu, kaum laki-laki masih sangat mendominasi," ujarnya.

Lokasi kain batik yang menunjukkan mengenai keturunan Tionghoa adalah di area  Lasem. Batik Lasem pada dasarnya, berasal dari nama daerah di Rembang, Jateng.Kenapa Lasem,  karena pengaruh budaya Tiongkok sangat kuat di sana. Khususnya dalam kehiupan keluarga, wanita Tionghoa pada jaman itu tidak hanya bisa memanage keluarga saja, namun bisa menjaga kecantikannya.

Selain itu, ada pula kain kuno yang usianya lebih 150 tahun. Risdha mengatakan, kain itu bernama kain Simbut yang dalam Bahasa Sunda berarti selimut.

"Kain ini, merupakan kain dengan metode sebelum lilin atau pre wax. Mereka (Suku Badui) dulu membuat bahannya dengan beras ketan dan air gula yang dipanaskan kemudian digambar dengan menggosoknya menggunakan bambu dan jari," katanya.

Sehingga menghasilkan corak kuno dengan struktur yang masih agak kasar.Selain itu, kata dia, ada pula kain batik dari beberapa daerah seperti Semarang dan Rembang dengan usia di atas 100 tahun.


Sumber: Kabardewata.com

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image